
Arya yang baru saja selesai mandi, segera menyusul Zivanya yang sedang bersandar di atas ranjang sembari bermain ponsel.
“Yank, aku udah mandi,” kata Arya sambil menarik ponsel Zivanya dan meletakkannya di sampingnya. Setelah itu, ia menaiki tubuh Zivanya.
“Kamu kok jadi kayak anak kecil sih, Beng!” Zivanya mengalungkan tangannya ke leher Arya. Ia menatap mata Arya yang sudah berkabut gairah itu.
“Aku udah gak sabar, Yank.” Arya mendekatkan bibirnya pada bibir Vanya, mereka berciuman dan makin lama ciuman itu makin dalam, yang tadinya hanya sebatas ciuman, kini menjadi lum*tan dan juga gig*tan kecil. Mereka berdua saling membelit lidah dan bertukar selavina.
Setelah cukup lama, Arya melepas pagutan mereka. Dan kini, Arya sedang menjelajahi area leher putih nan mulus Zivanya. Ia menciumi bahkan menj*lat dan mengg*git di sana, meninggalkan banya jejak cinta.
“Yank, aku buka, ya!” pinta Arya pada Zivanya yang memejamkan mata.
Arya segera menarik tali piyama tipis yang di kenakan oleh Zivanya. Kini, terpampanglah dua bukit indah yang masih terbungkus oleh Bra berwarna merah muda. Begitu pula dengan area bagian bawah Zivanya.
“Emmm, Beng..” Zivanya melen*uh saat Arya menciumi dan menj*lat bukitnya.
Tangan Arya sibuk meraba pengait bra tersebut, setelah bersusah payah. Akhirnya ia berhasil Kini, Ia dan Zivanya sudah sama-sama polos.
Arya makin tidak sabar setelah melihat semua milik Zivanya. Ia pun menerkam Zivanya dengan buas.
“Eummmm..” suara lembut keluar dari bibir Zivanya. Membuat Arya semakin bersemangat.
“Yank, sekarang ya. Udah basah,” bisik Arya di telinga Zivanya. Zivanya hanya bisa menunggu apa yang akan di lakukan Arya selanjutnya. Karena jujur saja, wanita yang belum pernah melakukan hubungan suami istri, jika di sentuh terus menerus pasti menginginkannya. Apalagi Zivanya, yang notabe'nya seorang janda yang memang sudah lama tidak di belai.
“Ahh, sayank.” Des*h Arya saat Jhon miliknya berhasil bersarang pada milik Zivanya.
__ADS_1
Suara lembut juga terus keluar dari bibir Zivanya. Dan tanpa mereka sadari, seseorang terus menelpon pada nomer di ponsel Zivanya. Akibat pergulatan mereka, tidak sengaja tombol hijau yang ada di ponsel Zivanya tergeser oleh tangan Arya yang tidak bisa diam.
Maka, seseorang yang ada di seberang telpon mendengar suara desah*an dari mulut mereka.
.
.
.
“Beng, udah ya. Aku capek,” kata Zivanya. Bagaimana tidak, Arya yang baru pertama kali melakukan hubungan suami istri itu, merasa ketagihan. Dari pukul 20 malam, hingga kini sudah hampir pukul 1. Arya selalu meminta kembali, entah sudah berapa banyak dan berapa kali ia meminta, seperti tak kenal lelah.
“Sekali lagi, ya. Yank!” pinta Arya. “Please.”
“Sekali lagi, tapi abis itu. Udah, ya! Aku bener-bener capek, ngantuk juga,” kata Zivanya.
Setelah mendapat persetujuan dari istrinya, Arya kembali menungganginya seperti kuda. Dengan penuh gairah dan semangat, ia terus memompa tubuh Zivanya. Hingga akhirnya, ia berhasil melakukan pelepasan kesekian kalinya untuk malam itu. Tubuhnya ambruk di samping Zivanya, ia mengecup dahi Zivanya dengan lembut.
“Terimakasih, sayang,” ucapnya.
“Hmmm..”
“Besok pagi, kita main lagi, ya!” ujar Arya.
“Hmmm..” Zivanya yang sudah mengantuk serta kelelahan, hanya menanggapi perkataan Arya dengan deheman.
__ADS_1
“I LOVE U!” bisik Arya, lalu dengan iseng, ia menggigit daun telinga Zivanya.
“Auuch.. Arya!” pekik Zivanya. Ia bangkit, lalu menarik selimut dan menutup seluruh tubuh dan juga kepalanya dengan selimut putih yang tebal itu.
“Hehehe..” kekeh Arya. Setelah itu, ia ikut tidur dengan memeluk tubuh Zivanya. Keduanya tidur tanpa mengenakan sehelai benang pun.
.
.
.
Di sisi lain, setelah mendengar suara dari seberang telpon. Seseorang yang tak lain adalah Danu, tidak bisa tidur. Ia selalu terbayang-bayang permainan liar yang di lakukan Zivanya dengan pria lain.
“Semua ini gak bisa di biarkan! Zivanya hanya milikku, milikku!”
“Sejak awal, janda itu tidak bisa ku sentuh. Tapi, kenapa sekarang dengan mudahnya, ia di sentuh oleh pria lain?”
Danu kesal, ia pun membanting ponselnya hingga hancur.
“Sialan! Dia gak boleh di miliki pria lain, di cuman milikku. Milik Danu Sebastian!
BERSAMBUNG!
Hihihi.. Cuma mau memberi tahu, yang punya vote gratis. Bisa dong, di beri ke Zivanya dan Arya. Biar makin semangat.
__ADS_1