PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)
Chapter 35


__ADS_3

Valencia yang baru saja pulang, segera berlari menaiki anak tangga dan menuju kamar Mommy dan Daddy nya itu berada.


Gadis kecil itu, membuka pintu dan mendekati Mommy nya yang terlelap dan di peluk oleh Daddy barunya itu.


Dengan perlahan, gadis kecil itu meyentuh kening Mommy nya. “Cepat sembuh ya, Mom. Valen sangat sayang sama Mommy,” kata Valencia dengan lirih. “Makasih Daddy Arya, sudah mau menjaga Mommy Valen.”


“Sayang, kamu sudah pulang?” tanya Zivanya. Sebenarnya, ia sudah bangun sedari tadi, sebelum anaknya memasuki kamar itu. Tapi, ia memilih pura-pura tidur.


“Sudah, Mom. Maaf ya, Valen menganggu Mommy,” kata Valencia. “Sekarang Mommy tidurlah lagi, Valen akan keluar untuk menemani Aunty Mei.”


“Valen tidak ingin menemani, Mommy?” tanya Zivanya sembari melepaskan tangan Arya yang melingkar di perutnya. Lalu, ia beringsut dan memberi ruang untuk putri kecilnya, agar bisa duduk di sampingnya.


Valencia segera naik ke atas ranjang Mommy dan Daddy nya. Ia mencium pipi Mommy nya itu.


“Mom, sepertinya Daddy sangat kelelahan. Kasian dia, menjaga Mommy semalaman,” ucap Valencia dengan pelan.


“Menjagaku bagaimana, justru dia yang bikin aku gak tidur semalaman,” batin Zivanya.


“Valen bersyukur sekali, bisa punya Daddy seperti Daddy Arya,” kata Gadis kecil dengan mata berbinar.


Zivanya ikut senang mendengar perkataan putrinya, ia juga bersyukur putra dan putrinya mau menerima Arya.


“Hey, gadis kecil Daddy sudah lama di sini?” tanya Arya sembari membuka matanya perlahan.


“Upss! Kehadiran Valen, membuat Daddy terganggu, ya!”


“No, sayang. Valen sama sekali tidak menggangu,” kata Arya. “Sini, pindah ke tengah. Dekat sama Daddy!” pinta Arya.


Arya dan Valencia mengobrol dan bermain di atas ranjang itu. Sedangkan Zivanya, ia menjadi pendengar setia. Os sangat bahagia melihat Arya yang benar-benar tulus menerima dirinya dan juga kedua anaknya.


.


.


.


Dua hari kemudian.


“Beng, aku mau ke supermarket. Mau belanja kebutuhan dapur,” pamit Zivanya pada Arya.


“Aku temani, ya!” ujar Arya.


“Kamu kan mau ke kantor. Lagian, aku bisa sendiri.”

__ADS_1


“Ya udah deh, jangan lama-lama. Aku gak mau, istriku di lirik pria lain dan di kira janda genit,” ucap Arya sembari tersenyum manis.


“Dih, Beng!” Zivanya memukul lengan Arya.


Arya segera melajukan mobilnya menuju perusahaan, sedangkan Zivanya. Setelah suaminya pergi ke perusahan, ia segera bergegas menuju supermarket. Rencananya, ia akan membeli sayuran dan juga bahan makanan lainnya yang masih segar.


Zivanya mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobil yang dari dulu ia miliki, dan terpaksa harus di simpan oleh Arya beberapa bulan lalu, karena menjalankan rencana Zivanya yang pura-pura bangkrut. Kini, di pakai kembali oleh Zivanya. Tidak ada alasan lagi untuk takut kepada orang lain, karena sudah ada Arya yang menjaga dirinya dan anak-anak.


Setengah jam kemudian, Zivanya tiba di depan supermarket. Setelah memarkirkan mobilnya, ia pun segera keluar dan memasuki supermarket itu.


“Itu kan Zivanya!” ujar seseorang. “Aku harus temuin dia!” orang itu turun dari mobilnya, lalu mengejar Zivanya yang lebih dulu berada di dalam supermarket.


“Van!” panggil orang itu.


Zivanya yang mengenal suara itu, menghembuskan napasnya dengan berat.


Zivanya pura-pura tak mendengar, ia terus memilih buah yang ada di hadapannya.


“Zivanya!” bentak orang itu, yang tak lain adalah Danu. Ia mencekal pergelangan tangan Zivanya yang sibuk memilih buah.


