
Api putih yang begitu panas berkobar dari mayat wong Pute, hingga membuat tangan palsu yang aku gunakan untuk menghabisi nyawa monster itu sampai terbakar habis karena apinya.
Aku pun segera melepas lengan pemberian Tohir sebelum api menjalar ke seluruh tubuhku. Namun itu terlambat, api dengan cepat menjalar menyelimuti tubuhku dengan kobaran api putih.
Jerit kesakitan terdengar jelas di tengah hujan. Walaupun saat ini aku memiliki (ketahanan api) level 9, tetapi rasa terbakar masih terasa begitu menyiksa.
Panas dan tidak nyaman, sangat menggangu.
Jek dan yang lainnya terlihat panik. Mereka berusaha menolong, tetapi aku menyuruh semuanya untuk menjauh karena hawa panas dari api putih dapat membunuh mereka.
Ding!
[Fire Resist level Max]
Dalam sekejap hawa panas lenyap, walaupun tubuhku masih terbakar hebat. Perlahan api putih meredup, bukan karena guyuran hujan tetapi api itu meresap ke dalam tubuhku.
Dadaku mulai terasa panas, seakan ada bara api yang membakar seluruh bagian dalam tubu. Namun itu tidak berlangsung lama, hawa panas mulai reda hingga aku tidak merasakannya lagi.
[Mendapatkan energi Nova]
“Nova, Apa mungkin itu api putih yang baru saja masuk kedalam tubuhku?.”
Ding!
[Selamat anda berhasil mengalahkan The Old Star, Mendapatkan gelar Starkiller]
“Jadi itu nama monster itu adalah Bintang tua?.”
Tatapanku beralih pada api yang masih berkobar ditempat monster itu terbunuh. Aku melihat pedang Krigyus yang aku gunakan untuk membunuh wong Pute atau the old star, pedang itu mulai meleleh karena panasnya api.
Aku segera mengambilnya, api yang berasal dari tubuh wong Pute tidak lagi aku rasakan saat masuk kedalamnya. Tetapi karena pedang masuk begitu dalam pada mayat itu, aku pun tidak punya pilihan lain selain mengambilnya bersama tubuh Wong Pute.
“Tohir pasti akan marah padaku karena ini.” ucapku saat melihat pedang itu rusak parah.
Lalu tiba-tiba pengumuman kembali terdengar.
[Membuka job Starborn]
[Mendapatkan 2 stat poin]
__ADS_1
[Mendapatkan Golden Box]
[Mendapatkan 10000 exp]
[Job Conqueror level up]
[Job Hero level up]
[Job Ekspor level up]
Suara itu terus bergema di kepalaku membuatku pusing. Beberapa job dan skill naik level beberapa kali, membuat tubuhku tidak siap mendapatkan banyak kekuatan sekaligus. Aku melihat teman-temanku juga mengalami hal yang sama. Mereka terlihat kesakitan.
[Evolusi di mungkinkah]
[Evolusi di mulai]
Ark! Jeritan ku pecah saat seluruh tubuhku terasa di temukan. Dalam sekejap aku kehilangan kesadaran, entah karena terlalu lemah atau karena efek tubuhku yang mulai berubah.
***
Jeritan kesakitan, kematian dimana-mana dan k ota yang terbakar. Aku sadar saat ini sedang dalam mimpi, tetapi aku tidak mengerti kenapa bisa aku mengalami mimpi yang sana terus menerus hingga aku hapal semua yang akan terjadi pada mimpi ini.
“Terkutuklah kau.....”
Semuanya menjadi begitu gelap, hingga setitik cahaya muncul lalu berubah menjadi besar. Ledak terjadi memuntahkan partikel ke segala arah, sebagian partikel itu mengeluarkan cahaya dan menjadi bintang.
Ada satu bintang yang berukuran begitu besar. Bintang itu telah menelan beragam objek di sekitarnya. Namun karena ukurannya yang begitu besar membuat usia dari bintang itu menjadi pendek.
Bintang itu tidak lagi bisa memancarkan sinarnya, dia telah mati namun tidak sepenuhnya mati. Masih ada jiwa di dalam bongkahan batu besar itu, sesuatu yang hidu mulai tumbuh.
