Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
29. Pemantauan


__ADS_3

Saat awal Outbreak, dunia tiba-tiba diguncang gempa besar hingga menewaskan jutaan manusia dalam bencana itu. Gedung pencakar langit roboh, laut meluap dan benua bergeser yang mengakibatkan wajah dunia tidak lagi sama seperti sebelumnya.


Gelombang monster ganas yang datang entah darimana semakin memperburuk keadaan. Salah satunya adalah sebuah entitas tidak diketahui yang memiliki kekuatan besar hingga bisa memusnahkan seluruh kehidupan dalam radius luas.


Mereka disebut sebagai bencana yang berjalan.


***


Sebuah helikopter melintas di langit koto Pakerto, “Bagaimana menurutmu baunya?.” tanya penumpang helikopter pada sang pilot yang berada disampingnya.


“Aku mungkin akan merasa lapar jika saja tidak tahu apa yang terbakar.” balas sang pilot yang wajahnya terlihat sulit karena menahan muntah.


Di bawah mereka, kota yang dulunya begitu indah dipenuhi rumah dan industri yang berkembang, kini semua tinggal arang seakan kebakaran besar telah terjadi.


Bau seperti daging panggang tercium di segala penjuru kota, itu berasal dari mayat warga kota dan monster yang terbakar oleh kekutan entitas tidak dikenal.


Sosok itu berwujud manusia dengan kulit putih bersih seperti abu. Saat pertama kali kemunculan area sekitar langsung terbakar habis, bahkan monster yang berada di dekatnya pun terbakar.


Makhluk putih begitu kuat, tidak ada satupun pasukan yang bisa mengalahkannya. Senjata yang dimiliki oleh para manusia tidak ada yang berhasil menghentikannya menghanguskan seluruh isi kota.


Hingga akhirnya pihak berwenang menyerah pada kota ini dan memilih untuk mengungsikan warga ke kota lain. Namun setelah membakar seluruh kota, makhluk putih itu bergerak menuju kota yang lain.


Dia seperti bencana yang tidak bisa dihentikan. Pihak berwenang hanya bisa memantau pergerakan monster itu, dan memberi peringatan pada para warga yang masih selamat untuk menjauh dari area yang akan dia lalui.


“Apakah ada pengungsian di wilayah yang akan dilalui Makhluk ini hingga sampai ke kota berikutnya?.”


“Negatif, tidak ada satupun kabar mengenai pengungsian ataupun permintaan bantuan.”


“Begitu.”


Dua orang dalam helikopter kecil itu terus memantau pergerakan Wong Pute (Orang putih) dan melaporkan perkembangan pada markas besar.


Selama berjam-jam mereka terus memantau, tidak ada hal besar yang terjadi, semua monster menghindari sosok yang berjalan ringan itu. Hingga tiba-tiba radar menangkap kawanan monster dalam jumlah besar dari arah yang berlawanan.


“Mob monster sebanyak itu, bagaimana bisa mereka berkumpul dan bergerak secepat itu secara bersamaan?.” penumpang helikopter yang merupakan seorang peneliti dibuat kebingungan dengan anomali yang dia lihat.


“Apa mungkin ada seseorang yang membuat monster-monster itu bergerak?.” ucap pilot.

__ADS_1


“Maksudmu?.”


“Mungkin saja, para monster itu sedang mengejar manusia?.” mendengar perkataan pilot, wajah si peneliti seketika berubah tidak yakin.


“Kau pasti bercanda, mana ada orang yang akan keluar malam disaat seperti ini. Kecuali orang itu telah kehilangan sekrup di kepalanya.” balas si peneliti.


“Sekrup? Apa maksudmu mereka robot?.” namun pilot itu tidak paham tentang pribahasa yang peneliti katakan.


“Kehilangan sekrup di kepala itu artinya orang sinting, gila tidak waras.”


“Oh....”


Keadaan menjadi hening setelah Itu. Keduanya terus melihat rombongan moster yang terlihat di radar.


“Mereka semakin mendekat.”


“Aku melihatnya.”


“Kau ingin aku mengaktifkan night vision?.”


“Ya tolong.”


Setelah penglihatan malam diaktifkan layar pada kamera menunjukkan gambar berwarna hijau, sekarang mereka bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi di bawah sana.


