
“Sore ini, Nino dan Valen bebas main apa saja,” kata Arya. “Biar Uncle Willy dan Aunty Mei yang membereskannya!”
“Horeee!” teriak Valencia dengan gembira.
“Kalian berdua!” tunjuk Arya pada Mei dan Willy yang berdiri dihadapannya dan Zivanya dengan wajah takut.
“Iya, bang!” sahut Mei dan Willy bersamaan.
“Pel lantai ini sampai kering! Awas jika aku kembali, lantai ini belum juga kering,” kata Arya. Dalam kondisi pakaian yang basah, ia menggendong istrinya pergi dari area dapur itu.
“Beng, turunin aku,” ucap Zivanya. Ia sedikit terkejut karena Arya menggendongnya dengan tiba-tiba di hadapan Mei dan Willy.
“Gak ada penolakan!” ujar Arya sambil berjalan menuju ke arah tangga.
Setelah kepergian Arya dan Zivanya. Willy dan Mei kembali bertengkar.
“Gara-gara kamu, Bang Arya jadi marah!” tunjuk Mei pada Willy menggunakan gagang pel.
“Enak aja! Kamu yang menyiramkan air itu pada Bang Arya dan Mbak Vanya!” Willy balik menyalahkan Mei.
“Ingat ya, perempuan gak pernah salah. Gak ada tuh selama ini yang namanya MBAK SALAH! Adanya MAS SALAH.” Mei berlalu pergi meninggalkan Willy. Ia memaksa Willy untuk mengepel lantai dapur itu sendirian.
“Mei, ayo bantuin! Enak aja main kabur kayak gitu!” teriak Willy. Tangannya sibuk memegangi gagang pel.
“Kamu aja, kalo kamu berhasil beresin itu sendiri. Aku mau kok jadi istri kamu,” kata Mei seenak jidatnya sendiri.
“Woii.. Siapa yang mau jadi suami situ, cuih! Najesss!” teriak Willy sewot.
“Awas ya, ku sumpahin kamu jatuh cinta sama aku,” ucap Mei. Mei berlenggok berjalan dimana Nino dan Valencia bermain.
__ADS_1
“Aunty Mei, gak bantuin Uncle Willy mengepel lantai dapur?” tanya Nino.
“Gak usah di bantuin, Uncle Willy itu hebat dan kuat,” kata Mei sembari duduk dikarpet tempat kedua anak Zivanya bermain itu.
“Cewek sial!” gerutu Willy. “Dia yang menyiramkan air, aku yang kena.”
Di lantai atas rumah itu, Zivanya dan Arya melihat pertengkaran Mei dan Willy itu.
“Kamu percaya gak? Kalau Mei dan Willy bisa jadian?”
“Kayak kucing sama Anjing gitu bisa jadian?” Tanya Zivanya. Ia menatap suaminya yang fokus melihat Willy dan Mei yang ada dilantai bawah itu.
“Iya, mereka itu unik. Selama ini, Willy itu jarang ngomong sama orang loh! Bahkan terkesan seperti orang bisu.”
“Iyakah, Beng?” tanya Zivanya. Dan Arya mengangguk.
“Aku yakin, mereka belum menyadari perasaan masing-masing. Kalo gitu, kita tes aja. Kamu deketin cowok ke Mei, dan aku bakal cari cewek yang mau deketin Willy!” ujar Arya.
“Kamu cemburu sama aku, sayang?” goda Arya.
“Enggak!” sahut Zivanya cepat.
“Udah ah, gak usah mikirin mereka. Yuk kita pindah ke kamar!” Arya kembali menggendong tubuh istrinya itu.
Arya menurunkan istrinya ke atas ranjang dengan pelan dan sangat hati-hati. “Nah, sekarang istirahat!” Arya ikut naik keatas ranjang itu.
“Beng..” panggil Zivanya pada suaminya yang berbaring di sampingnya.
“Hmmm, kenapa?” Arya merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya itu.
__ADS_1
“Kalo rumah yang aku tempati sama anak-anak yang ada di komplek anggrek dulu, aku suruh tempati sama orang. Boleh gak?”
“Emang mau nyuruh siapa yang nempatin?” tanya Arya sambil menarik kepala istrinya itu agar bersandar di dadanya.
“Kang Udin sama anak-anaknya,” kata Zivanya. “Kasian mereka, Beng. Anak Kang Udin yang gede kan udah sekolah, sekolahnya jauh dan harus jalan kaki.”
“Lagian kan, rumah yang mereka tinggali itu gak kayak huni. Aku ka-“ Arya memotong perkataan istrinya itu.
“Aku setuju, besok suruh Willy buat jemput mereka. Karena mobil gak bisa masuk ke kampung itu, maka kita suruh Willy dan beberapa orang buat jemput mereka pakai motor!” ujar Arya.
“Hehehee.. Makasih ya, Beng. Sebenernya udah lama, aku mau bilangnya. Tapi baru sempet,” kata Zivanya. Ia memeluk erat tubuh suaminya itu.
“Kenapa harus makasih, Jandaku?” goda Arya.
“Kan kamu suamiku, gebetan bucinku!” balas Zivanya.
“Hati kamu begitu baik, sayang. Pantas saja Danu berani memanfaatkan kamu, karena kamu selalu saja memberikan apa yang di butuhkan orang lain.” Batin Arya.
BERSAMBUNG!
.
.
.
Sembari nunggu update, bisa mampir di karya Kakak online Neng yang ada dibawah ini ya! Dijamin seru dan keren.
Author : Thatya0316
__ADS_1
Judul : Agaian My Life