Zivanya kesal, ia menatap sinis pada Danu. “Kamu mau apa sih? Ganggu aku terus! Baru sadar sekarang, kalau kamu kehilangan aku?”


“Cih, dasar perempuan murahan!” Hina Danu.


“Bagus ya kamu sekarang, udah balik lagi jadi janda kaya yang berduit. Setelah memanjat ranjang seorang pria kemarin malam!” ujar Danu.


“Katakan sama aku, sama siapa kamu menghabiskan malam liar kamu kemarin malam?” Danu semakin kuat mencengkram tangan Zivanya.


“Bukan urusan kamu, mau ranjang siapapun yang aku naiki. Asal bukan ranjang kamu,” kata Zivanya sambil meringis menahan sakit pada tangannya.


“Apa bedanya aku sama pria kamu itu, Zivanya? Kalau kamu butuh uang, aku bisa kasih ke kamu. Aku udah kaya sekarang, aku bukan Danu yang dulu lagi,” kata Danu dengan percaya diri.


“Heh, kaya dari hasil menipu seorang janda? Aku tidak sudi menerima uang dari kamu!”


Danu semakin emosi, ia tidak bisa menaklukan Zivanya. Zivanya yang sekarang berbeda dengan Zivanya yang dulu ia kenal. Zivanya yang lembut dan lemah, telah menjadi Zivanya yang berani serta keras kepala.


Tiba-tiba ponsel yang ada di dalam tas Zivanya berdering.


“Lepasin, Danu!” Zivanya menghentakan tangannya yang di cekal oleh Danu. Danu pun melepaskan pergelangan tangan itu.


Dengan cepat Zivanya mengambil ponsel itu, dan mengangkat panggilannya.


“[Hallo, Beng!]”

__ADS_1


“[Kamu masih di supermarket?]” tanya seseorang dari seberang telpon, yang tak lain adakah Arya.


“[Masih, Beng. Ini baru aja sampek.]”


“[Jangan kemana-mana, aku kesana sekarang!]” Arya segera mematikan sambungan telpon itu.


“Pria liar kamu?” tanya Danu.


“Bukan urusan, kamu!” timbal Zivanya.


“Kalau masalah ranjang, aku bisa puasin kamu Zivanya. Ayolah, kembali sama aku!” ujar Danu dengan tak tau malunya.


“Maaf, aku gak sudi kembali sama pria penjilat seperti kamu!” Zivanya menghina Danu mati-matian. Tapi, Danu sama sekali tidak menghiraukan hinaan yang di lontarkan oleh Zivanya. Dia tetap ingin, Zivanya menjadi miliknya.


“Lepasin aku, Danu!” Zivanya berontak saat tiba-tiba Danu menarik tangannya dan memaksanya menjauh dari supermarket itu.


“Kamu harus ikut aku sekarang, aku gak perduli kamu mau bilang aku penjilat atau apapun. Yang pasti, aku menginginkan kamu!” Danu menarik paksa Zivanya keluar dari tempat itu.


“Lepaskan istri saya!” Arya tiba, ia melihat istrinya sedang di tarik paksa oleh seseorang. Membuat ia menjadi murka.


BERSAMBUNG!


.


.


.


Sembari up, bisa baca karya kakak online Neng yang ada di bawah ini ya!


Judul: My Boss My Brondong


Penulis:Mekha Chan


BEKERJA DENGAN BOSS YANG UMURNYA LEBIH MUDA DARIMU, MEMBUATMU MERASA HARUS LEBIH DIHORMATI? TIDAK DENGAN BOSS SATU INI, DIA ADALAH BOSS YANG LEBIH DINGIN DARI SEBONGKAH ES.


Indira Pertiwi, seorang janda berusia 30 tahun mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak satu-satunya.


Awalnya Indi ditolak di perusahaan Wijaya yang dipimpin oleh Arya Wijaya, namun pada akhirnya Indi diterima juga di perusahaan Arya. Walaupun harus menghadapi Boss yang super dingin, tapi demi pekerjaan Indi tetap bertahan. Sampai suatu saat ada benih-benih rasa tumbuh dan berkembang.


Bagaimana kelanjutan cerita Indi? Dan apakah Indi akan bahagia pada akhirnya saat menjalin hubungan dengan seorang Arya Wijaya?


__ADS_1


__ADS_2