Mengalihkan kamera dari Wong Pute, mereka mencoba melihat kenapa banyak monster yang datang dari arah berlawanan. Keduanya terdiam setelah melihat layar monitor, mereka jatuh dalam kebingungan.


“Katakan padaku, apa kau juga melihat dua orang dikejar sekawanan monster dan hantu?.” tanya si peneliti.


“Aku melihatnya dengan sangat jelas.” bakas si pilots.


“Seorang pria dewasa dengan kuda bersama dua anjing, dan anak kecil mengendarai kambing?.”


“Aku yakin itu yang aku lihat.”


Keduanya tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan, tetapi setelah memastikan berkali-kali, semua yang ditunjukkan pada monitor adalah kenyataan.


“Semakin banyak saja orang sinting seperti mereka.” ucap pilot.

__ADS_1


Mereka pun hendak memberitahu pada kedua orang aneh itu jika di depan ada sosok yang jauh lebih berbahaya dari puluhan monster dan setan dibelakang mereka.


Namu baik pilot maupun si peneliti, tidak bisa berkata-kata saat melihat pertarungan yang dilakukan oleh keduanya melawan monster yang terus mengejar.


Pria yang berada di atas kuda menunjukkan pertarungan yang mengagumkan, sementara anak kecil membantu dengan panah. Kemudian anjing berpencar, mereka memecah kerumunan monster menjadi tiga kelompok.


“Oh tidak, mereka akan bertemu dengan makhluk itu!.” pilot segera mengambil mikrofon untuk memperingati dua orang di bawah, namun si peneliti tidak mengijinkannya.


“Itu sudah terlambat.” ucap wanita dengan kacamata besar itu.


Pilot itu pun mengerti, jarak antara kerumunan dengan Wong Pute sudah begitu dekat, walaupun diberi peringatan, kedua orang itu tidak akan lolos.


Di belakang ada kerumunan monster, sementara di depan ada malaikat maut yang akan membakar segalanya.


“Sangat disayangkan,”


Lidia Mecrain, seorang peneliti yang ditugaskan untuk membantu militer negara dalam usaha penanggulangan bencana Outbreak.


Selama beberapa hari terakhir dia terus memantau keadaan orang-orang yang berhasil selamat, dan tentara yang bertarung melawan monster di garis depan.


Hasil penelitiannya sangat mengejutkan, dimana dia mendapati fakta jika orang-orang yang melawan monster akan menjadi lebih kuat semakin banyak mereka membunuh.


Namun sayangnya penelitian itu hanya dianggap sebagai lelucon karena tidak ada bukti yang memperkuat penemuannya.


Tetapi melihat dua orang di bawah bertarung dengan luar biasa, hingga tidak mungkin seorang manusia biasa bisa melakukan hal sama seperti yang mereka lakukan.


Linda yakin jika keduanya adalah orang-orang yang menjadi lebih kuat setelah memburu para monster. Wanita itu melihat sebuah harapan saat menemukan dua orang itu, tetapi harapan yang selama ini dia cari justru akan lenyap begitu saja.


Wong Pute mengangkat tangannya kearah kerumunan monster yang datang kearahnya. Linda menatap itu dengan perasaan tidak menyenangkan, dia telah berulang kali melihat itu sebelumnya.


Saat teriakan penuh derita dari mereka yang terpanggang hidup-hidup akan segera terdengar.


Namun selanjutnya yang terjadi tidak seperti yang Linda bayangkan. Kambing yang membawa anak di punggungnya segera menghindar kesampaian, membuatnya selamat dari ledakan api.


Walaupun masih terluka akibat hawa panas, tetapi tidak ada yang terbunuh.


Sedangkan pria di belakang segera melompat begitu tinggi, tidak mungkin seorang manusia bisa melompat setinggi itu. Dia selamat tanpa luka sedikitpun sementara monster dan hantu yang mengejarnya habis terbakar.

__ADS_1


“Gila, apaan barusan?.” ucap Pilot. “Apa kita akan membantu mereka?.” sambungnya.


“Tidak, kita akan memantau.” balas Linda yang bertahap besar jika kedua sosok itu bisa mengalahkan sodok putih.


__ADS_2