Bintang yang telah mati mulai retak seperti sebuah telur. Suara auman yang begitu keras terdengar hingga seantero jagat raya.
“Aaa!.” aku berteriak karena terkejut dengan suara yang aku dengar.
Setelah menenangkan diri, aku pun menyadari saat ini berada di dalam kamarku. Saat memeriksa anggota tubuhku, aku bernafas lega karena lengan dan kaki yang sebelumnya terpotong kini kembali pulih karena efek naik level.
“Budiman, apa kau bangun?.” terdengar suara seorang gadi dari luar. Aku hanya diam karena melihat sesuatu yang aneh pada kulitku.
“Katakan sesuatu, atau aku akan masuk.” aku tetap diam menghiraukan suara gadis itu.
__ADS_1
“Sisik ini... semakin bertambah banyak...” ucapku melihat beberapa bagian tubuhku yang memiliki sisik berwarna putih.
“Permisi, aku akan masuk!.”
“Ah tunggu!.”
Aku pun akhirnya sadar setelah mendengar suara pintu di buka. Dengan cepat aku segera menutupi tubuhku dengan selimut. Suara gadis yang terdengar asing, aku tidak menyangka akan ada seorang gadis yang akan masuk ke kamarku.
‘Lah, kenapa aku jadi gugup seperti ini?.’
Saat pintu terbuka, seorang gadis berkulit hijau setinggi anak berusia 15 tahun muncul dari balik pintu. Melihat kemunculan itu membuat aku terdiam sejenak.
‘Orc atau Troll?. Tidak dia lebih kecil, tetapi terlalu tinggi untuk ukuran seorang goblin.’
Aku berusaha mengidentifikasi ras dari gadis di depanku.
“Hem, Apa kau kekasih Jek?.” mendengar pertanyaan ku, gadis itu hanya menatapku dengan heran.
Wajah gadis itu tiba-tiba berubah menjadi sangat sedih dan hampir menangis. Lalu dia mengambil tongkat sihir yang digunakan oleh Jek untuk memukul kepalaku.
“Waa.. apa yang kau lakukan?.”
“Aku akan teru memukuli mu hingga kau sembuh dari amnesia.”
“What, siapa yang amnesia sialan!.”
Dari mana datangnya gadis bar-bar ini, dia terus memukuliku hingga kepalaku agak benjol karena ulahnya. Pada akhirnya tindakan kekerasan itu berakhir setelah Tohir datang karena kami terlalu ribut.
Di meja makan, Tohir menceritakan tentang apa yang terjadi setelah aku mengalahkan wong Pute. Dwarf itu terbangun saat mendengar ledakan besar disertai dampak guncangan terasa sampai ke rumah.
Karena khawatir, Tohir pun berniat mencari keberadaan kami. Dia dengan mudah menemukan keberadaan kami karena ledakan besar dan sebuah pilar api membumbung tinggi ke angkasa sesaat setelah kematian wong Pute.
Tohir mendapati semua yang terlibat dalam penaklukan itu ditemukan pingsan karena mengalami proses evolusi.
Termasuk juga aku yang sekarang telah berganti ras dari Reptilian menjadi Lizardman White Scales (Manusia kadal sisik Putih). Itu menjelaskan tentang sisik putih yang aku temukan di sekujur tubuhku.
Tatapanku kemudian tertuju pada gadis berkulit hitam yang sebelumnya memukuli kepalaku dengan begitu bar-bar. Aku tidak menyangka jika ternyata adalah Jek.
Sungguh aku bahkan tidak menduga jika Jek ternyata adalah sebuah perempuan. Itu wajar karena aku tidak pernah melihat goblin di dunia nyata selain Jek.
__ADS_1
Tetapi gadis itu sepertinya tidak menerima alasan ku, dan itu membuat dia marah padaku. Aku harus memberinya sesuatu sebagai permintaan maaf nanti.
Para hewan segera memasuki rumah setelah mendengar jika aku telah bangun dari tidur selama dua hari. Itu menyebabkan keributan di ruang makan saat mereka mulai makan sarapan kami.