Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
102. Sperti Seorang Raja


__ADS_3

Mengenakan jubah mandi, aku duduk di taman yang berada di atap toko Asongan. Menikmati pemandangan kota di malam hari dengan sebatang rokok yang menemani.


Senyumku mengembang


“Luar biasa.” gumamku.


“Aku merasa sedang hidup di dunia impian.”


Asap rokok keluar dari mulutku, pikiranku merasa rileks setiap kali menghisap asap penuh racun itu.


Memikirkan kembali apa yang aku alami setelah terjadinya Outbreak, membuatku berpikir jika semua ini mirip dengan cerita tentang pergi ke dunia lain.


“Memulai hidup baru dari nol, perlahan menjadi yang terkuat hingga akhirnya membentuk Harem. Bukankah ini terlalu luar biasa untuk menjadi kenyataan. Awokawokawk...”


Aku tertawa terbahak-bahak dengan apa yang aku pikirkan. Pada akhirnya aku terbatuk-batuk karena asap rokok yang tidak sengaja terhirup saat aku tertawa.


“Uhuk, ini sangat berbahaya.”


Berhasil menenangkan diri, aku kembali menikmati pemandangan. Hingga hidungku mencium aroma yang menyebar dari cerobong asap.


Saat ini Siti sedang memasak makanan malam, mencium aroma makanan yang ia buat membuat perutku semakin lapar.


“Ah, benar juga aku belum meminta izin pada Yuki untuk menjadikan Siti sebagai pegawai tetap Toko Asongan.”


Aku segera mengambil ponsel untuk menghubungi Yuki. Dalam waktu singkat panggilanku langsung tersambung, Yuki seperti sedang menunggu telefon dariku.


{Abang!}


Suara yang begitu enerjik sangat khas dari sang Wali kota terdengar dari ponsel. Karena begitu nyaring aku sampai menjauhkan ponsel dari telingaku.


“Bukankah suaramu terdengar lebih bersemangat dari biasanya?.”


{Hah? Tetapi aku merasa jika biasanya aku seperti ini kok}


“Ya syukurlah kalau kamu masih tenang seperti biasanya. Padahal sebelumnya aku sempat khawatir padamu karena masalah dengan pihak militer. Tetapi sepertinya aku menghawatirkan sesuatu yang tidak perlu.”


{Fueee... Abang Budi menghawatirkan aku. Jangan sampai Raya tahu tentang ini jika tidak nanti dia cembekur}


“Apa masalahnya menghawatirkan seorang teman?.”


Perhatianku tertuju pada Mansion yang tepat berada di sebrang jalan depan toko. Salah satu kamar di lantai dua difungsikan sebagai ruang kerja Yuki.


Dari jendela ruang kerja, aku dapat dengan mudah menemukan gadis itu yang sedang mengangkat telefon dariku.


“Yuki apa kau tidak takut jika ada penembak jitu yang mengincar nyawamu?.”


{Kenapa harus takut? Kan ada Abang}


Suara cekikikan gadis itu mulai terdengar di telepon.


“Walaupun aku menang menjaga Mansion dari toko Asongan, namun tidak ada yang tahu apa yang bisa terjadi. Bisa saja ada seseorang dengan kekuatan spesial yang dapat lolos dari pengamatan ku.”


Aku berusaha untuk memperingati Yuki agar lebih waspada. Dunia ini menjadi aneh setelah monster menyerang, tetapi jauh lebih aneh lagi saat sistem status ditetapkan.


Sekarang semua orang dapat meningkatkan kekuatan lebih mudah dengan naik level. Mempelajari keahlian unik pun tidak kan sesulit sebelumnya.

__ADS_1


Menyadari itu semua membusuk berpikir jika akan ada banyak orang sepertiku yang bermunculan.


Orang-orang dengan kekuatan diluar ranah manusia. Karena itu kami harus mengantisipasi semua kemungkinan buruk yang bisa terjadi.


{Seseorang dengan kekuatan setara Abang Budi? Berdasarkan hasil turnamen sebelumnya, aku merasa tidak ada yang cocok untuk setara dengan Abang selain Raya}


Aku terus mengobrol dengan Yuki hingga lupa dengan tujuan awal ku menelfon dia.


Tetapi untungnya aku segera ingat saat melihat Siti yang datang ke atap membawa makan malam kami.


Penampilan Siti yang terlihat berbeda membuatku mematung.


{Abang? Halo Abang Budi kok diam?}


Suara Yuki di ponsel akhirnya membuatku kembali sadar. Tetapi tatapanku tidak dapat lepas dari Siti yang sedang menyajikan makanan di meja.


Siti mengenai seragam maid classic hitam putih dengan bagian dada yang sanga terbuka, menggugah selera saat memandangnya.


Rambut hit panjang dikepang dua membuatnya terlihat begitu polos, namun terkesan misterius saat gadis itu menunjukkan raut wajah datar.


“Apa penampilan itu yang kau gunakan saat melayani majikan mu sebelumnya?.”


