
Gerbang dijebol, seekor anjing raksasa masuk lalu mengamuk di dalam pemukiman. Ratusan monster berbagai ras berdatangan, namun manusia berkepala Celeng adalah monster paling dominan dari seluruh monster yang ada di dalam pemukiman itu.
Melihat banyaknya monster yang datang membuat Akita segera melarikan diri kembali ke tempatnya berasal. Monster yang mengejarnya berpikir jika anjing itu lari karena ketakutan. Tatapi alangkah terkejutnya mereka saat melihat begitu banyak manusia yang mulai menyerbu.
Tidak memiliki persiapan memadai membuat ratusan monster yang sebelumnya berniat mengejar anjing raksasa justru harus menghadapi pasukan Hunter bersenjata lengkap.
“Seraaang!.” Teriak Raya yang berada di atas punggung Pushrank yang dia pinjam dari Budi. Perintah Raya membuat seluruh Hunter bergerak serempak.
Bagaikan tertelan oleh terjangan ombak. Semua monster yang mengejar Akita tersapu habis dalam sekejap. Setelah memusnahkan monster di luar, tidak ada lagi yang dapat menghalangi para Hunter menyerbu masuk pemukiman.
Semua monster mengalami kepanikan setelah menyadari jika pemukiman telah di Serang, dengan segera ribuan monster yang tersebar di seluruh area bergerak menuju gerbang utama.
Akan sangat berbahaya jika seluruh monster di pemukiman menyerang pasukan Hunter. Tetapi Raya sudah mengantisipasi kemungkinan ini, karena itu Raya membagi pasukan menjadi tiga kelompok.
Kelompok utama menyerang di bagian depan, sedangkan kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari dua puluh Hunter menyerang dari samping untuk melakukan serangan kejutan.
Ledakan terjadi pada dua sisi tembok, dua pasukan yang dipimpin oleh Liliana dan Yuki masuk dari arah yang berlawanan. Mereka melakukan serangan dari belakang pada monster yang sedang menghadapi pasukan utama.
Perhatian monster terpecah belah membuat mereka kebingungan sehingga lebih mudah di hadapi.
Goblin pemanah menarget para Hunter, salah satunya mencoba menembak Raya yang begitu mencolok karena mengendarai kuda.
Namun sebelum goblin itu menarik busurnya tiba-tiba sebuah anak panah panah mengenai dadanya.Serangan panah itu berasal dari Rohid yang bertugas untuk menyingkirkan para pemanah dari atas menara pengawas.
“Ayo lihat seberapa banyak monster yang bisa aku kalahkan kali ini.” Rohid terus memberikan bantuan pada kakak perempuannya, dia sudah terbiasa dengan panah yang ia gunakan. Seakan-akan Rohid memang memiliki bakat alami menggunakan senjata itu.
Bola api meluncur dari barisan belakang, lalu meledak di area dimana bola itu mendarat. Para monster yang saat ini berdesak-desakan membuat ledakan api menumbuhkan kerusakan besar pada pihak monster.
__ADS_1
Bola api berasal dari kekuatan sihir Yuniar. Saat ini sangat jarang ada orang yang bisa menggunakan kekutan sihir, walaupun Goblin Factory telah membagikan cara untuk melatih kekuatan sihir, tetapi karena tidak semua manusia memiliki bakat dalam Sihir membuat jumlah penyihir di dunia saat ini masih bisa dihitung dengan jari.
Karena itulah sihir api yang dimiliki oleh Yuniar sangat menarik perhatian.
Goiiiiiik! Tangisan Celengman pecah saat kepalanya tertembus besi tajam yang merupakan senjata Raya. Mengendarai kuda yang begitu kuat sambil melakukan serangan. Raya bagikan malaikat maut yang sedang piknik di tengah medan perang.
Berkat rencana Raya yang berjalan dengan lancar, pasukan ratusan Hunter bisa menghadapi ribuan monster. Pertarungan itu begitu epik seperti sebuah kisa legenda tentang pasukan pemberani yang dipimpin oleh komandan yang cerdik, jumlah musuh tidak mampu menghentikan mereka untuk meraih kemenangan.
Tiga puluh menit berlalu semenjak pertempuran dimulai. Ratusan mayat monster tergeletak di jalanan, terinjak-injak oleh pasukan Hunter yang semakin maju ke tengah permukiman.
