Penempa Jiwa Naga

Penempa Jiwa Naga
46. Serangan Geng Belati Merah


__ADS_3

Kemeriahan pesta tiba-tiba berubah menjadi kekacauan ketika jasad Gofar si Wali Kota jatuh dari atas. “Siapa yang melakukan ini!.” ucap Ridwan sambil menatap sekeliling.


Lalu suara tawa terdengar dari lantai tiga, semua orang terkejut setelah melihat pemilik suara tawa itu. “Hendry kau yang melakukan ini?.” tanya Ridwan sambil menunjukkan mayat yang baru saja terjatuh.


“Benar itu adalah perbuatan ku.” Hendry tidak sedikitpun berniat menyembunyikan perbuatannya, dia bahkan memperlihatkan belati yang digunakan untuk membunuh Gofar.


“Manusia gila, kau pikir apa yang sudah kau lakukan!.”


“Aku melakukan apa yang seharusnya kau lakukan sejak dahulu.”


“Apa!.”


Hendry tertawa keras, “Ahahaha, kau ingin bertingkah bodoh rupanya.”


Mendengar percakapan antara pemimpin kepolisian dan pemimpin Geng Belati Merah, membuat semua orang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Sementara itu wajah Ridwan mulai menunjukan kepanikan.


“Kau pikir aku tidak tahu jika kau sudah menerima suap dari Wali Kota untuk membiarkan bab1 itu menyimpan semua bantuan makanan sehingga membuat semua orang kelaparan?.”


Nafas semua orang tercekat setelah mendengar perkataan Hendry. Tidak ada yang mengira jika Ridwan yang terlihat begitu baik dan peduli dengan warna, justru adalah bagian dari Wali Kota yang telah membuatnya rakyatnya begitu menderita.


“Omong kosong!.” Ridwan membantah tuduhan Hendry. “Mana mungkin pemimpin geng Belati Merah yang selalu membuat onar bisa dipercayai. Kau hanya ingin memfitnah aku bukan!.”


Ridwan menggunakan identitas Hendry yang merupakan pemimpin geng Belati Merah untuk melawannya. Akibatnya beberapa orang pun mulai tidak yakin dengan perkataan Hendry.


Senyum Ridwan mengembang saat melihat mulai banyak yang meragukan perkataan Hendry. “Sudah cukup, aku akan menahan kriminal seperti mu karena terbukti telah melakukan pembunuhan terhadap Wali Kota!.”


Mendengar ancaman dari Ridwan yang akan memenjarakannya, tidak ada rasa takut sedikitpun di wajah Hendry.


“Kau ingin menahan ku? Ahahaha...” tawa itu kembali terdengar membuat semua orang merasa tidak nyaman.


Tidak mungkin bukan jika Hendry yang merupakan seorang pemimpin geng Belati Merah, akan menunjukkan tindakan kriminal tanpa alasan.


‘Dia pasti sedang merencanakan sesuatu.’ pikir sebagian besar orang di aula utama.


“Dasar kriminal kelas teri kau pikir aku tidak bisa melakukannya?.”


Ridwan tersenyum lebar saat memikirkan dirinya menjadi pahlawan kita setelah menangkan pemimpin Geng Belati Merah yang selalu membuat masalah.


“Pengawal tangkap orang bodoh itu, kirim dia dalam penjara!.” Ridwan berteriak keras saat memanggil bawahannya yang berada di luar.

__ADS_1


Segera setelah Ridwan memanggil, puluhan polisi memasuki aula utama. Pemimpin polis itu merasa senang melihat anak buahnya begitu sigap saat dia memanggil.


Tetapi dia merasa agak aneh karena jumlah pasukan polisi lebih banyak dari yang dia pikirkan. Dan juga tidak ada satupun dari wajah anak buahnya yang bisa Ridwan kenali.


‘Mungkin itu hanya imajinasi ku.’ pikir Ridwan.


Melihat banyak polisi datang untuk menangkapnya tidak sedikitpun membuat senyum di wajah Hendry menghilang, tetapi justru semakin lebar.


“Ahahaha..” tawa Hendry semakin keras.


“Kau pasti sudah gila karena saking ketakutannya melihat anak buah ku?.” kata Ridwan dengan begitu bangga. Tapi itu justru membuat tawa Hendry semakin keras dan semakin keras.


Suara tawa pun sesekali terdengar diantara pasukan polisi, seakan mereka sedang berusaha menahan tawa.


“Hey apa yang kalian tunggu, cepat tahan kriminal gila itu!.” Ridwan memberikan perintah, namun tidak ada satupun anggota polisi yang bergerak.


