Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
69. Di saat Pesta


__ADS_3

[peringatan chapter dewasa]


Pasukan Hunter kembali ke kota, mereka membentang sebuah bendera berbentuk teko di sepanjang jalan.


Bendera bergambar logo teko, lambang dari guild Legion Teapot.


Hari itu guild pertama di kota Sawi akhirnya terbentuk.


Dia kota para warga sudah menanti kepulangan Hunter sejak pagi. Mereka sangat khawatir terjadi masalah pada para Hunter sejak malam kemarin.


Suasana penyambutan terasa begitu meriah, sepanjang jalan kota dipenuhi oleh warga yang terus menyerukan pujian untuk guild baru kota Sawi.


Hidup pasukan Teko!


Hidup pasukan Teko!


Mereka terus berseru demikian sambil menaburkan kembang Kamboja sepanjang jalan. Hingga akhirnya seluruh Hunter kembali di titik awal tempat mereka memulai perjalanan yakni di depan Mansion keluarga Yuki.


“Ini adalah awal untuk kota kita!.”


““““OUUUUH!””””


Suara penuh semangat dari para Hunter menggetarkan seluruh kota. Setelah itu mereka pun diizinkan untuk membubarkan diri, kembali pada keluarga masing-masing.


Hari itu sangat bersejarah hingga dijadikan hari libur wilayah kota Sawi. Itu wajar karena untuk pertama kalinya Hunter kota berhasil mengambil alih Dungeon, yang berarti sekarang kota Sawi lebih aman dari para monster.


Bukan hanya Kota Sawi yang melakukannya, tetapi sebagian besar kota yang berhasil menaklukkan Dungeon di dekat kota tersebut pun ikut memperingati hari penaklukan dengan memperingatinya sebagai hati yang sakral.


Saat semua orang larut dalam suka cita perayaan. Budi mengurung dirinya dalam ruangan bawah tanah karena sedang mengerjakan item permintaan Yuki yakni kartu identitas keanggotaan Guild Legion Teapot.


Benda itu bukanlah sebuah kartu keanggotaan biasa, karena Budi membuatnya dengan memberikan sentuhan sihir didalamnya.


Sihir yang Budi masukkan ke dalam kartu identitas antara lain sihir pelacakan, sihir identitas dan sihir perhitungan Karma dan sihir Item Box.


Sihir Pelacak akan menunjukkan lokasi dimana letak kartu identitas berada. Ini berguna jika pemilik tanpa sengaja menghilangkan kartu, atau terjadi masalah dengan pemilik kartu itu sendiri. Dalam kondisi darurat anggota Guild yang memiliki wewenang juga bisa mengaktifkan efek ini untuk menemukan lokasi pemiliknya.


Cara mengaktifkannya adalah dengan menyebut kata kunci ‘Tracking’.


Sihir Identitas adalah efek yang akan menampilkan status pemilik kartu. Hanya dengan meneteskan darah atau sekedar melumuri kartu dengan ludah maka kartu akan mencatat data pemiliknya.


Sihir Perhitungan Karma adalah efek yang akan menghitung perbuatan baik atau jahat selama pemilik menyimpan kartun keanggotaan Guild.

__ADS_1


Kemudian yang terakhir adalah Sihir Kotak barang, seperti namanya kartu identitas bisa memilih kemampuan yang biasanya hanya dimiliki oleh Para Petualang.


Budi merasa efek dari kartu identitas yang dia buat terlalu luar biasa, terutama pada Sihir Kotak barang dan Sihir Identitas.


Kotak barang pasti akan sangat membantu semua orang, karena kemampuan penyimpanan dimensi memang sangat luar biasa.


Sedangkan untuk Sihir Identitas. Itu pasti akan menjadi kehebohan besar karena di seluruh dunia baru ada satu manusia yang bisa melihat statistik yang tidak lain orang itu adalah Budi.


Selama Budi hidup di kampung dia berpikir jika semua orang bisa melihat statistik mereka sendiri dengan mengatakan kata kunci ‘Open status’ seperti yang dia lakukan. Tetapi nyatanya tidak, hanya Budi yang bisa melakukannya.


Jadi bisa dibayangkan jika ada alat yang bisa menunjukkan statistik milik pemakainya pasti akan menjadi keributan besar.


‘Sebaiknya aku tidak memasukkan sihir Identitas pada kartu nama untuk anggota kelas bawah.’


Budi terus bekerja hingga tidak terasa malam sudah tiba, keadaan di luar semakin meriah karena lampu sihir dinyalakan dan pesta yang sebenarnya baru dimulai.


