Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
45. Ibu Raya?


__ADS_3

Raya adalah sosok yang sempurna. Selain memiliki paras yang cantik, dia juga kuat. Orang-orang percaya jika gadis muda itu adalah manusia terkuat di kota Sawi.


Anggapan itu berawal ketika Raya yang sedang mencari herbal untuk menyembuhkan ibunya yang menderita infeksi akibat gigitan tikus besar.


Tempat herbal ajaib tumbuh adalah di sekitar Dungeon, itu membuat Raya harus berjuang melawan banyak monster demi menemukan herbal yang dia cari.


Hari demi hari Raya lalui untuk berburu bersama Yuki. Mereka melakukan semua trik yang di ajarkan oleh akun Goblin Factory yang memang sangat efektif untuk mengalahkan monster tingkat bawah.


Hari pertama keduanya mendapat sepuluh ekor tikus dan beberapa kelinci, hari kedua buruan mereka bertambah menjadi dua puluh ekor, lalu setiap hari buruan mereka semakin bertambah banyak seiring menjadi kuatnya mereka.


Hingga akhirnya keduanya merasa tidak membutuhkan daging monster lagi setelah menyadari banyaknya monster yang telah mereka buru.


Karena tidak ingin membuang daging monster yang telah sudah payah di buru. Mereka pun memilih untuk membagikannya pada warga yang membutuhkan.


Walaupun awalnya warga tidak yakin jika daging monster bisa dimakan. Tetapi setelah mencobanya karena rasa lapar yang begitu parah, mereka pun mengetahui jika daging monster tertentu memang aman untuk dikonsumsi.


Lalu mulai dari situlah setiap hari Raya dan Yuki membagikan daging gratis pada warga. Tetapi tidak disangka perbuatan itu justru berdampak positif bagi usaha Raya mencari herbal untuk ibunya.


Semakin banyak orang yang mengagumi mereka karena kedermawanan yang telah mereka lakukan. Akibatnya semakin banyak pula yang ingin ikut berburu bersama Raya dan Yuki.


Sebuah Tim yang awalnya hanya terdiri dari dua gadis, namun semakin lama Tim itu semakin bertumbuh besar hingga akhirnya jumlah anggota Tim Perburuan telah mencapai hampir seribu anggota.


Jumlah anggota yang bahkan lebih banyak dari anggota Genk Belati Merah dan personel Polisi itu membuat derajat sosial Raya dan Yuki semakin naik, hingga melampaui Wali Kota itu sendiri.


Hingga kini walaupun Raya sudah mendapatkan apa yang diinginkan yakni menemukan herbal untuk ibundanya. Tetapi gadis itu tidak menunjukkan akan berhenti berburu.


Raya menginginkan agar para warga semakin kuat agar bisa mempertahankan diri dari serangan monster, pemikiran itu tentu mendambakan beragam reaksi.


Para Warga yang telah Raya bantu, tentu mendukung gagasan Raya untuk terus memburu monster dan memperkuat para warga.


Sementara pihak yang menolak adalah Geng Belati Merah, Kepolisian dan tentu saja Wali kota sendiri. Mereka beralasan jika akan sangat berbahaya bila warga biasa terus dibuat semakin kuat karena bisa menimbulkan kekacauan yang lebih besar dari bencana monster.

__ADS_1


Tetapi karena geng Belati Merah adalah sekumpulan perusuh membuat apa pun yang mereka katakan tidak ditanggapi.


Begitu pula dengan kepolisian dan Wali Kota, kredibilitas keduanya sudah lama dipertanyakan, dan apa yang terjadi selama satu bulan setelah Outbreak terjadi membuat mereka semakin kehilangan kepercayaan masyarakat.


***


Budi kembali diseret oleh Raya untuk menemui ibunya. Pemuda itu tidak menolak, dia mengenal sosok ibu Raya dengan baik karena sudah sering dibantu oleh wanita itu.


Budi kembali teringat jika sering mendapatkan makanan dari tetangganya. 'Aku masih ingat dengan jelas betapa enaknya masakan yang dia buat.’ Berbeda dengan Raya yang selalu menjahilinya seperti iblis, Wanita itu justru membantu Budi bak seorang malaikat.


Di lantai dua ibu Raya, nyonya Yuniar Sanjaya didampingi anak bungsunya Rohid menanti kedatangan Budi.


‘Dia agak berbeda dengan yang aku ingat.’ pikir Budi saat melihat ibu Raya yang sekarang memiliki warna rambut putih akibat efek dari infeksi tikus besar, Budi juga rambutnya memutih dahulu namun setelah beberapa bulan rambutnya kembali normal.