Dua pasukan pengepungan yang dipimpin oleh Yuki dan Liliana, perlahan mulai bergabung ke dalam pasukan inti. Mereka mulai menekan mundur monster yang tersisa, menggiring mereka masuk ke dalam Penjara Bawah Tanah.
Grooaar! Auman yang begitu menggelar terdengar, suaranya itu bagaikan sebuah halilintar yang menyambar. Para Hunter yang awalnya mengira jika pertarungan akan segera berakhir, seketika merasa jika mereka masih berada di tahap pertengahan.
Semua monster yang masuk ke dalam Penjara Bawah Tanah berakhir diterbangkan ke udara, apapun yang melakukan itu pastilah memiliki kekuatan luar biasa.
Di depan ada pasukan Hunter, sementara di belakang ada Bos monster. Semua monster yang menghuni permukiman tidak bisa lagi bertahan dari pemusnahan.
“Atur kembali posisi dan Bertahan!.” ucap Raya pada pasukannya. Dengan sigap para Hunter yang sebelumnya teracak karena pertempuran, kini segera berbaris dengan rapi.
Dinding Perisai berbaris rapi menghadap mulut penjara bawah tanah.
Mayat terlempar ke udara, cipratan darah menyebar ke segala arah. Tidak peduli dengan sesama monster, dia adalah entitas yang lebih tinggi dengan kekuatan yang sanggup membinasakan satu kompi pasukan elit seorang diri.
Bos Monster menampakkan dirinya.
Graaaaarr.
__ADS_1
Rusa setinggi tiga meter dengan tubuh besar seperti beruang, ia berdiri menatap para Hunter yang bertahan dalam jarak sepuluh meter dari pintu masuk Penjara Bawah Tanah.
Perlahan perut monster itu terbuka memperlihatkan mulut mengerikan dengan puluhan gigi berduri mirip ikan piranha dengan enam kaki laba-laba disekitar mulutnya.
Binatang yang benar-benar mengerikan seperti sebuah mahakarya dari eksperimen ilmuwan gila. Sangat mengintimidasi, setiap orang yang melihatnya pasti akan berpikir untuk segera melarikan diri dengan ketakutan.
***
Selesai membersihkan monster di depannya, Bos monster menargetkan pasukan Hunter. Monster itu berlari, membuat bumi bergetar di setiap langkah kakinya.
Jika dibiarkan monster itu akan segera mudah memporak-porandakan barisan depan pasukan, karena tidak mungkin kekutan para Hunter saat ini bisa berhadapan secara langsung dengan monster level bos
Tetapi raya tidak khawatir karena para veteran akan membantunya.
“Pinjamkan kekuatanmu Pushrank!.” ucap Raya. Kuda itu berjingkrak sebagai jawaban.
Raya menarik tali kekang membuat kuda itu berlari kencang kearah Rusa monster yang berlari kearahnya. Dia maju seorang diri menghadapi Bos moster yang menjadi teror paling menakutkan para Hunter.
Beberapa tombak tanduk kelinci Raya lempar tetapi hanya menggores kulit, melukai ringan monster itu. Rusa monster melompat hendak menerkam gadis berambut merah itu beserta kudanya, namun Pushrank begitu lincah hingga berhasil menghindari terkaman.
Melihat sebuah kesempatan, Raya segera memutar balik. Kecepatan lari Pushrank semakin cepat, Raya mengacungkan tombaknya.
Dalam satu lompatan kuat Pushrank melesat menuju Rusa monster. Tangan Rusa dengan cakar tajam hendak menyerang Raya yang datang, tetapi lemparan tombak melukai pundak Rusa sehingga serangan itu gagal.
Pushrank berlari melewati kolong kaki Monster Rusa, namun sebelum melewatinya Raya segera melompat dari punggung Pushrank lalu mengarahkan tombaknya ke dada monster.
Jeritan Rusa itu terdengar ketika tombak raya menancap dengan kuat di dadanya. Namun tidak berarti sampai di sana, Raya mengarahkan tombak lainnya ke arah Rusa.
__ADS_1
“Dash!.”
Cahaya bersinar menyelimuti tombak tanduk kelinci. Lalu tiba-tiba seakan menginjak lantai transparan, Raya menginjak udara lalu melompat kembali mengarahkan tombak dan pedangnya ke arah kepala Bos monster.