
[Sistem telah diperbaharui, sekarang setiap orang dapat melihat status milik sendiri dengan cara menyebut kata kunci ‘Buka status’ baik secara lisan maupun dalam pikiran]
Suara sistem seketika meredam keributan yang disebabkan oleh sepuluh ribu manusia seketika. Sekarang mereka fokus pada statistik masing-masing.
“Rupanya seperti ini statistik yang aku miliki.”
Gumam Raya saat tatapannya tertuju ke bawah. Budi sama sekali tidak dapat melihat latar statistik yang Raya lihat.
itu membuat Budi berpikir jika statistik milik seseorang tidak dapat di lihat oleh orang lain. ‘Bukan masalah besar, karena aku memiliki mata Naga.’ pikir Budi.
Menggunakan Mata naga yang tertutupi topeng. Budi mencoba melihat statistik semua orang di dalam area putih.
Dibantu oleh Omega, Budi mencoba mengukur kekuatan mereka.
[Laporan hasil penilaian]
“itu cepat.”
Omega sudah mencatat semua kekutan dari setiap orang menggunakan keahlian deteksi dan Mata naga.
Hasilnya semua orang yang ada di tempat ini memiliki dua kesamaan yakni mereka sudah mencapai level 20, dan sebagian besar memiliki job Explorer yang artinya mereka pernah memasuki penjara bawah tanah.
Mereka juga bukan berasal dari satu negara tertentu, yang berarti mereka berasal dari berbagai negara di dunia.
Melihat data itu membuat Budi menarik kesimpulan jika persyaratan untuk ‘Diundang’ oleh sistem adalah mencapai level 20 dan pernah memasuki Dungeon.
Setelah mendengar analisis dari Budi, Raya sangat menyesalkan karena tidak menyeret Yuki dan ibunya untuk menaikkan level di dalam Dungeon.
“Tetapi aku yakin ada lebih banyak orang yang sudah mencapai level dua puluh setelah enam bulan Outbreak. Contohnya Rohid, aku tidak bisa menemukannya di manapun.”
Budi merasa aneh karena hanya ada sepuluh ribu orang yang diundang. Dia berpikir jika ada kualifikasi khusus untuk memilih siapa yang diundang, namun dia tidak tahu kualifikasi seperti apa.
“Rango apa kau bisa melihat statistik milikku?.” tanya Raya.
Budi hanya menggeleng kepalanya sebagai jawaban. Budi pun membuka statistik miliknya, itu tidak terlihat berbeda dari yang ia lihat dari menu statistik biasa.
Sama seperti Budi, Raya juga tidak bisa melihat layar statistik milik orang lain.
[Setelah melihat statistik, kalian juga bisa mengganti job. Namun berhati-hatilah karena setelah berganti job makan kalian akan kembali ke level satu dan semua keahlian yang berkaitan dengan job sebelumnya akan dinonaktifkan]
Pada awalnya setiap orang merasa senang saat melihat job mereka bisa diganti. Namu kesenangan itu berubah menjadi kekecewaan saat mengetahui fakta jika mengganti job akan membuat mereka kembali ke level dasar.
Itu artinya mereka harus membuang semua progres yang didapat setelah susah payah melawan monster dengan taruhan nyawa selama berbulan-bulan.
Senyum Budi melebar saat melihat tidak ada seorangpun yang berniat Mengganti job mereka.
__ADS_1
Ketika setiap orang takut jika level mereka turun akibat berganti pekerjaan, Budi justru bisa bebas mengganti pekerjaan tanpa takut turun level dengan menggunakan keahlian Job Setting.
“Aku tahu Job Setting adalah keahlian curang karena bisa menggunakan empat job sekaligus. Namun tidak aku sangka bisa segila ini.”
Budi menikmati melihat wajah kebingungan setiap orang. Raya pun demikian, dia merasa jika pekerjaan sebagai ahli Tombak cukup menarik.
Namun melihat level pekerjaan Commander miliknya sudah hampir mencapai level tiga puluh membuat Raya ragu untuk menggantinya.
Melihat itu Budi pun memberikan saran untuk Raya agar tidak mengganti pekerjaan Commander.
“Kenapa demikian?.” tanya Raya penasaran.
“Karena itu sangat cocok untuk mu.”
Budi memikirkan posisi Raya sebagai pemimpin guild terbesar di kota Sawi, pekerjaannya saat ini akan membuatnya lebih mudah berkembang daripada pekerjaan lainnya.
Namun sepertinya Raya tidak berpikir demikian, wajahnya mulai merona merah karena salah mengartikan sesuatu.
