PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)
Chapter 52


__ADS_3

“Aku punya salah kah?” tanya Arya.


“Enggak ada!” sahut Zivanya dengan singkat.


Kini, mobil mereka telah sampai di pekarangan kediaman Arya. Baru saja Willy menghentikan laju mobil itu, Zivanya sudah membuka pintu dan berlari keluar lebih dulu. Ia mengangkat sedikit gaunnya yang panjang.


“Wil, kamu boleh pulang!” Arya turun dari mobil itu tergesa-gesa. Ia berlari kecil untuk mengejar istrinya.


“Sayang, tunggu! Kamu kenapa sih?” Arya terus mengejar.


Zivanya yang sudah di bawah tangga, segera melepas sepatunya. Agar mempermudah dirinya berlari di anak tangga itu.


“Sayang, kamu kenapa sih!” Arya berhasil mengejar Zivanya. Ia menarik tangan Zivanya, agar berhenti berlari.


“Aku takut,” ucap Zivanya dengan lirih. Arya menarik istrinya itu kedalam dekapannya.


“Takut kenapa, hmm?” tanya Arya dengan lembut. Ia membelai wajah istrinya itu.


“Aku takut kamu di ambil orang.” Air mata Zivanya menetes. “Aku takut kamu ninggalin aku, karena banyak cewek-cewek di luaran sana yang jauh lebih cantik dan baik dari pada aku.” Zivanya terisak.


“Gak akan ada yang bisa ambil aku dari kamu, kecuali pemilik kehidupan. Aku milik kamu, dan kamu milik aku,” ucap Arya. Ia tidak menyangka, bahwa Zivanya akan bersikap seperti itu.


“Bagi aku, gak ada yang lebih baik dari kamu, gak ada yang lebih sempurna dari kamu. Kamu anugerah terindah yang aku miliki.”


“Kamu gak akan ninggalin aku dan anak-anak kan?” Zivanya mendongakan wajahnya pada wajah Arya. Rasa cinta di hatinya semakin besar pada Arya. Kejadian beberapa hari terakhir ini, dimana banyak wanita yang terang-terang menggoda Arya di hadapannya, membuat ia merasa takut, takut jika Arya akan berpindah kelain hati.


“Gak akan, sayang. Udah ya, jangan nangis lagi.” Arya mengusap air mata istrinya. “Kita ke kamar, ya. Ganti baju kamu!” Arya menuntun istrinya memasuki kamar.

__ADS_1


Kini, Zivanya sudah berganti pakaian. Begitu juga Arya. Zivanya terus bersikap manja pada suaminya itu, seakan-akan takut, jika Arya jauh darinya.


“Beng, kamu beneran gak akan ninggalin aku, kan?” Zivanya menelusupkan wajahnya di dada suaminya.



“Lihat aku, tatap mataku! Aku Cuma mencintai kamu. Kemarin, esok bahkan sampai aku menutup mata. Aku ingin menghabiskan sisa umurku sama kamu.”


“Aku baru sadar, Beng. Kalau kamu itu idaman setiap perempuan. Tapi, kenapa kamu pilih janda kayak aku?” tanya Zivanya. “Aku takut banget, kalau kamu akan berpaling dari aku setelah kamu menemukan perempuan lain yang bisa mikat hati kamu.”


“Mau apa lagi? Harusnya kamu jadi milik aku sebelum jadi janda, iya kan? Tapi karena aku terlalu lamban jadi di duluin sama dia!” Arya mengangkat wajah Zivanya, dan mengarahkannya ke arah dinding yang terpajang foto dirinya dan Valentino. Tampak di foto itu, mereka sedang berada di lapangan basket.


.


.


.


“Ha-hamil?” Danu tak percaya. Ia sedikit syok mendengar penjelasan dokter wanita itu.


“Honey, aku hamil. Sebentar lagi, kita bakal punya baby,” ucap Kinanti dengan perasaan bahagia. Tangannya terus mengusap perutnya yang masih rata.


Setelah mendengar penjelasan dokter, dan sudah di beri resep vitamin. Danu segera mengajak Kinanti pulang.


“Honey, aku udah hamil sekarang. Aku mau, pernikahan kita di sah'kan. Aku gak mau lagi nikah siri kaya gini!” ujar Kinanti. Ia begitu bahagia setelah mengetahui bahwa dirinya tengah berbadan dua. Yang artinya, Danu akan kembali perhatian padanya.


“Kamu harus sabar, lagian kamu sih! Bukannya di tunda dulu, lagian nih ya! Aku tuh belum siap jadi ayah.”

__ADS_1


“Jadi kamu gak seneng aku hamil, kamu gak mau punya anak?” Kinanti menangis, ia tidak menyangka Danu akan mengatakan hal itu.


“Ckck! Malah nangis, mau kamu apa sih? Minggu lalu, kamu minta aku nikahin kamu. Aku udah nikahin kamu loh! Kan kamu sendiri yang minta di nikahin siri, kata kamu yang penting nikah aja dulu.”


“Iya, aku tau. Tapikan sekarang keadaanya udah beda, aku udah hamil Honey. Kita bakalan punya anak,” ucap Kinanti sembari mengusap kasar air mata yang mengalir di pipinya.


Memang benar yang di katakan Danu, bahwa Kinanti memaksa minta di nikahi, meskipun hanya sekedar nikah siri. Dan kini, wanita itu hamil lalu meminta Danu untuk segera mengurus surat-surat pernikahan mereka.


Semua itu butuh proses tante, butuh proses!


BERSAMBUNG!


Bang Danu punya Neng, ya! Jadi jangan coba-coba di rebut!


Bwahahaha!


.


.


.


Yuk, sembari tunggu update. Tengok Karya Neng yang ini, di jamin ceritanya somplak. Meski dibeberapa bab awal gak begitu menarik.



Yang minat, boleh klik profil Neng🙏

__ADS_1


__ADS_2