
Roxy terus menggonggong kearah laptop, aku berpikir dia rindu dengan majikannya.
“Mungkin kita memang perlu berkunjung ke pengungsian sekali. Tetapi sebelum itu mari lakukan beberapa persiapan.”
Roxy langsung bersemangat mendengar jika kami akan pergi ke pengungsian. Dia segera pergi ke luar.
Aku teringat dengan evolusi yang kami semua lalui setelah melawan Wong Pute atau Bintang tua. Sisik di tubuhku semakin bertambah banyak setelah evolusi menjadi manusia kadal, sedangkan Jek entah kenapa dia bertransformasi menjadi seorang perempuan.
Kami berdua mengalami perubahan yang signifikan setelah berevolusi, tetapi berbeda dengan para binatang yang perubahannya tidak terlalu terlihat.
Bahkan aku tidak tahu apa yang berbeda dengan mereka.
Kecuali jika.
Mata naga bersinar saat aku menggunakan kemampuan baru yang terbuka.
___________________________________________
[Roxy]
Ras: Underdog LV 13
Hp: 1500
MP: 700
Sp: 2
Skill: (Shadow follow), (Strong Bite), (Front line), (Smelling).
Skill Unik: (Shadow 0/4)
___________________________________________
Bukankah Underdog artinya Unggulan?
Apa itu artinya Roxy adalah Ras anjing unggulan?.
Aku sama sekali tidak mengerti tentang jenis ras yang berubah setelah evolusi. Ras milikku sendiri yang merupakan manusia kadal tetapi wujud ku lebih mirip seperti manusia, yah walaupun ada beberapa sisik reptil di beberapa bagian tubuhku.
Skill (Shadow follow) dan Skill unik (Shadow) milik Roxy menarik perhatianku, kira-kira kemampuan seperti apa itu. Aku ingin berburu monster bersama Roxy dan binatang lainnya untuk melihat perkembangan mereka setelah evolusi, tetapi aku tidak bisa melakukannya karena pekerjaanku sangat banyak.
***
Turun ke basemen, aku melihat tempat itu benar-benar telah berubah menjadi sebuah bengkel pandai besi. Banyak pedang dan berbagai senjata beragam tipe tergantung rapi di dinding.
Sedangkan banyak kotak berisi material monster dan besi menumpuk rapi di sisi lain tempat Tohir melakukan penempaan senjata. Melihat betapa tidak pedulinya Dwarf itu terhadap area sekitar ketika sedang menempa, membuat aku ragu jika dia yang membereskan semua perlengkapan di tempat ini.
“Apa mungkin Jek yang membersihkan tempat ini?.”
Tohir yang begitu fokus membuatku tidak ingin mengganggunya, aku pun memilih untuk menunggu dan memperhatikan. Tanpa sadar mata naga kembali bersinar lalu...
[Mendapat pengetahuan tentang pandai besi]
“Hah?.”
[Job Blacksmith terbuka]
__ADS_1
“Lah?.”
Tiba-tiba saja aku membuka job pandai besi hanya dengan memperhatikan bagaimana Tohir bekerja. Mungkin ini adalah efek dari kemampuan baru mata naga yang telah aku buka.
[Dragon Wisdom 2: Mempertajam pengamatan]
Berkat kemampuan ini juga aku bisa melihat statistik milik orang lain.
___________________________________________
[Tohir Smashsteal]
Ras: Elder Dwarf LV 6
Job: Adept Blacksmith
Blessing: Smite God (4/10)
Gelar: (Alien) (Veteran Blacksmith)
HP: 1760
MP: 950
Sp: 3
Skill: (Beginner Blacksmith Max), (Adept Blacksmith II) (Hammer Art VI) (Megic item Craft II) (Fire Resist Vll), (Fire Magic III), (Control Mana V), (All Weapon Art I).
Skill Unik: (Magic Weapon Craft 1/4)
___________________________________________
Aku ingin tahu bagaimana Tohir memiliki statistik yang jauh lebih kuat dari Roxy, apa ini berkaitan dengan Ras Dwarf, atau karena faktor lain seper Job dan Gelar.
Kemudian apa itu Blessing?.
Bagaimana cara dia mendapatkannya?.
Aku sangat penasaran.
[Job Blacksmith level up]
Tanpa melakukan apa pun pekerjaan pandai besi sudah naik level. Kekuatan mata naga memang sangat luar biasa, mungkin akan tiba saatnya dimana aku bisa menguasai seluruh kemampuan yang ada di dunia ini.
“Huwa...”
“Kau sudah menunggu lama?.”
Aku hampir tertawa terbahak-bahak, terapi Tohir menyadarkan aku. Rupanya dia sudah selesai membuat senjata yang dia kerjakan.
“Ya, begitulah. Tetapi jangan khawatir aku sangat menikmati saat melihatmu bekerja, itu membuatku mendapat banyak pengetahuan tentang bagaimana cara menjadi seorang pandai besi.”
