
Kunang-kunang menembakkan bola api dari belakang ekornya. Dengan sigap kami menghindar dari tembakan api dan segera berlari menjauh. Namun tidak disangka kecepatan terbang Kunang-kunang cukup cepat hingga bisa mengejar kami.
Serangga itu terus menembakkan bola api membuat beberapa area terbakar. Takut jika kebakaran melebar hingga perumahan, aku pun memutuskan untuk mengarahkan para kunang-kunang kembali ke jalanan.
Tidak ingin terus menghindar sambil ditembaki, kami pun melawan balik dengan memberikan serangan balasan. Jek menggunakan panahnya untuk menumbangkan Kunang-kunang satu persatu.
Aku pun demikian, namun sayangnya kekuatan serangan anak panah begitu lemah. Mungkin karena aku belum mendapatkan skill [Beginner Bow art]. Walaupun demikian aku masih sangat terkejut dengan keahlian memanah yang aku miliki.
Tingkat akurasi mengenai target setidaknya 70%, sangat tinggi seakan aku sudah mempelajari panahan selama bertahun-tahun, walaupun sebenarnya ini baru pertama kalinya aku menggunakan senjata panah.
“Mungkinkah ini merupakan efek dari menaikan Statistik?.”
Tingkat pemahaman ku pada sebuah senjata menjadi sangat luar biasa, aku percaya keahlian ini adalah efek dari statistik Kemahiran yang aku miliki.
Jumlah kunang-kunang semakin menurun, namun sepanjang jalan yang dilalui banyak monster kami jumpai, mereka pun berbondong-bondong mengejar kami. Beberapa diantaranya tertinggal karena memiliki mobilitas yang buruk, tetapi lebih banyak monster yang masih mengejar.
Kree! Seorang anak kecil dengan kulit pucat melompat dari atas delman hantu. Itu adalah Tuyul yang hendak menyerang Jek, dengan sigap aku segera mengambil belati kelinci dan melemparkannya kearah tuyul.
Menyadari serangan datang, Tuyul segera menghindar, namun dia telat melakukan penghindaran hingga membuat bahu kanannya terluka. Akibatnya Tuyul pun terjatuh ke aspal jalan.
“Monster yang menyebalkan!.” aku tidak tahan mengumpat pada Tuyul yang masih bisa bertahan setelah menerima serangan ku.
Tuyul adalah sejenis zombie namun memiliki kecerdasan dan kelincahan yang lebih baik. Setan itu berwujud anak dengan kulit putih pucat dengan kain menutupi bagian bawah.
Kelincahan para Tuyul sangat luar biasa, mereka bisa berlari secepat kuda, lalu menggunakan tubuh monster lain sebagai pijakan untuk melakukan serangan.
Keahlian unik para Tuyul adalah pencurian, mereka bisa merebut senjata hanya dengan sentuhan. Karena kemampuan unik itu membuatku harus kehilangan busur panah.
Karena sulit melawan Tuyul, aku pun berencana menjebak mereka dengan menjadikan Jek sebagai umpan, namun Tuyul masih memiliki refleks yang bagus hingga serangan itu bisa dihindari. Walaupun tidak sempurna namun masih selamat karena belati tidak mengenai titik vital.
Delman hantu tanpa kusir yang ditarik oleh dua kuda dengan mata memancarkan api biru. Di atas atap delman, beberapa tuyul terus melempari batu kearah kami.
__ADS_1
“Jika seperti ini terus maka kita hanya akan berlarian hingga pagi.”
Semakin jauh kami pergi. Maka semakin banyak monster dan setan yang mengejar. Aku merasa tidak takut dengan mereka, tetapi justru sangat menyayangkan jika membiarkan poin Exp dalam jumlah besar itu hilang begitu saja.
Akhirnya aku pun mulai menyusun rencana untuk melakukan srangangn balik. ‘Jika tidak salah ada perempatan di depan.’ aku menggunakan ingatanku untuk rencana ku.
Serangan terus berdatangan, aku menanggapinya dengan menggunakan lengan Belalang untuk menangkis. Tetapi tidak bisa seperti ini teru, aku harus melakukan serangan balik.
Karena tidak memiliki busur panah, sementara belati yang aku lempar bisa para Tuyul tangkap dengan mudah. Tidak ada cara lain, aku akhirnya nekat untuk melompat dari punggung kuda menuju atap delman.
Setelah melihat aku melompat, Roxy dan Akita yang sudah aku beritahu rencana ku segera turun dari tas yang terpasang pada kuda. mereka segera menggonggong untuk menarik perhatian para monster agar mengikuti mereka.
