
Saat ini, Zivanya dan kedua anaknya juga Danu. Sudah berada di sebuah restoran.
“Valen mau makan apa?” tanya Zivanya pada Valencia.
“Valen mau makan yang di makan Daddy Danu,” kata Valencia. Membuat Nino melotot tidak suka pada adiknya itu.
“Van, aku pindah ke meja sebelah sana aja, ya. Gak enak di liat orang,” kata Danu sembari mengusap tengkuknya.
“Gak enak kenapa? Karena aku istri orang?” Zivanya menatap Danu yang sudah jauh berbeda dari sebelumnya.
“Saya pesen ini dua, sama ini dua,” kata Zivanya. Ia hanya memesan makanan untuknya dan Nino. Sedangkan Valencia. Ia menyuruh Danu yang memesankan.
Tak lama kemudian, makanan pesanan mereka datang. Zivanya segera menyuruh Nino untuk memakan makanannya.
“Nino, cepat makan bagianmu,” kata Zivanya pada putranya yang kelihatan tidak nyaman itu.
“Iya, mom,” ucap Nino sembari memegang garpu dan sendok nya.
“Makasih ya, Van,” kata Danu dengan pelan.
“Buat apa?” tanya Zivanya sembari memakan makanan yang ada di piring nya.
“Buat semua kebaikan kamu dan Arya,” kata Danu lagi. Zivanya hanya menanggapi dengan senyuman.
Tak terasa, mereka telah menyelesaikan makan siang mereka.
“Daddy, abis ini mau kemana?” tanya Valencia dengan begitu antusias.
“Daddy mau pulang dulu, ganti baju sekalian nengok Mommy Kinanti,” kata Danu sembari mencubit pelan hidung Valencia.
“Mom, Valen boleh ikut?” tanya Valencia pada Mommy.
“Kita pulang aja, lagian ngapain Valen seneng banget ikut kesana!” sahut Nino dengan cepat.
“Nino!” tegur Zivanya.
“Hehehemmmm!” Nino tersenyum paksa setelah mendengar teguran dari Mommy nya itu.
“Boleh, ya mom,” pinta Valencia.
“Iya, Mommy telpon Daddy dulu. Sekalian izin,” kata Zivanya. “Aku ke toilet bentar, ya. Titip anak-anakku.” Zivanya menitipkan kedua anaknya pada Danu. Setelah itu, ia segera pergi menuju toilet.
Di depan toilet, Zivanya menghubungi Arya.
“[Hallo, yank. Kamu di mana? Gak jadi ajak anak-anak kesini?]” tanya Arya yang ada di seberang telpon.
__ADS_1
“[Tadinya mau kesana, beng. Tapi, gak jadi. Valencia liat Danu lagi duduk di pinggir jalan, terus dia mau ikut,]” jelas Zivanya.
“[Oh gitu, dia ngapain di pinggir jalan?]”tanya Arya lagi.
“[Abis cari kerja katanya, tapi gak ada yang mau terima. Kan dia lulusan SMA doang,]” kata Zivanya.
“[Oiya, kan Valencia mau ikut ke apartemen Danu. Aku boleh ikut kesana gak? Sekalian anter mereka dan nengokin Kinanti.]”
“[Iya, boleh. Nanti kalau aku sempet, aku susulin deh kesana,]”
Setelah berbicara lewat sambungan telpon bersama Arya, Zivanya kembali ke meja di mana Danu, Nino dan Valencia berada.
Tak lupa, ia juga telah memesankan makan siang untuk Kinanti. Setelah itu, ia mengajak Danu, Nino dan Valencia kembali ke mobilnya.
“Aku ikut kesana juga, boleh?” tanya Zivanya pada Danu.
“Emm, boleh sih. Tapi, Ar-“ Zivanya segera memotong perkataan Danu. Ia paham betul apa yang di khawatirkan oleh Danu.
