Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
116. Seperti Kucing Liar


__ADS_3

Raya setiap hari menghabiskan waktu untuk menjelajahi Dungeon bersama anggota guild Legion Teapot.


Selain untuk menaikkan level dan memperkuat anggota guild, dia juga ingin menjaga posisinya sebagai guild master terbaik.


Saat ini lantai Dungeon yang Guild Legion Teapot berhasil jelajahi sudah mencapai lantai sebelas, membuat guild itu menepati posisi kedua di dunia.


Sementara di posisi pertama ada guild Reloader yang berada satu lantai di atas Legion yakni lantai 12.


Persaingan kedua guild tingkat dunia itu sudah menjadi bahan diskusi yang panjang di dunia Maya.


Para pendukung dari kedua guild selalu membanding-bandingkan kekuatan antara kedua guild.


Guild Reloader memiliki jumlah anggota yang begitu melimpah. Guild itu sendiri dapat menguasai satu negara bagian karena banyaknya anggota.


Dengan mengutus ribuan anggota sekaligus untuk menjelajahi lantai Dungeon, cara mereka menjelajahi Dungeon sangat bar-bar.


Tetapi sangat efektif untuk memetakan seluruh lantai Dungeon hingga bisa menemukan area tersembunyi tempat dimana tangga berikutnya berada.


Namun cara ini memiliki satu kelemahan fatal, yakni banyaknya anggota yang dikorbankan.


Sedangkan saat melawan bos hanya beberapa anggota inti saja yang maju untuk mendapatkan keuntungan.


Sementara itu guild Legion Teapot hanya memiliki anggota kurang dari lima ribu. Cara mereka menjelajahi Dungeon terkesan lambat dan begitu berhati-hati.


Tetapi walaupun memiliki jumlah anggota kecil, Guild Legion Teapot memiliki keunggulan tersendiri yaitu perlengkapan yang mereka gunakan.


Sudah diketahui oleh semua orang jika item sihir maupun senjata dari kota Sawi adalah barang kelas atas yang menjadi incaran para Hunter di seluruh dunia.


Berkat semua perlengkapan yang mereka miliki membuat guild Legion Teapot sangat diperhitungkan walaupun jumlah anggota mereka tidak begitu besar.


“Itu cukup melenceng dari pembahasan awal.”


Setelah melewati pasar akhirnya aku sampai di depan markas guild Legion Teapot.


Gedung itu terlihat begitu kusam karena mereka memang hanya menggunakan gedung kosong


Walaupun terlihat jika beberapa bagian telah direnovasi tetapi tetap saja gedung itu masih begitu mengerikan.


“Sepertinya Raya benar-benar tidak peduli dengan keadaan markas guildnya.”


Karena begitu giat menjelajahi Dungeon, Raya bahkan jarang berada di dalam markas guild, yang berada di dalam sana hanya pelayan perdagangan dan resepsionis pendaftaran keanggotaan saja.


Keuntungan menjadi anggota guild Legion Teapot selain mudah mendapatkan informasi tentang Dungeon, anggota juga bisa mengambil misi di markas guild.


Lalu yang menjadi tujuan utama semua orang ingin menjadi anggota adalah akses untuk mendapatkan senjata dan item terbaik.


Banyak orang yang mendaftar menjadi anggota guild karena menginginkan equipment kuat, tetapi tentu saja tidak semua orang menjadi anggota guild.


“Ini adalah monopoli.”


Sebenarnya aku bisa saja menjual item dengan kualitas yang sama seperti yang bisa didapatkan oleh anggota guild Legion Teapot.

__ADS_1


Namun Yuki dan Liliana melarang ku melakukan itu dengan alasan untuk menjaga posisi Guild dan harga item di pasaran.


Aku tidak sepenuhnya mengerti apa yang kedua gadis itu katakan, namun aku paham garis Besar.


Seandainya aku menjual equipment kuat secara bebas, maka bisa saja yang akan membelinya adalah pihak dari guild lainnya.


Jika itu terjadi maka keunggulan yang dimiliki guild Legion Teapot akan lenyap. Sementara jika aku membuat item sihir tingkat atas dalam jumlah besar maka harganya pun akan menurun.


“Mereka benar, jika aku memproduksi masal item sihir maka banyak yang akan dirugikan.”


Memasuki gedung guild, aku pun segera mendekati salah satu resepsionis untuk mengatakan tujuanku ke tempat itu.


Tetapi Resepsi pria itu menatapku dengan tatapan tidak yakin ketika aku mengatakan jika Raya sedang menungguku.


‘Apa mungkin banyak orang yang melakukan ini sebelumnya?.’


Aku berusaha meyakinkan resepsionis itu, namun dia tetap tidak percaya. Dia bahkan memanggil keamanan untuk mengusirku dengan alasan membuat keributan.