Perkataanku bukan sebuah kebohongan, karena aku sudah memiliki job pandai besi hanya dengan memperhatikan bagaimana dia bekerja.
“Baguslah kalau begitu.”
Tohir tersenyum lebar, dia seakan sedang merencanakan sesuatu padaku. Setelah mengambil berbagai perlengkapan, kami pun keluar dari rumah. Pushrank, Roxy dan yang lainnya sudah menunggu di luar.
__ADS_1
“Semuanya sudah siap?.”
Pertanyaan ku dibalas dengan suara berisik para bintang, Yap mereka sudah siap. Aku dan Tohir segera menaiki kereta yang ditarik oleh Pushrank, sementara Jek duduk di depan sebagai kusir.
Kami keluar dari ladang dan wilayah perumahan menuju hutan dimana Dungeon berada. Tujuan kami mendekati wilayah para monster adalah untuk memanen herbal dan juga kami akan membangun kebun di sana.
“Baiklah bersiaplah.” ucapku memperingatkan semuanya.
Keahlian (Hero sense) yang aku miliki sudah mencapai level delapan, membuat aku bisa merasakan seluruh hawa keberadaan dalam radius 150 meter.
Dari makhluk terkecil hingga yang menyembunyikan keberadaannya di pepohonan, aku dapat melihat keberadaan mereka dengan sangat jelas.
Tohir segera mengganti posisi Jek sebagai kusir, sementara Jek sendiri sekarang menaiki nyonya Goty akan bertugas melindungi kereta bersama dengan para anjing dan ayam.
Sedangkan aku, “Arah jam sepuluh, berdiri di dahan pohon.” setelah mendengar perkataanku, Jek segera mengambil satu anak panah kemudian melepaskannya ke arah yang aku tunjuk.
Tangisan monster terdengar begitu Jek melepaskan anak panahnya. Itu merupakan seekor bunglon sebesar kucing, monster yang bisa melakukan kamuflase sehingga merepotkan untuk ditangani.
Tetapi keahlian itu tidak ada artinya di depan skill (Hero Sense) yang aku miliki.
Tiba-tiba ada sekawanan monster adalah jumlah besar yang menuju kearah kami. Sepertinya sang Dungeon sudah menyadari keberadaan rombongan ini.
Aku pun segera mempersiapkan diri untuk pertarungan.
Rombongan monster dengan berbagai jenis, mereka jauh lebih kuat dari monster yang ditemui di luar hutan. Sebagian besar memiliki level antara 7-9, serta ada diantara yang sudah menembus level 10.
Itu berarti mereka sudah melakukan evolusi. Kami harus waspada pada monster yang sudah berevolusi karena mereka miliki skill unik.
Pertarungan berlangsung dengan baik. Walaupun kalah dari segi jumlah tetapi kekompakan dan pengalaman bertarung membuat kami lebih unggul. Jumlah lawan sedikit demi sedikit mulai terkikis, pertarungan akan segera dimenangkan.
Tetapi tidak akan secepat itu.
Angin bertiup kencang, sebuah sabetan angin melayang kearah Roxy, menyadari akan datangnya serangan, membuat anjing Doberman itu segera masuk kedalam bayangan yang merupakan keahlian dari (Shadow follow).
Monster penyerang ternyata adalah seekor belalang sembah berwarna biru, jelas dia merupakan monster yang telah berevolusi.
Roxy yang masuk kedalam bayangan kembali muncul di dekat belalang sembah, dia segera melompat keluar lalu menerkam leher serangga hingga patah.
Beberapa Rakun assassin menargetkan Roxy yang tiba-tiba berada di tengah barisan musuh, tetapi para ayam bergerak cepat melompat dari dahan-dahan pohon bagikan ninja untuk menghadapi para rakun.
Akita melolong saat mengaktifkan skill (Gigantisme) yang membuat tubuh anjing itu semakin membesar. Selain membuat bentuk tubuh lebih besar, skill itu juga membuat kesehatan dah pertahanan Akita diperkuat.
Kemudian yang terakhir adalah kelompok pendukung, jek, Oyen dan nyonya Goty mereka memberikan bantuan pada penyerang gari depan dengan menyerang dari belakang dan memberikan sihir pendukung.
“Sepertinya aku tidak perlu turun tangan.”
Pertarungan ini akan berlangsung selama berhari-hari. Aku ingin membersihkan hutan dari para monster karena banyak hal yang ingin akan aku lakukan di sini.
“Membuat sebuah benteng rahasia tidaklah buruk.”
Banyak hal yang kami lakukan di hutan dan perkebunan, hingga tidak terasa beberapa Minggu pun berlalu. Selama itu aku merasa hubungan kami semakin erat, seakan aku telah menemukan sebuah keluarga.
***
Arc 2 end.
[Sepertinya akan saya buat Time skip]
__ADS_1