PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)
Chapter 27


__ADS_3

“Udah, Bang. Semua pakaiannya udah Mei kemasi.” Mei datang dengan tiga koper menarik koper dan meletakannya di dekat Arya dan Zivanya.


“Kita mau kemana, Beng?” tanya Zivanya dengan suara paraunya.


“Pulang kerumah kita, aku gak akan biarkan kamu dan anak-anak tinggal sendirian lagi,” kata Arya. “Aku gak mau, kejadian serupa terulang lagi, awalnya aku ingin memberikan kamu kejutan, tapi ternyata, akulah yang di buat begitu terkejut sama kejadian sore ini!”


“Maafin aku, selalu nyusahin jkamu,” kata Zivanya. Arya kembali memeluk erat tubuh Zivanya.


Pukul 19 malam, Arya yang membawa serta Zivanya dan anak-anak juga Mei. Pergi meninggalkan rumah itu. Arya akan membawa Zivanya tinggal bersama di rumahnya, ia tidak ingin Zivanya mengalami pelecehan dan hinaan lagi.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba di kediaman Arya. Arya segera mengajak Zivanya, Mei dan anak-anak masuk ke dalam rumah itu.


“Mei, kamar mu di pojok sana di samping kamar anak-anak,” kata Arya saat sudah tiba di lantai atas. Ia menujuk bagian pojok ruangan lantai atas itu, di mana berjejer pintu kamar.


“Iya, Bang,” ucap Mei. “Ayo, sayang. Aunty antarkan ke kamar kalian,” kata Mei kepada Nino dan Valencia.


Sedangkan Zivanya, ia berjalan dengan di tuntun oleh Arya. Ia masih sangat takut jika mengingat kejadian sore tadi.


“Sekarang, kamu istirahat dulu.” Arya menuntun Zivanya ke atas ranjang miliknya. Lalu, meminta Zivanya berbaring dan beristirahat.


“Beng, kenapa di kamar kamu?” tanya Zivanya.


“Bukan kamar ku, tapi kamar kita.”


“Tapi kan-“


“Hust!” Arya meletakan jari telunjuknya di bibir Zivanya. “Aku tau, kita belum menikah, tapi besok. Aku akan membawa penghulu dan saksi untuk menikahkan kita,” kata Arya.


“Besok?” tanya Zivanya dengan ragu.

__ADS_1


“Iya, besok.”


“Tapi, Beng. Apa kamu gak malu dan gak jijik mau nikahin aku,” ucap Zivanya. Ia kembali menangis sambil menggosok pipi dan lehernya dengan kasar.


“No! Aku mencintai kamu sejak dulu, butuh pengorbanan yang besar dan waktu yang lama untuk sampai ke titik ini. Aku udah mantapkan hatiku untuk menikahi kamu, aku mencintai kamu, menyayangi kamu lebih dari apapun. Kamu dan anak-anak adalah prioritas utama dalam hidupku!” Arya mencekal pergelangan tangan Zivanya, ia tidak ingin Zivanya menyakiti dirinya sendiri.


“Udah, cukup! Tolong berhenti, jangan sakiti diri kamu sendiri.”


Arya menciumi kembali wajah dan leher Zivanya yang telah di sentuh oleh pria kurang ajar itu. Ia ingin, Zivanya segera melupakannya.


“Beng, udah.”


“Janji sama aku, kalau kamu bakal ngelupain semuanya. Karena, aku ada di sini, untuk kamu,” ucap Arya. “Sekarang, kamu istirahat.”


Arya menyelimuti tubuh Zivanya, lalu mencium kening Zivanya. Setelah itu, ia meninggalkan Zivanya sendirian di dalam kamar itu.


Arya masuk kedalam ruangan kerjanya, di sana, ia nampak menghubungi seseorang.


“[Baik, Tuan. Akan saya kirimkan pagi-pagi sekali.]”


Setelah itu, Arya keluar dari ruangan kerjanya itu. Ia segera keluar rumah dan masuk Kedalam mobilnya. Ia pergi menuju restoran yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Ia membeli banyak makanan untuk Zivanya, dan juga anak-anak. Ia tahu, Zivanya, Mei dan anak-anak pasti belum sempat makan. Terutama dirinya, setelah dari bandara, ia segera menuju ke kediaman Zivannya yang jaraknya cukup jauh.


Setelah membeli makanan, ia segera kembali. Lalu, menata makanan itu di atas meja, begitu selesai. Ia menaiki anak tangga, memanggil Mei dan anak-anak juga Zivanya.


“Yank, bangun. Kita makan dulu yuk,” ucapnya sembari mengusap pelan pipi Zivanya. Sedangkan Mei, ia sudah di panggil lebih dulu oleh Arya, jadi ia tinggal membangunkan anak-anak saja.


“Kamu masak, Beng?” tanya Zivanya sembari bangkit dari atas ranjang.

__ADS_1


“Enggak, aku beli tadi di restoran dekat sini,” jawab Arya. Lalu, ia mengajak Zivanya menuju ruang makan.


Mereka semua pun makan dengan lahap. Setelah makan, Arya kembali mengantarkan Zivanya beristirahat. Begitupun dengan Mei dan anak-anak.


“Beng, jangan kayak gini!” protes Zivanya saat Arya memeluk tubuhnya dari belakang, di atas ranjang itu.


“Kayak gini aja, aku janji gak akan macam-macam. Aku Cuma mau nemenin kamu tidur aja,” kata Arya sambil memejakan matanya.


“Janji ya, gak macam-macam!”


“Iya janji, ayo tidur. Besok kita harus kembali ke komplek untuk memberi para ibu-ibu itu pelajaran.”


Arya tertidur lelap dengan memeluk tubuh Zivanya dengan erat. Mereka berdua pun tertidur lelap hingga hari menjelang pagi.


BERSAMBUNG!


Sembari nunggu up, bisa mampir di karya yang ada di bawah ini ya!


Judul: Legenda sang dewi alam Luxia


Penulis: Lidiawati06


Luxia di lahirkan dengan tanda lahir Burung Phoniex di sebelah lengan kirinya, dan dia di takdirkan menjadi seorang penyelamat.


Meskipun ayahnya seorang kaisar, Luxia harus tetap berhati-hati demi keselamatannya dari musuh yang siap menyerang dan mengendalikan kekuatan yang dia miliki, agar tidak berubah menjadi iblis sang penghancur dunia apa yang harus Luxia lakukan?


Akan tetapi dengan kemampuan yang dia miliki, meski banyak ancaman yang datang kapan saja apakah Luxia akan berhasil menyelamatkan dirinya dari seorang yang berniat jahat?


Berhasilkah Luxia menyelamatkan dunia dan tidak harus menjadi seorang iblis penghancur?

__ADS_1


Apakah yang akan Luxia hadapi nanti? dan bagaimana cara Luxia menyelamatkan dunia dan menjaga dirinya agar tak menjadi iblis sang penghancur? saksikan perjalanan Luxia



__ADS_2