Setelah memberikan waktu sepuluh menit untuk semua orang berpikir, akhirnya suara sistem dunia kembali terdengar.
[Setelah semua orang siap, maka tibalah saatnya permainan dimulai].
Lingkaran teleportasi seperti sebelumnya kembali muncul di bawah kaki setiap orang.
“Waaa, bagaimana ini!.”
“Raya tenanglah, mungkin ini hanya akan menjadi tantangan biasa.”
Budi mencoba menenangkan gadis yang terus memeluk lengannya.
“Tantangan seperti apa?.”
“Entahlah, mungkin kompetisi bertahan hidup.”
Budi tidak tahu pasti apa yang akan dia hadapi.
Namun melihat banyaknya manusia yang dipanggil dan kode dari sistem dunia jika para dewa sedang menyaksikan, membuat pemuda itu yakin jika semua orang di area putih itu akan saling diadu.
Cahaya dari efek teleportasi semakin terang membuat Raya semakin takut jika dikirim ke tempat yang tidak diketahui seorang diri.
Walaupun dia terus memeluk lengan Budi, tetapi dua tidak yakin jika akan terus bersama pemuda itu. Budi juga merasakan hal yang sama.
“Raya.”
“?.”
__ADS_1
Rata terkejut saat tiba-tiba rambutnya di usap oleh Budi.
“Jika kita terpisah, cobalah terjadi tetaplah bertahan dengan cara apa pun. Aku pasti akan menemukanmu.”
Mata Raya berbinar saat mendengar perkataan Budi. Tetapi amun sebelum mengatakan apapun raya sudah dipindahkan ke suatu tempat yang tidak dia ketahui.
***
“Di mana aku?.”
Setelah cahaya menghilang Raya menyadari jika dirinya berada di wilayah seperti perkampungan, area di sekitar dipenuhi oleh rumah yang terbuat dari kayu dengan atap genteng tanah.
Takut diserang oleh seseorang, Raya pun segera memasuki salah satu rumah untuk bersembunyi.
Sebuah syrat dari sistem masuk begitu Raya berada di area tidak diketahui selama lima menit.
Syarat itu menyatakan jika permai secara resmi dimulai. Peraturan dasar permainan itu adalah mengumpulkan poin dengan cara menaklukkan monster yang dapat dijumpai di tempat tempat tertentu.
Tetapi bukan hanya mengalahkan monster yang bisa menghasilkan poin, melakukan penyerangan terhadap peserta lain pun dapat memberikan poin tambahan.
“Sepertinya tujuan utama dari permainan ini adalah ajang berburu.”
Raya berpikir begitu karena mengalahkan peserta lain dapat memberikan poin yang cukup besar.
Ada tiga kategori tingkatan lawan yang didasarkan oleh tingkat kekutan dan perolehan poinnya.
Yang pertama adalah tingkat kesulitan termudah bisa dikalahkan dengan mudah oleh satu orang. Mengalahkan monster tingkat ini hanya akan memperoleh 10 poin.
Lalu yang kedua adalah tingkat kesulitan Medium, tingkat ini bisa saja dikalahkan oleh satu orang. Namun juga bisa lebih kuat hingga membutuhkan beberapa orang untuk melawannya.
Mengalahkan tingkat menengah akan memberikan 40 poin.
Kemudian yang terakhir adalah tingkat kesulitan Sulit. Monster pada tingkat ini tidak mungkin dikalahkan seorang diri jika tidak memiliki kekuatan khusus, bahkan dilawan oleh beberapa orang pun akan sulit untuk mengalahkannya.
Mengalahkan tingkat kesulitan ini akan memberikan 100 poin.
Para peserta juga bisa membuat tim maksimal sebanyak empat orang. Perolehan poin Tim akan dibagikan secara merata sesuai dengan jumlah anggota dalam tim tersebut.
[Tidak perlu khawatir akan kematian, karena seluruh peserta yang sudah dipilih hanya kesadaran buatan yang diciptakan oleh dewa untuk mengisi Avatar virtual. Itu artinya jika terbunuh kalian akan dikembalikan ke dunia nyata]
Pesan dari sistem seakan menyiratkan jika setiap peserta diharapkan untuk tidak menahan diri.
“Sangat menarik.”
Raya mengeluarkan tombak dengan bendera Legion Teapot dan sebuah Repier.
__ADS_1
Dalam deteksi miliknya dia merasakan seseorang mulai mendekat, kemudian senyum kecil terbentuk di bibirnya.