“Udah izin, nanti kalau sempat, dia juga bakal nyusulin aku,” kata Zivanya. Membuat Danu bernapas lega.
.
.
.
Deg! Kinanti yang berada di depan pintu, terkejut melihat suaminya turun dari mobil Zivanya dengan menggendong Valencia.
Danu menggendong Valencia dan berjalan menuju ke tempat istrinya berada. Ia mencium pipi Kinanti.
“Sayang, kenapa berdiri di sini? Nanti kaki kamu pegal lagi,” kata Danu. Tiga bulan lebih sudah terlewati, Danu sudah bersikap lebih hangat pada Kinanti. Ia berusaha sekuat mungkin menutup perasaannya pada Zivanya, dan kembali membuka hati untuk Kinanti, istrinya.
“Aku denger suara mobil, dan kebetulan aku tadi lagi duduk di dalem,” kata Kinanti.
“Mbak Zivanya,” ucap Kinanti dengan lirih.
“Hay, Kin. Apa kabar?” Zivanya mendekati Kinanti dan memeluk wanita itu.
“Baik, mbak,” kata Kinanti.
“Maaf, ya. Udah bikin kaget dan bikin mikir aneh-aneh,” ucap Zivanya sembari terkekeh kecil. “Aku gak sengaja tadi, ketemu suami kamu di jalan. Lagian, yang liat dia tadi bukan aku. Tuh si Valencia!” tunjuk Zivanya pada putrinya yang masih di gendong oleh Danu.
“Hehee, Valen kangen sama Daddy Danu dan Mommy Kinanti. Makanya Valen langsung teriak pas liat Daddy duduk di pinggir jalan,” kata Valencia. “Lagi pula, Valen ingin pastikan. Kapan adik Valen akan keluar!”
Kinanti tersenyum, ia menepis rasa cemburunya jauh-jauh. “Gak lama lagi, adiknya pasti keluar. Do'akan Mommy, ya,” kata Kinanti pada Valencia.
__ADS_1
“Daddy, tolong turunkan Valen. Valen ingin mencium adek,” kata Valencia.
Danu pun segeea menurunkan Valencia dari gendongannya. Valencia segera memeluk tubuh Kinanti dengan erat.
“Ayo masuk, mbak,” kata Kinanti.
Zivanya pun ikut Danu, Valencia dan Kinanti yang memasuki apartemen itu. “Nino, ayo,” kata Zivanya pada Nino yang masih setia di dalam mobil.
“Oiya, kamu makan siang dulu,” kata Danu pada Kinanti, ia meletakan kotak makanan yang di belikan Zivanya ke atas meja.
“Dari mana kamu uang, bang?” tanya Kinanti dengan pelan pada suaminya.
“Bukan aku yang beli, itu Zivanya yang beli,” kata Danu. “Lagian, kalau ada uang. Udah ku belikan belanjaan, bukan makanan kayak gini.” Saat ini, Danu dan Kinanti berada di dapur. Sedangkan Zivanya berada di ruang tengah.
Beberapa saat kemudian, Kinanti kembali ke ruang tengah dengan membawa dua cangkir teh.
“Udah berapa bulan, Kin?” tanya Zivanya.
“Masuk tujuh bulan, mbak,” jawab Kinanti. “Punya mbak berapa bulan, kok belum ketara, ya?” tanya balik Kinanti.
“Masuk empat, dari hamil Nino dulu. Emang kecil, gak begitu ketara,” kata Zivanya.
Kedua ibu hamil itu, terus mengobrol. Sedangkan Danu, ia sibuk bermain dengan Valencia. Lain lagi dengan Nino, anak itu duduk di pojokan sembari bermain game yang ada di ponselnya.
BERSAMBUNG!
.
.
.
Sembari nunggu up, bisa mampir di karya kakak online Neng yang ada di bawah ini ya!
EX MAFIA HOT DADDY
(Bhebz)
Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.
Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.
Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???
__ADS_1