Aku bertanya karena sangat penasaran bagaimana dia bisa berpenampilan seperti itu.


“Ya tuan, Ji-san mengharuskan setiap pelayannya untuk berpenampilan seperti ini.”


“Aku dapat melihatnya, dia pasti pria yang sangat berbudaya.”


Membayangkan banyak wanita cantik dengan penampilan maid seksi di sekitar ku, membuatku seakan sedang hidup di surga dengan para bidadari yang siap melayani.


Siti mengatakan jika terdapat tujuh pelayan khusus yang diseleksi secara ketat untuk melayani tuannya.


Itu membuatku penasaran dengan enam rekan Siti yang lainnya, apakah mereka juga secantik dia?.


“Sayangnya mereka tidak selamat.”


“Tck, sial.”


Tadinya aku berpikir untuk mengumpulkan semua ketujuh (bola naga) pelayan bidadari, tetapi sayang mereka semua sudah pergi ke alam baka.


***


Aku kembali berkomunikasi dengan Yuki, saat Siti dengan lembut menyuapiku.


‘Tidak ada yang salah menikmati hidup seperti seorang raja saat banyak orang menderita di bawah sana.’


Aku merasakan keegoisanku mulai tumbuh semakin besar manakala kehidupanku semakin lebih baik.


Permintaan untuk mengambil Siti sebagai pegawai resmi disetujui oleh Yuki.


Besok kami akan pergi ke mansion untuk mengambil semua barang Siti dan memindahkannya ke toko.


Kemudian aku juga mengatakan jika pembangunan Pembangkit listrik akan selesai besok.


Aku akan mengijinkan beberapa orang untuk melihat pertama kalinya Pembangkit listrik bekerja.

__ADS_1


Yuki tentu cukup terkejut karena proses pembangunan hanya berlangsung selama tiga hari. Dia sempat mempertanyakan kapasitas energi yang bisa dihasilkan oleh pembangkit listrik itu.


Tetapi dia tidak dapat mengatakan apa pun saat aku dengan jujur mengatakan jika pembangkit listrik dapat menyediakan sumber energi listrik sebesar 15 gigawatt.


{Walaupun Abang memang hebat, tapi ini agak terlalu berlebihan. Apa Abang sedang melawak?}


Yuki terdengar ragu jika aku bisa membuat pembangkit listrik dengan kapasitas daya sebesar itu dalam waktu singkat.


“Oh... kau tidak percaya padaku rupanya.”


Suaraku agak meninggi membuat makanan di dalam mulut keluar, namun Siti segera membersihkannya dengan penuh perhatian.


{Heh! Rupanya Abang sungguh-sungguh mengatakan jika pembangkit listrik sudah selesai}


“Jika tidak percaya, kalian bisa datang ke sana besok.”


{O.... okey, besok mari kita lihat..}


Aku dapat merasakan jika Yuki masih meragukan ku. Tetapi juga membuatku sangat penasaran dengan ekspresi yang akan dia buat saat melihat pembangkit listrik yang aku buat dengan waktu tiga hari.


Setelah pembangkit selesai dibangun, mungkin kota akan kembali mengadakan Pesta besar untuk merayakannya.


Kemudian telefon pun diakhiri dengan percakapan tentang keadaan kota dan hubungan dengan pihak militer.


Yuki mengatakan jika dampak dari perkataannya telah mengakibatkan posisi pihak militer sangat rendah di mata masyarakat.


Itu pasti efek dari pengaruh kemampuan Yuki yang merupakan seorang perdana menteri.


Keahlian [Influencer] yang baru saja dia buka setelah menembus level dua puluh, membuat Yuki memiliki dukungan penuh dari penduduk yang berada di wilayah kekuasaannya.


Keahlian itu membuat apa yang Yuki rasakan dapat tersampaikan pada warga kota Sawi.


Yang berarti jika Yuki membenci seseorang maka semua warga pun akan merasakan kebencian yang sama.


Kemampuan yang sangat gila sih menurutku.


“Apa kau sempat berpikir menjadi artis instaons? Kau pasti akan mendapatkan banyak uang dari pengiklan pengiklan.”


{Keahlian ini tidak sebagus itu kok. Selain waktu jeda yang cukup lama yakni 6 jam. Kemampuan ini juga hanya berpengaruh selama 10 menit}


Itu artinya keahlian baru Yuki seperti sebuah pengendali pikiran. Dia dapat memanipulasi semua warga kota Sawi selama sepuluh waktu sepuluh menit.


Bayangkan jika ada ribuan pendemo yang meminta Yuki turun jabatan, lalu gadis itu menggunakan kekuatannya untuk memanipulasi seluruh penduduk diwilayahnya.


Karena kebencian Yuki pun menginginkan semua pendemo itu mati.


Lalu kira-kira apa yang mungkin terjadi?.


“Itu cukup mengerikan.”


Aku tidak dapat membayangkannya.


***


Bersambung.

__ADS_1



__ADS_2