Tetapi selain rambu yang berubah menjadi putih, Wanita dengan dua orang anak itu juga terlihat lebih muda. Tidak ada keriput di wajah seperti yang Budi ingat.


Bahkan jika Raya tidak memperkenankan dia sebagai ibunya, Budi tidak akan mengenalinya karena begitu berbeda dari wanita berhati malaikat yang dia ingat.


“Itu bukan masalah besar, anggap saja ini balasan karena kebaikan nyonya Yuniar yang telah banyak membantu saya.” balas Budi.


“Ah, begitu rupanya. Aku tidak menyangka Nak Budi masih mengingat namaku, karena yang aku dengar kamu buruk dalam hal ini.”


Mendengar perkataan nyonya Yuniar membuat Budi teringat dengan kejadian sore tadi. Mungkin wanita ini mengira Budi tidak akan mengenalinya karena Raya atau Rohid memberitahunya.


Kemudian mereka pun berbincang tentang kehidupan yang masing-masing jalani selama beberapa bulan terakhir. Nyonya Yuniar sangat prihatin dengan keadaan tubuh Budi yang tidak lengkap, itu membuat Budi senang karena seseorang memberinya perhatian.


Selama beberapa jam dia berada di kota dengan banyaknya manusia. Budi tidak pernah sekalipun merasakan empati dari orang-orang yang telah bertemu dengannya.


Setiap orang yang melihatnya selalu menunjukan wajah jijik dan tidak jarang mereka memberikan cemoohan yang menyakitkan.


Walaupun Budi sadar jika sebagian besar cemoohan dan makian yang dia dapat dikatakan kedekatannya dengan dua gadis paling berpengaruh di Kota Sawi.

__ADS_1


Tetapi tetap saja perhatian yang diberikan oleh Nyonya Yuniar sangat berarti untuk Budi.


“Terimakasih, aku sangat menghargai perhatian anda.”


Budi terus memperhatikan nyonya Yuniar saat dia sedang bercerita tentang pengalaman selama di dalam pengungsian, yang sebagian besar dia jalani di dalam tenda karena mengalami sakit keras akibat infeksi dari serangan tikus besar.


“Bisa dikatakan aku beruntung karena Raya mendapatkan resep obat untuk menyembuhkan infeksi itu. Saya sangat berterima kasih pada siapapun yang telah membagikan resep obat.”


Nyonya Yuniar berterimakasih pada pemilik akun Goblin Factory yang telah membagikan resep obat untuk menyembuhkan infeksi tikus besar. Yang tidak lain pemilik akun itu adalah Budi sendiri.


“Ya tentu saja, banyak orang yang berterimakasih pada pemilik aku itu karena sudah dibantu seperti ibu.” ucap Raya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Budi.


Tetapi itu justru membuat Budi merasa terancam, ‘Apa dia berpikir untuk memeras ku?.’. saat ini selain Jek si goblin dan Tohir sang Dwarf. Hanya Raya dan Yuki yang mengetahui identitas dari pemilik akun Goblin Factory tidak lain adalah Budi.


Budi sengaja menyembunyikan identitasnya karena tidak ingin dirinya menjadi incaran orang-orang yang menginginkan pengetahuan yang dia miliki. Terutama dia tidak ingin membuang Tohir yang merupakan seorang penempa senjata sihir diburu karena keahlian yang sangat luar biasa.


***


Acara berlangsung meriah, Yuki memimpin pesta dengan mengatakan visi misi yang akan dia lakukan kedepannya. Gadis berdarah Jepang Indonesia itu mengutarakan niatnya membentuk pasukan yang akan bertugas untuk menyerbu Dungeon.


Ide itu tentu mendapatkan pertentangan dari beberapa orang yang beralasan jika monster di sekitar Dungeon masih terlalu kuat untuk ditangani oleh para penduduk yang telah berburu dengan Raya.


Namun Yuki yakin jika rencananya akan berhasil.


“Apa yang membuat Nona Yuki begitu yakin?.” tanya Ridwan yang mewakili orang-orang yang berpikir pesimis.


“Hem.” Yuki tersenyum. Tatapannya tertuju pada Budi yang sedang menyaksikan dari lantai atas. Itu membuat Budi sangat cemas


“Itu karena kita baru kita baru saja mendapatkan bantuan yang sangat besar.” pernyataan Yuki membuat kegaduhan di aula utama. Semua orang bertanya bantuan seperti apa yang Yuki maksud.


Namun ditengah rasa penasaran itu, tiba-tiba keributan lebih besar terjadi. Itu berawal dari tubuh Wali Kota yang jatuh entah darimana. Suasana pesta yang sebelumnya meriah kini berubah menjadi begitu mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2