Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
80. Tuntutan


__ADS_3

“Apa kau sudah puas?.”


Budi bertanya pada Spec yang masih memeluk punggungnya di belakang. Walaupun ledakan tadi begitu besar tetapi baik Budi maupun Spec masih hidup.


Namun berbeda dengan manusia kadal yang masih baik-baik saja, Spec sumber dari ledakan itu sudah kehilangan kesadarannya.


“Kau pun cukup mengesankan.”


Budi menarik leher Spec, menyingkirkan pria bertindik itu dari tubuhnya lalu melempar begitu saja ke pinggir jalan bagaikan sebuah sampah.


Budi berjalan perlahan menuju sisa anggota geng the Daki yang sudah begitu kesulitan berdiri karena tekanan yang dia berikan. Kekuatan intimidasi terlalu kuat hingga efeknya aktif sendiri walaupun Budi tidak menggunakannya.


Langkah kaki Budi terhenti saat helikopter terakhir terbang tepat di atas anggota the Daki. Pemuda kadal itu dapat melihat mata kamera di bagian bawah helikopter sedang menyorot ke arahnya.


Dia menjadi terkenal sekarang dengan wajah jeleknya yang bersisik. Budi berpikir pasti banyak orang yang akan berpikir dirinya adalah monster pembunuh sadis karena apa yang telah dia lakukan pada Geng The Daki.


“Kira-kira berapa banyak yang menonton?.”


Namun Budi sama sekali tidak peduli akan hal itu. Dia sadar jika monster akan selalu dianggap sebagai musuh utama manusia.


Karena alasan itulah dia akan menggunakan identitas palsu yang akan digunakan saat dalam wujud monster nya.


“Pertarungan yang sangat membosankan.”


Suara Budi terdengar dengan keras hingga semua orang dapat mendengarnya, bahkan yang menonton secara live sekalipun.


“Karena rumor yang kalian miliki, membuat aku terpaksa menggunakan rencana hina dengan menjebak kalian.”


Budi menghela nafas panjang seakan menyesal karena meledakkan jembatan.


“Sepertinya rumor itu hanya sebuah cerita yang penuh dengan bumbu omong kosong. Ini sungguh membuatku marah!.”


Budi berteriak keras membuat seluruh jembatan berguncang hebat. Setiap anggota Genk the Daki yang terjatuh kepala mereka membentur aspal jalan begitu keras karena tekanan yang mereka rasakan.


Bahkan intimidasi itu sampai dirasakan oleh puluhan juta manusia yang menonton secara live. Ada yang membasahi celana, terjungkal dari kursi hingga ada juga yang mendalami serangan jantung.


“Karena begitu marah aku ingin sekali membunuh kalian semua dengan cepat.”


Sisa anggota the Daki merasa kematian mereka sudah ditentukan setelah Budi mengatakan itu. Tetapi ...


“Namun aku tidak suka menyerang mereka yang ingin menyerah. Jadi apa kalian ingin menyerah?.”


Pertanyaan Budi tentu membuat banyak anggota geng yang merasa senang karena mereka bisa terhindar dari kematian.


Namun berbanding terbalik dengan apa yang anak buahnya harapkan, Tangji justru tidak ingin menyerah.


“Kami tidak akan menerima kekalahan! Lebih baik mati dari pada pulang menanggung malu?.”


Perkataan Tangji membuat seluruh anak buahnya merasa putus asa.


“Benarkah? Tetapi yang aku lihat seperti hanya kau yang berpikir demikian. Lihat sekeliling mu, apakah ada orang lain yang berdiri di samping mu?.”


Tangji sangat marah saat menyadari jika anak buahnya tidak kembali bangkit. Tetapi dia segera menenangkan diri saat melihat keadaan anggotanya terlihat tidak biasa, bahkan Wink pun terlihat kesulitan untuk bsngkit


Budi pun menjelaskan jika mereka terlalu lemah hingga tidak dapat menahan tekanan yang dia berikan.

__ADS_1


“Kau cukup kuat hingga bisa bertahan pada level ini. Sekali lagi Genk sampah ini kembali membuatku terkesan, aku sangat senang melihat beberapa potensi yang menjanjikan.”


Pertama adalah wanita dengan sniper, lalu pria bertindik yang melakukan serangan bunuh diri, dan yang terakhir adalah pemimpin dari Genk yang mampu menahan kekuatan tekanan dari Budi.


“Sungguh sangat disayangkan jika kalian dilenyapkan begitu saja. Walaupun mungkin kalian bukan orang baik, tetapi setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua bukan?.”


Anggota geng the Daki saling menatap, mereka senang karena sepertinya sosok mengerikan itu akan memberikan mereka kesempatan kedua.


“Sudah aku katakan jika kamu tidak....”


Perkataan Tangji terhenti ketika cengkraman tangan kadal menutup mulutnya.


“Sebaiknya kau tidak bersikap seperti seorang idiot, karena itu sama sekali tidak akan menguntungkan.”


Budi mendorong kepala Tangji membenturkannya ke aspal hingga membuatnya pingsan.


