Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
55. Pembukaan Toko Asongan


__ADS_3

Sejak pertama kali dibuka, toko Asongan sudah dipenuhi oleh pengunjung. Mereka ingin melihat apa yang dijual di toko milik pemuda yang selalu berada dekat dengan dua gadis paling populer di kota Sawi.


Senjata, Armor dan berbagai jenis obat-obatan ajaib. Semua item yang dijual adalah perlengkapan yang sangat berguna untuk melakukan perburuan. Banyak orang yang tertarik untuk membeli sesuatu dari toko ini.


Namun ada masalah yang dihadapi oleh para pelanggan jika ingin membeli di toko ini, yaitu penjual tidak mau menggunakan uang sebagai alat transaksi melainkan Batu (inti) Monster.


Kebijakan itu banyak menimbulkan protes para pelanggan, tetapi mereka akhirnya mengerti setelah mendengar alasan yang masuk akal mengenai fakta jika saat ini uang tidak bisa digunakan karena perekonomian dunia tidaklah stabil.


Tetapi selain menggunakan Batu Monster, Budi juga mengatakan jika pelanggan bisa melakukan barter menggunakan material Monster. Mengetahui itu beberapa Hunter pun datang untuk melakukan transaksi.


“Hey kenapa kau memasang tulisan ‘Barang palsu tidak bisa dikembalikan’, apa itu artinya jika semua barang di toko ini ada yang palsu?.” salah satu pelanggan bertanya tentang papan yang Budi pasang di bawah papan nama tokonya.


“Benar, sebenarnya aku ini Penipu.” balas Budi dengan entah. Dia terlihat bangga saat mengatakannya.


Mendengar itu membuat beberapa orang menjadi ragu untuk membeli. Sementara itu para gadis yang melihatnya hanya bisa menutupi wajah mereka.


Sebenarnya semua barang yang dia jual adalah asli buatannya sendiri, namun Budi tetap memasang papan peringatan untuk mencegah orang-orang nakal yang ingin mencari masalah dengannya.


‘Aku tidak punya waktu untuk meladeni orang bidah yang mencoba memeras ku dengan alasan senjata dan obat yang aku jual tidak bekerja atau semacamnya.’


Budi adalah pemuda yang selalu memikirkan kemungkinan terburuk, namun sukar menggunakan kepalanya untuk memikirkan kemungkinan terbaik.


Dalam dua jam pembukaan toko, Budi telah mendapatkan banyak bahan monster hasil dari barter dengan para Hunter. Sebagian besar item yang diminati para pelanggannya adalah Armor kulit kelinci dan tombak, sedangkan material terbanyak yang Budi dapatkan adalah Belati Kelinci.


“Bukankah kalian bermain terlalu aman?.” ucap Budi saat melihat lima orang yang menukar material monster dengan lima Tombak Tanduk Kelinci.


Mendengar perkataan Budi sontak membuat kelimanya marah.


“Kau pikir bertarung dengan monster adalah sebuah permainan!.”


“Ya, kami mempertaruhkan nyawa untuk memusnahkan monster.”


“Orang sepertimu yang hanya bisa menjadi penjaga toko tidak akan mengerti kesulitan yang dihadapi para Hunter.”


“Cih, menjijikkan bagaimana mungkin pria sepertimu dipilih untuk menjaga toko milik nona Yuki dan nona Raya.”


“Kau pasti menggunakan Pelet bukan, mengaku saja kau!.”


Seolah kebakaran jenggot, kelima pelanggan begitu marah karena Budi mengaggap enteng pekerjaan memburu monster. ‘Sepertinya aku tidak mengatakan seperti itu.’ batin Budi.


“Aku hanya ingin mengatakan jika setiap orang memiliki keahliannya masing-masing. Jika kalian terus menggunakan Tombak maka kalian tidak akan mengetahui keahlian terpendam yang kalian milik.”


Ketika proses jual beli berakhir kelimanya langsung pergi tanpa peduli dengan saran yang Budi katakan.

__ADS_1


“Keahlian terpendam, kau percaya itu dikatakan dari orang cacat Sepertinya?.”


“Ahahaha, lelucon macam apa itu. Apa dia tidak melihat kondisi tubuhnya sendiri?.”


“Aku pikir dia hanya iri karena kita bisa berburu monster dan menjadi lebih terkenal di kota.”


