Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
90. Dipindahkan tiba-tiba


__ADS_3

Setelah perdebatan dengan Tohir selesai, Budi memilih membuat potions untuk mengisi persediaan toko dan dikirim pada perusahaan Liliana.


Namun saat ingin mulai bekerja, pikiran untuk mencoba menggunakan pabrik muncul di kepalanya.


Budi berpikir pasti akan mudah untuknya membuat potions dalam jumlah besar jika menggunakan alat yang dia buat bersama Tohir.


“Guru sudah memberikan izin, jadi seharusnya tidak ada masalah.” pikir Budi.


Tetapi Budi lupa jika pabrik merupakan bangunan besar dengan luas mencapai satu hektar lahan. Tidak mungkin dia mengeluarkannya begitu saja di dalam kota.


“Lalu bagaimana jika....”


Dalam pikiran Budi membayangkan pabrik itu bekerja sendiri di dalam kotak barang menciptakan potions yang dia inginkan.


Lalu tiba-tiba.


[Apa Tuan ingin menciptakan Potions rank Biasa?]


Mata Budi seketika melebar mendengar suara di dalam kepalanya. Itu berbeda dengan suara sistem dunia yang bisa didengar oleh semua orang.


Jika suara sistem dunia terdengar seperti wanita berusia 25 hingga 30 tahun. Sedangkan suara yang Budi dibfar seperti suara gadis berusia kurang dari dua puluh tahun.


“Omega, mungkinkah itu kau?.”


[Benar Tuan, saya adalah Omega kecerdasan buatan yang diciptakan oleh Tuan Budi dan Tuan Tohir Smashsteal untuk mengelola Goblin Factory]


Mendengar itu Budi melemaskan tubuhnya. Dia berpikir kenapa sejak pertama kali memasukkan seluruh Pabrik kedalam kotak item hingga kini ia tidak pernah mendengar suara Omega.


‘Apa mungkin karena sebelumnya belum Tohir tidak mengizinkan aku menggunakan pabrik?.’


Tidak ada alasan lain yang bisa dia pikirkan selai perizinan dari Tohir yang baru dia dapatkan.


Budi seketika melupakan tujuan awalnya membuat potions. Dia kini lebih memilih untuk menanyakan berbagai macam pertanyaan pada Omega.


Pertanyaan pertama mengenai sumber energi.


Untuk menghidupkan pabrik setidaknya memerlukan 10.000 batu monster putih. Jumlah kecil yang hanya bisa membuat pabrik bekerja selama satu jam.


[Sistem pabrik menggunakan energi mana Tuan sebagai sumber energi]


“Jadi begitu...”


Budi merasa takjub dengan banyaknya energi Mana yang dia miliki hingga mampu menyediakan energi untuk menghidupkan satu pabrik.


Dia pun kembali mengingat dengan pembuatan potions yang semula akan dikerjakan.


Namun setelah aktifnya Omega, Budi pun memintanya mulai melakukan produksi secara masal.


[Menghitung seluruh material yang Tuan miliki. Tuan bisa membuat 17.801 potions tingkat Rendah, 8.953 potions tingkat menengah dan 160 potions tingkat tinggi]


Omega dapat mengakses semua item yang ada di dalam kotak barang milik Budi.


Kecerdasan buatan itu menambahkan jika dalam proses pembuatan juga memerlukan tambahan energi yang diperlukan untuk mengolah dan menambahkan elemen sihir.


Budi mengerti akan hal itu sehingga dia membatasi pembuatan Potion agar dirinya tidak kekurangan energi mana.


Walau sebenarnya Budi memiliki kemampuan untuk memulihkan energi sihir yang begitu cepat berkat Inti Bintang yang dia dapatkan dari Wong Pute.

__ADS_1


Tetapi Budi memilih tidak melakukannya karena bisa menghambat perkembangan keahliannya untuk naik level.


Selain potions, Budi juga menambahkan sepuluh robot Goliath yang akan digunakan sebagai pekerja di area terlarang.


“Aku pikir ini sudah semua.”


Setelah memastikan daftar pembuatan telah selesai, Budi pun beranjak menuju tempat tidur untuk beristirahat.


Sementara itu di dalam kotak barang miliknya, Pabrik terus beroperasi menciptakan potions dan Robot yang Budi inginkan.


Ding!


[Keahlian Industri Terbuka]


Di saat Budi terlelap dalam tidurnya, suara sistem dunia terdengar.


***


Budi hanya tidur selama tiga jam, dia terbangun di pagi buta sekitar jam tiga pagi karena perasaan bahaya tiba-tiba beraksi begitu kuat.


“Apa yang terjadi.”


Kesadarannya masih mengambang, kepala pun terasa pening karena tidur yang terganggu. Namun Budi mencoba untuk fokus agar keahlian [Hero Sense] dapat bekerja secara optimal.


Namun Budi tidak merasakan ada bahaya apa pun di dalam kota. Itu membuatnya sangat kebingungan.


Keahlian persepsi dari [Hero Sense] sebelumnya tidak pernah salah, jadi Budi merasa akan ada sesuatu yang terjadi.