Sebuah konser di adakan, mereka tidak takut akan datangnya monster malam hari karena lampu sihir melindungi seluruh kota.


“Ini yang ke 2972.” Budi melempar lempeng besi yang merupakan kartu identitas ke dalam rak yang dipenuhi oleh kartu identitas yang sudah selesai dibuat.


“Bukankah kau terlalu giat bekerja, sudah saatnya kau menikmati pestanya bukan?.”


Datang suara dari arah tangga, itu adalah Yuniar yang ingin melihat keadaan Budi.


Budi berniat untuk kembali memalu lempengan besi yang akan dia buat menjadi kartu identitas. Tetapi tiba-tiba Yuniar menunjukkan botol yang terisi penuh di depan wajah Budi.


Dengan senyum menggoda, wanita itu mengajaknya untuk minum. Budi tidak penolak karena dia juga menang merasa butuh beristirahat.


***


[Selanjutnya bagaimana R18+]


Tangan Budi segera memeluk Yuniar yang membuatnya terkejut karena begitu tiba-tiba.


Tanpa mengatakan apapun Budi mengecup bibir wanita itu dengan lembut, namun semakin lama percumbuan itu semakin panas mana kala Yuniar membalas bibir Budi dengan lidah yang ia masukkan ke mulut lawan mainnya.


Tangan Budi mulai memainkan gunung kembar Yuniar yang masih di dalam pakaian, suara kecil wanita itu mulai bocor menandakan jika dia menikmatinya.


Melepaskan bibir Yuniar, bibir Budi menjalar ke telinga dan terus turun hingga leher ketika kedua tangannya masih bermain-main dengan dada Yuniar.


Suara Yuniar semakin tidak terkendali merasakan rangsangan yang Budi berikan.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba.


Breeet! Budi membuka paksa kemeja putih yang Yuniar kenakan hingga beberapa kancingnya terlepas, lalu mengeluarkan dua gunung Yuniar dari sangkarnya sambil terus meremas dan menciumnya secara bergantian.


Sambil menikmati dada Yuniar, tangan Budi mulai turun ke area bawah, meremas kasar bagian yang masih tertutupi oleh rok lalu memainkan mutiara Yuniar.


“Agh....”


Mata Yuniar terpejam dengan wajah menghadap ke atas merasakan sensasi menyenangkan dari perlakuan kasar Budi pada lembah miliknya.


Budi mengangkat tubuh Yuniar menaruhnya di atas Anvil lalu membuka rok panjang yang ia kenakan. Kemudian Budi mulai menciumi lembah terbelah Yuniar.


“Akh... Nak Budi.”


Yuniar memegang kepala Budi yang terus bermain pada lembah miliknya, satu jari mulai ia mainkan keluar masuk membuat Yuniar mendesah pelan.


Ketika permainan Budi semakin intens, Yuniar mulai meracau dengan kedua kakinya tertutup rapat menghimpit kepala Budi yang ada ditangannya.


“Mmmh...”


Tangan Yuniar mencengkram erat rambut Budi saat tubuhnya mulai mengejang merasakan pelepasan yang begitu kuat.


Setelah puas bermain-main, Budi bangkit lalu melepas celana menunjukkan miliknya yang sudah tegak.


Walaupun baru keluar tapi Yuniar tetap menyambut Budi dalam pelukannya, kedua kakinya makin melebar membuat Budi dengan mudah meluncurkan rudal ke dalam lubang Yuniar.


“Ahhh....” suara Yuniar kembali tidak bisa ia tahan.


Budi mulia memainkan miliknya maju mundur. Yuniar memeluk erat tubuh pemuda itu dua kaki dan tangannya melingkar di pinggang dan leher Budi.


“Kenapa kau tidak membuka saja semua baju ku?.”


“Aku sengaja karena ingin mengacaukan bibi.”


“Dasar bocah mesum.”


Mereka saling berciuman, lidah keduanya saling mengadu didalam mulut yang saling terhubung.


Hingga Budi menekan lebih dalam dengan tempo yang semakin cepat. Mulut Yuniar meracau semakin hebat seakan tidak peduli jika saat ini di luar toko sedang begitu ramai karena pesta.


Budi menghujam keras mengeluarkan cairan kenikmatannya didalam Yuniar, merasakan panas cairan itu membuat Yuniar ikut merasakan pelepasan untuk keduakalinya.

__ADS_1


Di saat semua orang di kota merayakan festival, keduanya menikmati kebersamaan dengan cara yang paling bergairah.


__ADS_2