
Jam delapan pagi, toko sudah mulai sepi saat para Hunter sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan lalu mulai berburu di luar tembok kota atau menjelajahi penjara bawah tanah.
Saat keadaan sudah tenang tiba-tiba datang pengunjung tidak terduga.
Seorang Gadis dengan penampilan maid atau pelayan perempuan. Melihat kedatangannya Budi seketika berpikir jika dia adalah pelayan yang dikirim oleh Yuki untuk menjadi penjaga toko saat Budi bekerja di luar.
Kedatangan maid itu seketika merebut perhatian setiap pengunjung mengalihkan tatapan mereka ke arahnya.
“Apa itu Siti?.”
“Kenapa dia di sini?.”
“Aku pasti beruntung karena pagi-pagi sudah melihat malaikat.”
“Dia sangat cantik seperti biasa, tidak dua lebih cantik hari ini.”
Toko seketika menjadi gadis saat maid itu mendekat kearah konter yang Budi jaga. Para pelayan dari Mansion Yuki memang terkenal karena kecantikan mereka.
Selain karena memang mereka cantik secara alami, juga tambahan dukungan dari kosmetik buatan Budi membuat mereka bagaikan para bidadari khayangan.
Kosmetik yang di buat dari bahan monster adalah produk yang Budi buat saat dia mencoba untuk mengeksplorasi keahlian Alkemis.
Produk yang dibuat dengan tujuan awal belajar tidak disangka sangat digandrungi oleh para gadis. Yuki meminta banyak persediaan kosmetik selain untuk dirinya sendiri, dia juga memberikannya pada para pembantu Mansion.
Kosmetik juga menjadi salah satu item dari beberapa buatan Budi yang diperdagangkan oleh perusahaan Liliana.
“Selamat pagi tuan Budi Man, saya adalah Siti Julida. Saya kemari karena diutus oleh majikan saya untuk mengambil alih sementara toko ini selama anda pergi.”
Seperti yang sudah Budi duga jika Diri datang karena perintah dari Yuki.
Tapi masalahnya kenapa harus maid yang satu ini Budi mengingat pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya.
Itu adalah kejadian saat Budi meminta bantuan seorang pelayan untuk membantunya melepaskan perasaan yang menyiksa di dalam toilet.
Budi masih mengingat jelas apa yang terjadi saat itu karena si pelayan memberikan pelayanan yang sangat memuaskan.
“Oh, ternyata itu Anda, sangat senang karena anda segera datang.”
Budi berusaha jelas tidak menunjukkan hubungannya dengan Siti karena di toko masih banyak pelanggan.
Apa lagi saat ini mereka sedang mengawasi karena penasaran dengan kedatangan Siti di toko Asongan.
__ADS_1
Selanjutnya Budi menyerahkan sebuah pakaian ganti untuk Siti, yang membuat Gadis itu terlihat heran.
Dia mengatakan jika tidak masalah bekerja menggunakan seragam pelayan. Namun Budi menolak gagasan itu karena tidak ingin seragam itu rusak saat bekerja di tokonya.
“Anggap saja ini adalah seragam khusus toko Asongan.” Budi menyerah satu set seragam pada Siti,
“Tenang saja aku tidak memberi mu seragam yang aneh, kok.” sambungnya.
“Oke,”
Karena merasa itu adalah peraturan toko Asongan, Siti pun tidak bisa membantah.
Seragam yang Budi berikan pada gadis itu memang tidak aneh, hanya kemeja putih berlengan panjang, dasi hitam panjang, sebuah rompi hitam, jeans hitam ketat dan sepatu boat panjang hingga lutut.
Budi telah memikirkan kostum pegawai itu saat dia membangun toko Asongan. Inspirasi diambil dari kostum bartender pada film koboi jaman dahulu, atau seorang bankir.
Beberapa saat kemudian Siti kembali lagi setelah berganti baju di kamar tamu.
Para pelanggan yang bertahan di toko hanya untuk menunggunya dibuat kagum dengan penampilan baru Siti.
“Bagaimana? jika tidak suka kau boleh melepasnya dan mengganti dengan pakaian yang kau inginkan.”
Para pengunjung terlihat panik saat Budi mengatakan itu, sepertinya mereka ingin agar Siti lebih lama mengenakan seragam toko Asongan.