Hasilnya masa monster pun terbagi menjadi tiga. Kemudian giliran aku yang melakukan serangan.
Para Tuyul masih melempari batu kearah ku yang melompat kearah mereka. Menggunakan lengan Belalang aku menangkis serangan yang datang, lalu mengaktifkan skill (intimidasi) yang membuat para monster menjadi terdiam seketika.
“(Airwaves)!.”
Aku mengaktifkan skill yang baru terbuka setelah [Beginner Scythe Art] mencapai level tiga. Skill ini memungkinkan aku melapisi senjata berjenis sabit besar dengan elemen angin, serangan berikutnya bisa menimbulkan kerusakan elemen angin dan sebuah gelombang.
Satu kibasan kuat membuat sebuah gelombang angin bertiup melukai setiap Tuyul yang ada di atas atap. Namun walaupun serangan itu mampu membuat luka parah, tetapi Anak-anak setan itu masih tetap bertahan.
Berhasil mendarat di atap delman hantu, aku segera disambut oleh serangan enam Tuyul. Kecepatan serangan mereka tidak menurun sedikitpun walaupun telah mengalami luka parah. Karena tidak mungkin melawan mereka menggunakan senjata, aku pun terpaksa menggunakan tangan kosong.
Kelincahan yang aku milik setelah menambahkan job pencuri membuatku bisa mengimbangi kecepatan para Tuyul. Perkelahian sengit pun terjadi di atas atap delman, serangan dari monster lain seringkali membuatku kerepotan, tetapi semuanya masih bisa aku atasi.
Tangisan Tuyul bergema ketik dua jari menusuk dua bola matanya. Menggunakan kesempatan itu aku segera menggeprek dua telinganya, hingga gendang telinga pecah.
Itu adalah tindakan keterlaluan pada anak kecil. namun mengingat para Tuyul hanyalah setan berwujud anak kecil, dan bagaimana para Tuyul begitu menyebalkan, aku pun tidak sungkan menyakiti mereka.
Satu tuyul tewas saat aku menendangnya hingga jatuh dari atas kereta, lehernya patah setelah kepalanya membentur aspal jalan, lalu tubuhnya terinjak-injak oleh para monster yang mengejar.
__ADS_1
[Mengalahkan Tuyul + 450]
[Job Conqueror level up]
Aku begitu senang melihat job Conqueror akhirnya kembali menaikkan. Job tingkat legendaris benar-benar sulit untuk baik level, di saat job Explorer sudah mencapai level 17 dan job Hero hampir mencapai level 10. Conqueror sendiri tertinggal dan masih level 6.
“Bahkan level (pencuri) sudah mengejar Conqueror.”
Kembali ke dalam pertempuran. Kehilangan satu rekan membuat serangan para Tuyul menjadi lebih mudah diprediksi. Satu persatu anak setan itu mulai tumbang dengan pukulan dan tendangan dariku.
Crack! Suara tulang patah terdengar begitu renyah saat aku mematahkan leher Tuyul terakhir.
[Mengalahkan Tuyul +440]
[Job Hero level up]
“Wuahahaha.... terimakasih untuk poin pengalamannya.” aku segera melempar mayat Tuyul ke arah kunang-kunang sebelum menghilang.
Kunang-kunang yang tertimpa mayat Tuyul segera melesakkan diri karena karakteristik Monster itu memang akan meledakkan diri saat begitu dekat dengan musuh.
Akibat dari ledakan itu membuat rentetan ledakan kunang-kunang terjadi dan melukai monster lain. Tawaku semakin kencang saat pin pengalaman terus mengalir dari tindakan kecil itu, hingga...
“Bugriiii!!!!.”
Tiba-tiba Jek berteriak keras memanggil namaku, bersamaan dengan itu aku merasa tanda bahaya yang begitu kuat. Itu terasa seperti saat aku menghadapi Laba-laba pembunuh.
Saat aku menengok, di depan jalan yang akan kami lalui berdiri seseorang yang seluruh tubuhnya memutih. Entah itu karena cahaya atau memang kulitnya yang seputih abu.
Sosok itu berdiri diam di tengah jalan menatap rombongan setan yang mengejarku. Dia mulai mengangkat tangan seakan ingin meminta kami berhenti, lalu....
Tiba-tiba perasaan bahaya menjerit keras.
__ADS_1
“Jek menghindar!.”
Ledakan api putih muncul dari telapak tangan makhluk itu, membakar semua yang ada didepannya.