PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)
Chapter 72


__ADS_3

“Bulan depan? Apa kalian yakin waktu sebulan cukup untuk mempersiapkan semuanya? Termasuk melamar dan menjemput orang tua Mei yang ada di kampung?”


Mendengar pertanyaan Arya, Mei dan Willy saling melempar pandang.


“Gak tau, Bang. Makanya kami nanya dan meminta saran sama Abang dan Mbak Vanya,” kata Mei dan Willy serempak.


“Sayang, gimana menurut kamu?” tanya Arya pada Zivanya yang berada di belakangnya. Zivanya tidak menjawab atapun merespon.


Arya mengdongakkan wajahnya, ia lihat istrinya itu tertidur. Ia segera berpindah posisi dengan cara pelan-pelan, ia gendong tubuh istrinya itu dan membawanya ke lantai atas.


“Tunggu sebentar, abang pindahkan Zivanya dulu,” kata Arya kepada Mei dan Willy.


“Iya, bang!” sahut kedua orang itu.


Arya segera menaiki anak tangga dengan pelan, ia menggendong Zivanya ala bridal style. Setibanya di kamar, Arya segera menidurkan istrinya ke atas ranjang yang empuk dengan perlahan.


Ia kecup kening istrinya dan menyelimuti tubuhnya. Setelah itu, Arya kembali ke lantai bawah. Dimana Willy dan Mei berada.


“Mei, geli,” ucap Willy pada Mei yang terus menggelitik perutnya.

__ADS_1


“Hahahaa.. Mei, udah. Nanti di lihat Bang Arya!” Willy menahan pergelangan tangan Mei. Tapi, Mei tidak berenti dan mendengarkan perkataan Willy.


“Mei, jangan salahin aku ya. Kalau aku jadi mesum!” ancam Willy.


Niat awal Willy hanya ingin mengusili Mei dengan cara menggelitik leher Mei. Tapi, Mei malah balik membalas dengan cara menggelitik perutnya.


Karena tidak tahan menahan geli, Willy pun menarik tubuh Mei. Hingga tubuh Mei terjerambab ke atasnya. Kini, posisi kedua anak manusia yang berbeda jenis itu sangat intim.


“Will.. Lepas dong,” pinta Mei pada Willy yang menahan bokongnya dengan cara merem*snya.


“Gak mau,” kata Willy.


“Masa bodo!”


“Ehemm!” Willy dan Mei terkejut setelah mendengar suara Arya yang begitu dekat dengan mereka.


“Tuh kan!” Mei segera menarik tubuhnya agar menjauh dari Willy.


Spontan, Willy melepaskan tangannya yang berada di bokong Mei.

__ADS_1


“Maaf, Bang,” ucap Willy pada Arya yang sudah duduk di sofa yang ada di hadapannya.


Arya hanya diam, ia tidak bisa berkomentar apapun. Karena ia juga sering melakukan itu pada Zivanya, saat masih berada di kompleks anggrek. Bahkan lebih parah dari yang di lakukan Willy dan Mei. Tangannya pun sampai menjalar kedalam pakaian janda anak dua itu sebelum menjadi istrinya.


Mei menjadi salah tingkah, takut dan malu bercampur menjadi satu.


“Baiklah, ku rasa sebulan cukup untuk mempersiapkan semuanya. Minggu depan, kita akan ke kampung halaman Mei untuk menemui kedua orang tuanya,” kata Arya.


“Beneran, Bang?” tanya Willy ingin memastikan apa yang ia dengar.


“Iya, benar. Setelah pulang dari kampung, kalian berdua bisa urus semuanya,” ucap Arya. “Masalah tempat dan acara, biar aku dan Zivanya yang urus. Kita akan menggunakan hotel VALE'S grup sebagai tempat acara resepsi kalian.” Terkejutlah Willy mendengar nama hotel VALE'S grup di sebut oleh Arya.


“Bagaimana bisa kami memakai hotel VALE'S grup? Mbak Vanya dan Abang saja gak pernah pakai fasilitas dari VALE'S grup, alangkah lancangnya kami,” kata Willy dengan perasaan tidak enak hati. Sedangkan Mei, dia hanya diam menyimak.


“Jika tidak di pakai, kapan lagi? Lambat laun, aku juga akan mengumumkan siapa pemilik perusahaan itu. Aku hanya menunggu Nino tumbuh menjadi anak yang dewasa, setelah dia dewasa maka aku akan menyerahkan semua itu padanya dan Valencia. Harta itu adalah milik mereka berdua, peninggalan Almarhum Valentino, Daddy kandung mereka,” kata Arya.


“Lagi pula, setelah kalian menikah. Aku dan Zivanya juga akan memakai hotel itu untuk acara syukuran 3 bulanan kehamilan Zivanya.”


“Kalau begitu, kami menurut saja dengan semua yang abang katakan,” kata Willy. Mei ikut mengangguk.

__ADS_1


Sungguh beruntung Willy dan Mei, bisa bertemu dan dekat dengan Arya juga Zivanya. Orang-orang yang sangat baik dan juga perduli pada orang lain. Tidak pernah memandang status dan perbedaan.


__ADS_2