Lalu benar apa yang Budi duga, tiba-tiba saja di bawah kakinya muncul lingkaran sihir bercahaya biru yang bersinar terang hingga membutakan penglihatan Budi.


“Sihir apa ini?.”


Dia menjadi begitu waspada karena mengira jika seseorang yang menggunakan sihir akan menyerangnya. Dia bahkan langsung menggunakan mode Lizardman untuk menghadapi serangan.


Tetapi dugaan Budi salah karena tidak ada satupun orang yang datang padanya untuk menyerang.


Saat penglihatannya kembali membaik, Budi tercengang ketika melihat kini dia tidak lagi berada di kamarnya, namun dia berada di area serba putih yang begitu luas.


Lingkaran yang sama muncul kembali di samping Budi, pemuda itu pun segera menghindar karena takut sihir itu akan melukainya.


Namun yang terjadi adalah seseorang muncul dari lingkungan sihir itu.


‘Apa itu lingkaran sihir teleportasi?.’ pikir Budi yang sadar jika lingkungan itu telah membawanya ketempat ini.


Semakin lama semakin banyak orang datang dari lingkaran sihir. Mereka terlihat asing dan kebingungan, sama seperti Budi.


Budi terus memperhatikan wajah mereka yang datang berharap menemukan seseorang yang dia kenal.


Lalu tiba-tiba lingkaran sihir muncul di dekatnya yang kemudian mengeluarkan semua gadis berambut merah.


“Raya.”


Budi terkejut melihat pemimpin guild Legion Teapot muncul di sampingnya.


“Bud... maksudku Rango. Aada apa ini, kenapa kau membawaku ke mari.”


Gadis berambut merah itu langsung mengira jika Budi lah yang bertanggung jawab atas sihir teleportasi yang memindah dirinya.

__ADS_1


“Itu bukan aku.” Budi membalas.


Melihat semakin banyak manusia yang datang membuat Budi terpaksa menyembunyikan wajah kadalnya menggunakan topeng merah.


Jumlah manusia yang dipindahkan dengan sihir semakin banyaknya. Budi pun mencoba menghitungnya menggunakan kemampuan [Hero sense].


Namun seperti bintang di langit, jumlah manusia itu begitu banyak dan terus bertambah hingga Budi tidak dapat menghitungnya walaupun menggunakan keahlian Indra pahlawan.


Kesulitan utama yang dia hadapi adalah terlalu sulit jika harus menghitung satu persatu.


“Rango ada apa? Kau terlihat murung.”


Walaupun saat ini pemuda itu memiliki wajah kadal yang ditutupi oleh topeng. Tetapi Raya entah bagaimana bisa melihat kesulitan yang dialami oleh Budi.


“Aku tidak bisa menghitung jumlah pasti semua orang yang ada di sini.”


Mendengar itu Raya langsung memahami kesulitan yang Budi alami, karena sebelumnya dia juga berusaha untuk melakukan hal yang sama.


Namun dia segera menyerah karena kemampuan deteksi miliknya tidak dapat mencakup seluruh area.


[Jika tuan berkenan, saya bisa menghitung untuk anda, seluruh manusia yang masuk dalam jangkauan deteksi]


“Omega,”


Budi terkejut saat mendengar suara kecerdasan buatan di kepalanya. Perhatian Raya terusik saat mendengar suara yang terdengar asing baginya.


‘Siapa Omega? Spa itu sejenis minyak?.’


Dalam hati Raya terus bertanya-tanya.


Sementara itu Budi mempersilahkan Omega untuk menghitung semua orang yang masuk dalam radius deteksi.


[Saya mencatat ada 7.741 manusia dan jumlahnya terus bertambah]


Omega terus mengupdate jumlah manusia yang semakin bertambah, melihat itu Budi merasa sedang menyaksikan hitung mundur akan sesuatu yang sebentar lagi terjadi.


Kemudian setelah jumlahnya menjadi genap sepuluh ribu Manusi. Tiba-tiba suara sistem terdengar oleh semua orang.


[Hari ini tepat setengah tahun sejak dimulainya konstruksi ulang dunia dimulai]


Suara sistem membuat semua orang menjadi gaduh. Sebagian besar dari mereka mereka bertanya tentang tujuan dipindahkannya mereka karena putih itu.


Namu seperti biasanya suara sistem dunia tidak menanggapi.


“Setengah tahun, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.” ucap Raya.


[Ini adalah waktu yang sudah ditentukan oleh para dewa. Waktunya untuk melihat perkembangan dan siapa yang berhak berdiri di puncak kejayaan]


Budi merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan dari suara yang dia dengar. Seakan beberapa orang sedang menantinya untuk menampilkan sebuah pertunjukan.


“Apakah plotnya berubah menjadi dewa yang butuh hiburan atau semacamnya?.”


Dia berdoa dalam hati, berharap jika apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.


‘Aku penasaran seberapa kuat mereka yang terpilih.’


Tatapan Budi melihat sepuluh ribu Manusi disekitarnya. Mereka adalah orang-orang terpilih sama sepertinya. Budi penasaran apa yang para dewa rencana untuk dirinya dan mereka semua.

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2