Mereka meninggalkan toko dengan tawa keras. Sementara itu Budi hanya menghela nafas melihat para Hunter yang tidak mau mendengarkan sarannya.


“Sangat disayangkan.” ucap Budi yang saat ini tengah menggunakan kemampuan mata naga miliknya. Walaupun saat ini mata naga tertutup oleh kain perban, namun kekuatannya tidak berkurang sedikitpun.


[Fajar]


Ras: Manusia


Gelar: Hunter


Job: Penggunaan Tombak Level 6


Keterangan: memiliki bakat alami dalam bidang sihir.


[Dimas]


Ras: Manusia


Gelar: Hunter


Keterangan: Memiliki bakat alami menggunakan Pedang.


[Beni]


Ras: Manusia


Gelar: Hunter


Penggunaan Tombak Level 6


Keterangan: Memiliki bakat alami dalam ilmu pengobatan.


[Kristina]


Ras: Manusia


Gelar: Hunter

__ADS_1


Penggunaan Tombak Level 4


Keterangan: memiliki bakat alami menggunakan belati.


[Gisel]


Ras: Manusia


Gelar: Hunter


Penggunaan Tombak Level 4


Keterangan: memiliki bakat alami menggunakan Panah.


Dengan bantuan dari mata naga yang dia miliki, Budi dapat mengetahui bakat terpendam yang dimiliki seseorang. Walaupun kelima Hunter butuh menolak saran yang dia berikan, tetapi tidak serta-merta membuat Budi mengabaikan mereka.


Budi mencatat secara rinci apa yang dia lihat dari para Hunter yang mengunjungi toko. Nantinya catatan itu akan diberikan pada Raya maupun Yuki sebagai kajian untuk merekrut anggota guild.


Setelah mata hari telah naik di atas kepala toko mulai sedikit renggang. Masih ada banyak pelanggan yang melihat-lihat tetapi tidak sebanyak di pagi hari.


“Para Hunter mungkin sedang berburu hingga sore.” Budi berusaha memahami kebiasaan para Hunter di kota Sawi.


Dia cukup menikmati ketenangan ini, beberapa pelanggan datang dan pergi, memiliki waktu luang yang membuat Budi bisa bersantai. Membaca buku atau melakukan latihan ringan untuk membuang waktu, dia sangat menikmati pekerjaannya sebagai penjaga toko.


“Sepertinya belum ada yang berani membeli potions.” Ucap Budi saat dia melihat di rak penjualan beragam potions masih penuh tanpa ada satupun yang terjual.


Keadaan itu disebabkan oleh peringatan yang berada di depan toko, membuat pelanggan takut mengkonsumsi obat palsu. Tetapi peringatan itu sepertinya tidak berpengaruh pada pelanggan yang ingin membeli senjata.


Waktu berlalu sore pun datang. Seperti yang Budi perkiraan jika para Hunter akan kembali dari perburuan saat sore. Itu pasti karena monster yang muncul saat malam hari.


Saat para Hunter kembali ke kota, banyak diantaranya datang ke toko untuk menukar material yang mereka dapatkan selama berburu. Akibatnya toko pun kembali ramai seperti saat pagi.


“Kupikir kau lebih baik menyimpan Belati Kelinci yang kau miliki untuk nanti digunakan sebagai latihan melempar.”


Budi kembali memberikan saran pada salah satu pengunjung toko.


“Hah!. Kenapa kau justru menyarankan ide konyol seperti itu, apa kau sudah kehabisan stok Tombak Tanduk Kelinci?.”


Namun seorang yang sudah-sudah, pengunjung itu tidak mau mendengar.


Toko tutup jam tujuh malam. Budi hendak menutup toko,namun dua merasa ada beberapa orang yang mengawasinya,.


“Mereka masih memantau.” gumam Budi yang sudah merasakan orang-orang itu memperhatikan tokonya sudah sejak siang hari.

__ADS_1


Dengan (Hero Sense) Budi dapat melihat semu yang ada disekitar toko hingga jarak luas. Bahkan mungkin pemuda itu bisa mengetahui semua hal yang terjadi di seluruh kota Sawi setelah keahlian peningkatan semua Indra dari job Hero mencapai level maksimum.


“Akhirnya mereka datang.” Budi merasakan beberapa orang yang terus mengawasinya mulai mendekat.


__ADS_2