Setelah kekalahan Tangji, kepemimpinan diambil alih oleh wakilnya, Wink. Wanita itu segera menyatakan kekalahannya demi mempertahankan anggota geng the Daki yang tersisa.


Walaupun mungkin nanti Tangji akan membunuhnya, tetapi Wink tidak peduli. Bertahan hidup adalah yang utama untuk Genk The Daki.


Tidak peduli seberapa pun buruknya cara yang mereka gunakan, bahkan jika harus bertekuk lutut dan mencium sepatu lawan, mereka akan melakukannya jika itu bisa membuat mereka selamat.


Karena jika mereka bisa bertahan hidup the Daki akan selalu bisa menemukan cara untuk membalas dendam.


Itu adalah cara yang mereka lakukan saat gank masih berupa kelompok kecil. Tetapi karena gang sudah tumbuh pesat karena bantuan dari organisasi Gamprit, membuat sebagian besar anggota melupakan moto awal mereka.


***


Dari arah kota Sawi Pushrank datang ditunggangi oleh Budi, mereka saat ini menunju ke arah jembatan yang sudah rusak parah.


Dia melihat Helikopter telah mendarat di area lapangan.


Puluhan anggota geng the Daki yang masih selamat dari serangan lizardman berkumpul di sekitar helikopter, mereka membantu para anggota lainnya yang masih hidup setelah tercebur ke sungai.


“Jika jumlah mereka digabungkan bisa mencapai ribuan. Itu cukup banyak, apakah mungkin mereka akan melakukan pembalasan?.”


Jumlah anggota the Daki yang berhasil bertahan hidup setelah jatuh ke sungai membuatnya khawatir mereka akan melanjutkan pertarungan dengan lizardman.


Budi melihat beberapa orang mengarahkan kamera kearahnya saat dia baru datang. Berpikir jutaan orang sedang menatapnya melalui internet, membuat Budi merasa demam panggung untuk sementara.


Tidak ada satupun dari anggota Genk the Daki yang berani mengganggunya karena Lizardman sudah mengatakan jika pemuda cacat Itu berada dalam perlindungannya.


“Budi apa kau membawa apa yang aku minta?.” tanya Lizardman begitu Budi sampai di ujung jembatan.


“Tentu, ini sangat sulit dibuat karena sihir didalamnya begitu kuat.”


Budi turin dari punggung Pushrank lalu menyerahkan sebuah gulungan yang terbuat dari kulit. Lizardman putih itu membuka gulungan lalu membaca sesat apa yang tertulis di dalamnya.


“Bagus kau membuatnya dengan baik.” puji Lizardman.


Melihat itu tidak anggota the Daki menatap Budi karena penasaran dengan gulungan yang dua bawa.


Lizardman menulis sesuatu pada buku, setelah itu melemparkannya pada Tangji yang sudah sadar dengan perban di kepalanya.


“Itu adalah sebuah prakemen yang berisi sihir kontrak. Jika dua pihak telah melakukan kesepakatan pada apa yang tertulis di atas prakemen, maka keduanya harus mematuhinya karena jika dilanggar sihir kontrak akan memberikan kutukan pada pihak yang melanggar kontrak.”

__ADS_1


Tangji dan Wink segera membaca baik-baik apa yang tertera pada prakemen, sementara Spec yang seluruh tubuhnya diperban seperti mumi hanya mengawasi.


Prakemen itu berisi tuntutan paska perang yang dibuat oleh pemenang untuk meminta ganti rugi pada pihak yang kalah.


Dalam hal ini Lizardman putih yang menjadi pemenang akan menuntut ganti rugi dari geng The Daki.


Tuntutan yang diminta oleh Lizardman adalah sebagai berikut.




Tidak boleh menyerang kota Sawi selama satu tahun penuh.




Membayar ganti rugi setara 5.000.000 batu monster biru.




Menyediakan 3.000 tenaga kerja untuk kota Sawi.




Jika tuntutan tidak terpenuhi selama dua tahun maka seluruh anggota The Daki akan jatuh ke dalam perbudakan.




Kontrak berlaku untuk semua anggota geng the Daki yang terdaftar sebelum atau sesudah kontrak di tandatangani.




Setiap anggota the Daki yang berniat meninggalkan Genk untuk menghindari tanggung jawab, maka kutukan acak akan menyerangnya. Kutukan hanya berakhir setelah mereka kembali dalam Genk.




Tangji dan Wink tidak mengerti apakah tuntutan yang tertulis di dalam prakemen sulit di bayarkan atau tidak.


Tetapi karena tidak ingin mendapat masalah yang lebih besar mereka pun menyetujui tuntutan itu.


Lalu setelah Tangji sebagai pemimpin Genk menandatangani kontrak darah, semenjak vitu juga semua anggota geng the Daki baik yang berada di area jembatan ataupun yang masih berada di kota Jati.


Mereka semua mendapatkan sebuah tato aneh di lengan sebagai tanda jika mereka telah terikat kontrak.

__ADS_1


__ADS_2