PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)
Chapter 47


__ADS_3

“Siapa kamu? Berani mengatur hidup Zivanya!”


Arya yang menunggu istrinya di dalam ruangan itu kesal, pasalnya Zivanya lama sekali. Jadi. Ia keluar dari ruangan itu untuk menyusul istrinya. Tapi, ia melihat istrinya sedang di tarik dan di ancam oleh karyawannya.


“Tuan Arya!” Ratna menghentikan aksi nya.


“Beng!” Zivanya menahan perih di tangannya yang terasa panas akibat terkena sedikit tumpahan kopi panas yang ia bawa.


“Berani sekali kamu menyakiti istri saya!” Arya menatap tajam pada Ratna. Ia tidak suka pada wanita itu.


“Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu,” kata Ratna hendak berkilah untuk melakukan pembelaan.


“Mulai hari ini, kamu saya pecat!”


“Tuan, Tuan tidak boleh memecat saya. Selama ini saya selalu bekerja dengan baik,” kata Ratna sembari membuat expresi sesedih mungkin.


Arya tidak menghiraukan expresi raut wajah Ratna. Ia sibuk mengusap tangan istrinya yang terkena kopi panas itu.


“Cepat angkat kaki dari perusahaan ini! Sebelum saya panggilkan polisi!” Arya sudah benar-benar habis kesabaran. Ia tidak suka ada yang menyakiti istrinya. Terlebih lagi, saat ini tangan istrinya memerah.


“Tuan, tolong maafkan saya. Jika saya di pecat, bagaimana ibu dan adik saya,” ucap Ratna. Perempuan itu terus mencari simpati Arya.


“Saya tidak perduli, dia ibu dan adikmu. Tidak ada hubungannya dengan saya ataupun perusahaan ini.”


Arya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Dan tidak lama setelah Arya menghubungi seseorang itu. Datanglah dua orang Security.

__ADS_1


“Seret perempuan gila ini keluar!” perintah Arya.


“Biak, Tuan!” kedua Security itu segera menyeret Ratna keluar.


“Tuan Arya, jangan perlakuan saya seperti ini. Saya melakukan semua ini, karena saya mencintai, Tuan!” teriak Ratna dengan tidak tahu malunya. Membuat Arya jijik dan muak.


Ratna terus memberontak, ia tidak terima di pecat oleh Arya.


.


.


.


Arya sudah memerintahkan Willy untuk mengumpulkan semua karyawan yang ada di perusahan DIRGANTARA GRUP. Ia ingin, semua orang mengenal siapa Zivanya dan Valencia.


“Untuk semua orang! Saya tegaskan kepada kalian, wanita ini adalah Zivanya Anatasya, istri saya!” Maka terkejutlah semua karyawan kantor itu. “Dan gadis kecil ini adalah Valencia, anak kedua saya!”


Makin terkejut semua orang, bagaimana bisa. Bos yang selama ini selalu sendiri dan di kabarkan lajang, ternyata telah memiliki istri dan anak. Terlebih lagi, anak yang ada bersama mereka adalah anak kedua. Yang artinya, masih ada anak pertama.


“Jadi, siapa yang tidak suka kepada anak dan istri saya. Silahkan angkat kaki dari perusahaan ini!”


Semua orang terdiam, mau tidak mau dan suka tidak suka. Mereka harus memperlakukan Zivanya dan anaknya dengan baik.


Zivanya menatap haru pada Arya. Ia tidak menyangka, bahwa Arya akan mengumumkan pada semua orang. Bahwa Nino dan Valencia adalah anaknya.

__ADS_1


“Semua orang boleh bubar, dan kerjakan tugas kalian masing-masing!”


Setelah mendapat perintah dari Arya. Maka, seluruh karyawan membubarkan diri. Dan kembali pada ruangan kerja mereka masing-masing.


“Terimakasih, Beng. Terimakasih untuk segalanya. Kamu bukan Cuma menerima aku jadi istri, tapi juga menerima anak-anakku,” kata Zivanya. Ia memeluk Arya dengan erat. Air matanya menetes.


“Jangan menangis, aku tidak suka melihat air matamu menetes,” ucap Arya sembari mengusap air mata istrinya itu.


“Aku menangis bahagia, Beng. Aku sangat beruntung memiliki kamu,” kata Zivanya.


“Bang, jadi gimana sama perempuan tadi?” tanya Willy tiba-tiba. Ia takut, wanita tidak waras itu akan kembali membuat ulah.


“Buat surat laporan dan serahkan pada polisi. Aku ingin, perempuan gila itu menerima bayaran setimpal atas perbuatannya pada istriku. Terlebih lagi, dia sudah menipu kita selama ini, mengatas namakan ibunya yang sakit dan adiknya yang butuh biaya sekolah!”


Ya, Arya sudah mengetahui bahwa wanita itu berbohong padanya. Dan sering meminjam uang dengan mengatas namakan ibunya yang tengah sakit keras dan untuk membiyayai sekolah adiknya. Dan ternyata, semua itu tidaklah benar.


Jadi, Arya ingin memberi pelajaran pada wanita kurang waras itu. Agar ia jera berbuat semena-mena terhadap orang lain. Dan juga tahu diri, di mana posisinya.


BERSAMBUNG!


.


.


.

__ADS_1


Satu Chapter lagi, nanti sore!


Hahahaha!


__ADS_2