
Aku selalu berusaha untuk tidak menarik banyak perhatian, krena itulah aku membuat bangunan yang tidak terlalu mencolok pada toko asongan maupun gedung perusahaan Ceplik.
Namun semua berubah saat ia mengijinkan Omega melanjutkan tugasnya tanpa pengawasan.
Kecerdasan buatan itu membangun dua Menara yang sangat menarik perhatian.
Dibangun dengan gaya model, gedung setinggi lebih dari lima ratus meter itu dapat menampung hingga dua puluh ribu orang pada setiap gedungnya.
“Bukankah itu jauh lebih banyak dari yang aku inginkan?.”
[Aku yakin itu diperlukan]
“Kenapa?.”
[Karena akan semakin banyak pengungsi dari wilayah lain yang akan pindah ke kota ini]
Aku tidak bisa menyangkal perkataan Omega. Memang benar jika setiap hari semakin banyak pengungsi dari wilayah lain yang datang ke kota ini.
Tapi walaupun Omega bermaksud baik dengan membuat persiapan hunian untuk para pengungsi lainnya.
Namun ada masalah lain yang datang karena ‘kebaikan’ itu.
Hal paling mendasar adalah kecurigaan para warga, bagaimana aku harus menjelaskan tentang pembangunan dua gedung megah ini yang hanya berlangsung satu malam?.
“Kesamaan setiap gedung sangat detai, seakan keduanya adalah hasil dari mesin pencetak.”
Liliana sangat kagum saat melihat dua gedung dari luar. Kami datang untuk melihat-lihat gedung itu.
Hampir setengah jam kami berkeliling, seperti bangunan yang baru dibangun, tempat itu kosong tanpa adanya satupun furniture yang tersedia.
Lalu seperti yang Liliana katakan, dua gedung sangat identik seperti dibangun dengan mesin cetakan.
Melihat keindahan kedua gedung membuat Liliana marah karena gedung perusahaan yang aku bangun untuknya justru terlihat begi borok,
Itu terlihat seperti gedung yang telah dibangun selama puluhan tahun tanpa perawatan.
Ya aku membangun gedung seperti itu karena ingin agar tidak ada yang sadar jika itu adalah gedung yang baru dibangun.
“Membuat gedung untuk para pengungsi yang terlihat ribuan kali lebih baik dari gedung perusahaan Ceplik. Apa maksudmu memang ingin menghina perusahaan ku hah!.”
Dia membuang wajahnya saat marah, pipinya yang menggembung terlihat begitu imut.
“Walaupun terlihat bobrok tapi percayalah gedung itu sangat kuat. Bahkan aku yakin jika terkena rudal sekalipun gedung itu tidak akan roboh.”
Aku berusaha memberikan alasan, namun Liliana tidak ingin mendengarnya. Karena tidak ingin mendapat masalah lebih besar, aku pun akhirnya setuju untuk membuatkannya gadung yang baru.
__ADS_1
Anggap saja ini sebagai rasa terimakasih ku karena dia telah memberikan keperawanannya padaku.
“Lagi pula membuat gedung baru tidaklah sesulit itu untuk ku, justru aku pikir apa yang kudapat malam tadi sangat besar dibandingkan menghabiskan beberapa jam untuk membuat gedung baru.”
Tadi malam untuk pertama kalinya aku memaksimalkan sebuah pekerjaan.
Aku sama sekali tidak menyangka jika pekerjaan pertama yang aku maksimalkan ternyata ada pekerjaan yang tidak pernah aku gunakan untuk bertarung.
Pervert adalah job tingkat Biasa (Common), itu mencapai maksimum setelah aku mengambil malam pertama Liliana.
Aku pikir setiap job pada tingkat Common hanya akan sampai pada level 19.
Karena memang setiap pekerjaan tingkat Common lainnya seperti Woodcraft, Thief, Farmer sudah mencapai level 19.
Tetapi tidak aku sangka jika pekerjaan common bisa mencapai level maksimum jika memenuhi persyaratan tertentu.
“Jika persyaratan pekerjaan Pervert untuk mencapai level maksimum adalah dengan mengambil keperawanan seorang gadis, lalu bagaimana dengan pekerjaan yang lainnya?.”
Aku menjadi sangat penasaran untuk mengetahui persyaratan setiap pekerjaan yang aku miliki agar mencapai level maksimum.