“Aku yang memegang dua puluh persen saham guild sampai mendapatkan perlakuan seperti ini. Kalian akan menyesali ini!.”


Walaupun aku mengatakan yang sebenarnya tetapi tidak ada yang peduli karena mengaggap semua yang aku ucapkan hanyalah omong kosong.


Para penjaga segera melempar ku keluar dari gedung, banyak orang yang melihat kejadian itu hingga membuatku begitu malu.


“Sial, ini terlalu berlebihan.”


Karena tidak terima diperlakukan seperti kucing liar, aku pun segera menghubungi Raya.


***


Dimas datang ke kantor Raya untuk menanyakan kenapa gadis itu tidak meluluhkan penjelajahan Dungeon hari ini.


Biasanya setiap hari raya rajin menjelajahi Dungeon dengan anggota guild, beberapa orang beranggapan jika dia begitu rajin karena ingin menaikkan level.


Sedangkan yang lainnya beranggapan jika Raya ingin mengejar guild Reloader dan membuat guildnya menjadi yang terbaik.


“Raya, aku mendengar jika Guild Reloader sudah menemukan tangga menuju lantai empat belas.” ucap Dimas.


“Lalu?.” balas Raya singkat sambil terus mengerjakan urusannya.


“Guild Naga Merah juga sudah berhasil mengalahkan bos lantai 10.” balas Dimas.


“Oh.”


Sekali lagi gadis berambut merah itu membalas singkat. Dapat dilihat jika Raya sama sekali tidak peduli dengan semua informasi yang Dimas katakan.


Namun entah pemuda itu tidak dapat membaca suasana atau memang dia begitu bodoh, hingga dia tidak dapat melihat wajah Raya yang merasa terganggu oleh kehadirannya.


“Karena itulah mari kita kembali menjelajah juga hari ini agar posisi guild kita tidak direbut oleh guild lain.”


Dimas tersenyum cerah saat mengatakan semua itu, senyum yang mungkin akan membuat puluhan perempuan menjerit histeris saat melihatnya.

__ADS_1


Namun tampaknya tidak demikian dengan Raya.


Wajah Dimas bisa dibilang tampan hingga banyak pria merasa iri dan membuat para gadis jatuh hati dengannya.


Namun tampaknya tidak demikian dengan Raya.


“Jika kau ingin menjelajahi Dungeon maka kau bisa pergi sendiri, aku sudah memiliki rencana hari ini.”


“Tetapi ranking guild kita nanti akan turun loh.”


“Kau pikir aku peduli dengan ranking konyol itu?.”


Dimas tidak dapat berbicara lagi setelah merasa tekanan intimidasi dari Raya. Jika dia terus memaksa gadis itu maka bisa saja Raya membencinya.


‘Tidak bisa, aku tidak boleh terlalu memaksanya. Gadis seperti dia harus didekati dengan hati-hati.’


Pemuda itu tidak ingin raya membencinya. Bukan hanya karena dia takut jika dikeluarkan dari guild karena membuat pemimpinnya marah, tetapi lebih dari itu.


‘Akan sangat gawat jika dua justru menjauhiku. Bisa-bisa rencana yang sudah aku buat bisa gagal.’ pikir Dimas.


“Kau masih di sini?.”


Perkataan Raya membuat Dimas tersentak kaget. Dengan jelas gadis itu menunjukkan raut wajah terganggu dengan kehadiran Dimas.


Menyadari itu Dimas pun segera berpamitan untuk meninggalkan ruangan, namun sebelum itu Dimas terhenti saat mendengar suara telefon Raya yang berbunyi.


Raya terlihat senang saat mendapat telfon itu.


Melihat wajah Raya yang begitu ceria membuat Dimas penasaran dengan sosok yang menelfon raya.


“Halo kak Budi... apa kakak sudah sampai di markas, oke aku akan segera turun.”


Nama yang diucapkannya Raya tiba-tiba membuat darah naik hingga ke ubun-ubun Dimas.


‘Sial, kenapa pria cacat itu masih saja menggangguku.’


Dimas tentu masih ingat dengan nama pria yang Raya sebutkan. Dia juga tahu jika seluruh item yang dimiliki guild Legion Teapot adalah ciptaan Budi.


Tetapi dia tidak akan mengakui pemuda cacat yang dia anggap lebih rendah darinya.


Apa lagi saat ini gadis yang dia incar lebih memilih untuk pergi dengan Budi daripada melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dengan menjelajahi Dungeon.


“Tidak, Raya aku tidak akan mengizinkan mu.. hiek!.”


Lidah Dimas tergigit saat melihat tatapan Raya yang begitu dingin mengarah padanya.


“Aku akan pergi, jadi sebaiknya kau segera keluar.”


Tanpa sepatah kata pun dengan patuh Dimas meninggalkan ruang kerja guild master.


***

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2