Siti menjawab dengan penuh senyuman, melihat itu membuat para pengunjung menjadi sangat bahagia. Itu membuat Budi merasa jika akan semakin banyak pengunjung yang datang ke toko.
“Baiklah, ini semua rincian semua yang ada di toko.” Budi memberikan sebuah iPad.
“Harga setiap barang, detai misi dan letak persediaan gudang, semua sudah aku masukkan. Jika ada yang ingin ditanyakan jangan ragu untuk menghubungi ku.”
Budi telah mempersiapkan semuanya untuk mempermudah penjaga toko baru beradaptasi dengan sistem yang dia buat.
Dia sudah melakukan bagiannya, yang tersisa hanyalah kemampuan Siti dalam manajemen.
“Ini akan sangat membantu.”
Siti merasa pekerjaannya lebih mudah dengan bantuan yang Budi berikan.
“Aku pasti akan menjaga toko ini sebaik mungkin selama anda pergi.” ucap gadis itu.
“Itu sangat melegakan.”
Merasa jika tokonya berada di tangan yang benar, Budi pun keluar dari toko untuk memulai pekerjaannya.
__ADS_1
Siti mengantarnya hingga ke depan toko.
Saat melihat pemilik toko pergi, Siti merasa heran karena Budi tidak membawa apa-apa selain Pushrank kuda yang menjadi alat transportasinya.
“Apa mungkin dia memiliki Kotak barang? Tetapi yang aku tahu dia masih belum masuk ke dalam Dungeon.”
Setelah Budi menghilang, Siti pun kembali ke dalam Toko Asongan bersiap menjalankan pekerjaan barunya.
***
Pushrank berlari begitu cepat seperti superbike yang melaju melebihi tiga ratus kilometer perjam.
Beberapa warga kota yang melihat itu sangat terkejut, karena yang mereka lihat adalah kabut debu yang sangat tebal bergerak begitu cepat di sepanjang jalan.
Dalam waktu kurang dari lima menit Budi akhirnya sampai di tempat yang malam sebelumnya sudah dia inspeksi bersama Liliana.
Tanpa menunggu lama Budi pun segera mengambil peralatan dari kotak barang. Yang harus dia buat pertama kali tentu saja ruang bawah tanah yang akan menjadi pusat dari pembangkit listrik yang akan dia buat.
Rencana Budi membuat PLTBM seperti sebuah bunker yang semula berpusat di bawah tanah.
Cetakan blue print yang ia buat menunjukkan lima tingkat bangunan bawah tanah, dia sudah membuat hal serupa sebelumnya jadi Budi sangat percaya diri bisa melakukannya seorang diri.
“Baiklah mari kita mulai!.”
Sebuah robot besi berukuran tiga meter Budi keluarkan dari lubang hitam.
Goliath adalah sebuah robot hasil dari kegilaan master penempa kurcaci yang berniat meningkatkan pengetahuan Rune, dan seorang penempa besi magang yang memiliki mimpi seorang anak lelaki.
Robot hasil ciptaan Tohir dan Budi, memiliki mesin bertenaga batu monster. Awalnya itu dibuat dengan tujuan menjadi penjaga arena sekitar desa.
Namun karena terlalu bermanfaat robot itu pun sering digunakan sebagai pembantu rumah tangga, tentunya dengan ukuran yang lebih kecil. Sedangkan yang besar seperti Goliath di depan Budi adalah tipe combat dan builder.
Budi mengambil item selanjutnya. Sebuah drill raksasa dia keluarkan, robot bereaksi setelah melihat alat itu.
Goliath mengambil drill raksasa dengan tangan kirinya lalu memasang alat penggali itu di lengan kanan.
Setelah melakukan beberapa konfigurasi Budi pun memerintahkan pada robot itu untuk mulai berkerja.
Guncangan kecil terasa hingga kota saat Goliath mulai menggunakan drill raksasa untuk menggali. Dalam waktu satu jam, lubang sedalam lima ratus meter berhasil Goliath gali.
Selama Goliath menggali, Budi melakukan bagiannya yang yakin memperlebar diameter lubang dan memastikan dinding lubang kokoh agar tidak terjadi longsor.
“Hem.... sepertinya ini terlalu dalam.”
__ADS_1
Budi menatap atas permukaan yang begitu tinggi hampir setengah kilometer.