PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)
Chapter 109


__ADS_3

Keesokan harinya, Pagi-pagi sekali Willy datang ke rumah sakit. Ia mendorong kursi roda Mei dan di ikuti oleh Nino juga Valencia.


“Selamat pagi, Mommy, Daddy, dan dedek baru kakak,” kata Valencia. Gadis kecil itu mendekati ranjang pasien mommy nya. Ia mencium lembut pipi adiknya baru di lahirkan.


“Mom, Dad, dedeknya cowok atau cewek? Terus, siapa namanya?” tanya Valencia.


“Dedek nya cowok, sayang,” kata Zivanya.


“Yeah.. Kenapa semua adik Valen cowok? Kenapa gak ada yang cewek? Valen kan ingin di temani shoping dan belanja kalau sudah besar nanti,” kata Valencia dengan wajah polosnya.


Mei dan Willy tersenyum kecil. Mereka tidak menyangka, Valencia berpikir begitu jauh. Umurnya yang baru lima tahun, sudah memikirkan shoping, belanja dan jalan-jalan.


“Walapun adeknya cowok, Valen tetap bisa ajak mereka shoping,” kata Zivanya. “Dan harusnya, Valen bangga karena adik dan kakak Valen semuanya cowok, maka Valen tidak perlu takut di ganggu dan di jahati oleh orang lain! Karena kakak dan adek, akan selalu menjaga dan melindungi Valen!”


“Oh, jadi gitu!” Valencia manggut-manggut. Ia mulai paham dengan maksud dari mommy nya.


“Oiya, siapa nama dedek barunya?” tanya Valencia.


“Arvandra Dirgantara,” kata Arya. “Bagus gak nama dedek nya?”


“Wah.. Bagus,” kata Valen. “Tapi, kok nama dedek beda sama nama Valen dan Kak Nino?” tanya Valencia dengan heran. Dahi gadis kecil itu berkerut, ia memikirkan nama yang tertera di ujung namanya dan Nino, kenapa berbeda dengan nama adik bayinya itu.


“Nama dedek nya, Dirgantara kenapa nama Valen dan Kak Nino ‘Ajisaka'?” tanya gadis kecil itu. Hidung mancung nya kempang kempis. Dadanya menjadi sesak, ia berpikir Arya dan Zivanya membeda-bedakan mereka bertiga.


“Kenapa menangis?” Arya mendekati putri sambungnya itu. Tapi, Valencia menghindar.


“Daddy dan Mommy membeda-bedakan kami!”


“Daddy gak membeda-bedakan, seandainya adik ini lahir sebelum ada Daddy Arya. Namanya pasti akan sama dengan nama Valen dan Kak Nino,” kata Arya. “Dan mungkin namanya juga bukan Arvandra?”


“Lalu kenapa?” tanya Valencia. Emosi gadis kecil itu berapi-api.


“Dedek, nama Ajisaka itu adalah nama Daddy Valentino!” ujar Nino sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Nama Arvan itu adalah gabungan nama Daddy Arya dan Mommy, sedangkan Dirgantara itu adalah nama belakang Daddy Arya, sama seperti Daddy Valentino!”


“Jadi gitu?” tanya Valencia.

__ADS_1


“Iya, coba pikirkan. Nama dedek Abimanyu itu, di belakangan nya Sebastian, karena nama Daddy Danu itu Danu Sebastian!”


“Oh, Valen pikir Daddy tidak sayang sama kita. Makanya nama dedek kecil berbeda,” kata Valencia.


“Emang Valen mau, menghapus nama Daddy Valentino?” tanya Mei. Wanita itu ikut memberi Valencia pengertian.


“Enggak lah! Kalo gak ada Daddy Valentino, maka Valen dan Kak Nino gak akan ada!”


Setelah drama itu usai, Danu datang bersama Kinanti. Danu mendorong kereta bayi dan di ikuti oleh Kinanti di belakangnya.


“Asalamualaikum,” ucap Kinanti.


“Waalaikum salam!” sahut semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


“Mbak, selamat ya, udah melahirkan dan sehat,” kata Kinanti.


“Iya, makasih, Kin,” balas Zivanya.


“Daddy, tolong berikan adik itu pada Daddy Arya saja. Valen ingin bicara sebentar sama Daddy!” Valencia menarik tangan Danu keluar dari ruangan itu.


“Daddy, gagal sudah Valen punya adik perempuan. Adiknya keluar laki-laki,” kata Valencia dengan pelan. Kesannya sedang bisik-bisik.


“Lalu, Valen mau bagaimana?” tanya Danu. Ia sangat geli sekali dengan tingkah Valencia.


“Tolong Daddy buatkan Valen adik lagi, sampai dapat yang perempuan!” ujar Valencia dengan wajah yang begitu serius.


Ia pikir, mudah membuat adik.


“Aduh, adonan tepungnya habis!” Danu menepuk jidat nya. Seperti orang yang bingung.


“Untuk apa tepung?” tanya Valencia.


“Untuk buat adik, kalau tidak ada tepung khusus. Mana bisa buat adik,” kata Danu.


“Masalah itu, Daddy tenang aja. Biar Valen yang mencari tepungnya,” ucap Valencia dengan serius. “Ya udah, kita masuk lagi kedalam.” Valencia pun menarik tangan Danu masuk kedalam ruangan itu lagi.

__ADS_1


Danu tersenyum dan geleng-geleng kepala, ia begitu bingung menghadapi Valencia yang begitu aktif dan tanggap.


“Ada apa, Dan? Apa yang di inginkan Valencia?” tanya Arya pada Danu yang terus mengulum senyum.


“Enggak, dia gak minta apa-apa,” jawab Danu.


“Mommy!” panggil Valencia.


“Ya, sayang!” sahut Kinanti dan Zivanya bersamaan.


“Hehee, Valen memanggil Mommy Zivanya,” kata Valencia sembari mendekati Zivanya.


“Kenapa?” tanya Zivanya pada putrinya itu.


“Apakah sisa tepung Mommy dan Daddy Arya masih ada?” tanya Valencia. “Valen ingin minta sedikit, untuk Daddy Danu bikin adik. Kata Daddy Danu, tepung khusus untuk Daddy Danu dan Mommy Kinanti sudah habis. Jadi tidak bisa buat adik lagi!”


“Danu!” sebut Zivanya dengan mata melotot lebar. Orang yang di sebut dan di pelototi pura-pura tidak mendengar dan melihat.


“Bwahahahha!” tanpa sadar, tawa Willy pecah. Ia tidak bisa menahan tawa setelah mendengar ungkapan Valencia.


“Oek.. Oek.. Oek..!” kedua Bayi ikut kaget dan menangis bersamaan.


.


.


.


BERSAMBUNG!


HABIS INI, LAST EPISODE YA!


*


Sembari nunggu up chapter terakhir, bisa mampir ke karya yang ada di bawah ini!

__ADS_1



__ADS_2