[Jika Master ingin informasi persyaratan setiap job. Aku bisa memberitahu Master]
Tiba-tiba Omega memberikan bom kejutan.
“Kau tahu informasi itu?.”
Bukankah itu seperti peretasan?
Aku merasa takut jika dewa ataupun entitas apa pun itu yang memberikan sistem pada manusia, menjadi marah karena aku sudah menyatukan kecerdasan buatan berupa Omega ke sistem miliknya.
“Terserahlah, lagi pula sistem leveling ini pun diberikan secara paksa padaku. Jadi tidak ada yang salah bukan jika aku melakukan peretasan balik.”
Merasa yakin jika tidak akan ada masalah, aku pun meminta Omega membocorkan informasi tentang persyaratan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan berbagai pekerjaan milikku.
Senyumku melebar setelah mendapatkan bocoran informasi yang Omega berikan. Aku yakin bisa memaksimalkan berbagai pekerjaan setelah menghabiskan beberapa hari.
Itu tidak begitu sulit karena kebanyakan persyaratan sangat berkaitan dengan pekerjaan yang berkaitan.
Seperti pekerjaan petani (Farmer) yang mengharuskan mendapatkan keuntungan setara dengan 1.000 keping emas.
Atau pekerjaan Pencuri (Thief), yang mengharuskan aku mencuri sejumlah kekayaan dengan total setara 10.000 keping emas.
“Tetapi masalah satu keping emas itu berapa banyak?.”
Aku bingung dengan jumlah perbandingan yang selalu menggunakan koin emas.
__ADS_1
[Satu keping emas sana dengan 10 batu monster peringkat Biru langit]
Mendengar informasi dari Omega, aku pin segera jatuh dalam pemikiran mendalam.
Aku menggunakan seluruh sel di otakku untuk menghitung seberapa banyak keuntungan yang aku dapatkan untuk memaksimalkan pekerjaan petani.
“Jika 1 Skyblue stone setara dengan 100 White Stone. Maka jumlah batu putih yang harus aku dapat dari menjual hasil pertanian adalah 100.000 batu putih?.”
[Tepat sekali]
Aku langsung mual setelah menyadari sebanyak apa kekayaan yang harus aku dapatkan untuk memaksimalkan pekerjaan petani.
Tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan pekerjaan seorang pencuri yang harus mendapatkan kekayaan dengan cara mencuri dalam jumlah sepuluh kali lipat dari petani.
“Mungkin aku bisa merampok sebuah bank.”
[Tetapi apa sistem akan menghitung uang kertas sebagai kekayaan?]
“Bahkan uang kertas pun tidak dianggap oleh sistem?.”
[Sepertinya demikian, sistem hanya menghitung kekayaan dari benda bernilai dan material monster]
Sekarang aku sangat prihatin dengan setiap orang yang menabung di bank. Beruntung dahulu aku hanya orang miskin yang digaji kurang dari sepuluh juta setiap bulan , jadi tidak banyak uang di bank yang aku simpan.
“Lagipula itu semua sudah tidak berguna sekarang.”
Ngomong-ngomong tentang sistem, sampai saat ini aku belum membuka kotak hadiah yang didapatkan dari turnamen pertama sistem dunia.
Bahkan aku juga belum memberikan statistik menu yang baru. Katanya akan ada toko online di sana. Aku cukup penasaran untuk melihatnya.
Tiga hari telah berlalu semenjak turnamen itu di adakan, namun tidak ada sesuatu yang khusus terjadi setelahnya.
Selain manusia sekarang dapat melihat keahlian dan level, fitur tambahan yakni toko tidak dapat di gunakan karena memerlukan koin untuk melakukan transaksi.
Sampai saat ini belum ada yang tahu bagaimana cara mendapatkan koin tersebut selain mengikuti turnamen.
“Aku ingin tahu apa yang bisa aku beli dengan koin yang aku miliki.”
Beberapa hari pekerjaan begitu banyak hingga aku melupakan hadiah dari turnamen. Aku ingin melihatnya nanti jika pekerjaan di kota sudah aku selesaikan.
Untuk saat ini mari buat gedung perusahaan baru untuk Liliana. Tetapi setelah melihat desai yang Liliana inginkan, aku hanya bisa mengernyitkan dahi.
“Aku sama sekali tidak mengerti apa yang gadis itu pikiran.” ucapku saat melihat gambar robot yang terlihat aneh.
***
__ADS_1
Bersambung