“Anak buah mu? Apa yang kau maksud adalah anak buah ku?.”


Semua orang menjadi bingung dengan perkataan Hendry, namun beberapa orang yang sudah curiga mulai merasakan bahaya. Mereka segera menjauh dari para polisi yang terlihat menyeramkan.


“Kawan-kawan ku, saatnya tunjukkan siapa kalian yang sebenarnya!.”


Mendengar itu sontak semua anggota polisi melepas seragam mereka lalu memperlihatkan wujud mereka yang sebenarnya adalah anggota geng Belati Merah.


“Tuan Hendry apa yang sedang coba kau lakukan!.” Yuki berteriak, dia tidak tahan melihat pembantaian didepannya.


Hendry tertawa lalu melompat dari lantai atas dan mendarat di lantai dasar dengan begitu kuat hingga membuat keramik lantai remuk, namun pria itu terlihat baik-baik saja.


Melihat itu semua orang sadar jika Hendry memiliki kekuatan fisik yang luar biasa.


“Orang-orang kaya ini juga sama seperti Wali Kota, mereka menikmati makanan enak sementara penduduk sedang kelaparan. Aku akan membuat mereka sebagai contoh, eksekusi di depan umum adalah tindak yang di benarkan!.”


“Kau gila!.” Berlari menghalangi Genk Belati Merah.


Semua orang menjadi ketakutan saat mendengar Hendry hendak akan mengeksekusi mereka di depan umum.


“Aku harus membantu Yuki, kak Budi tolong jaga ibu dan Rohid!.”


“Tunggu Raya!.”


Raya segera melompat ke lantai bawah sebelum ibunya memintanya untuk tidak bertindak gegabah. Raya tiba ditempat Yuki berhadapan dengan geng Belati Merah.

__ADS_1


“Bibi Yuni tidak perlu khawatir, Raya pasti bisa mengalahkan mereka.” Budi mencoba tidak cemas.


“Aku tidak mencemaskan tentang, itu. Hanya saja aku takut dia melukai seseorang.”


“Oh....”


Yuniar tahu akan kekuatan dari putrinya, selama ini dia tidak mempermasalahkan saat Raya bertarung dengan monster yang bisa membuat nyawa putrinya terancam.


Tetapi berbeda jika lawannya adalah sesama manusia, Yuniar takut jika sifat Raya akan berubah jika gadis itu mulai menyakiti sesamanya.


***


Walaupun kalah dalam jumlah, tetapi kekompakan Raya dan Yuki dalam pertarungan membuat keduanya dapat bertahan melawan puluhan Genk Belati Merah. Ridwan beberapa kali mengambil kesempatan untuk membantu, namun dia segera mundur jika beberapa anggota mengincarnya bersamaan.


“Menyerah saja Hendry, kau tidak akan bisa mengalahkan kami!.” Raya menyerang beberapa anggota geng sekaligus yang berusaha melindungi pemimpin mereka.


“Seharusnya aku yang mengatakan itu!.” Hendry mengambil kesempatan untuk menyerang Raya ketika gadis itu di desak oleh anak buahnya. Namun...


“Tidak akan aku biarkan!.” Yuki segera menerjang dengan perisainya membuat beberapa anggota geng terpental. Ridwan pun mengambil kesempatan itu untuk menggerakkan para pemuda yang ikut dalam pesta utuk membantu.


“Mari bertarung bersama nona Raya!.”


“““Yeaaaah!”””


Mereka mulai melakukan serangan balik.


Setelah rintangan tersingkir, Raya akhirnya bisa menghadapi pemimpin Genk Belati Merah. Pertukaran serangan terjadi begitu sengit antara Raya dan Hendry, keduanya memancarkan nafsu membunuh yang begitu kuat.


“Kau sungguh berbeda dari pria yang lari terbirit-birit tadi siang.” Raya berbicara tentang Hendry yang meninggal dirinya beserta Yuki dan Ridwan ketika berburu bersama.


“Kau pun demikian. Tidak aku sangka manusia yang hanya mengandalkan berburu monster untuk naik level, bisa mengimbangi aku yang menggunakan jalan berbeda.”


“Apa!.”


Raya sangat terkejut mendengar perkataan Hendry.


“Menggunakan cara berbeda untuk naik level?. Jangan bilang kau....”


Hendry segera melakukan serangan serangan cepat sebelum Raya menyelesaikan perkataannya. “Ssst.... ini sebuah rahasia.” ucapnya dengan senyum lebar.


Setiap serangan Hendry begitu mematikan, namun Raya bisa menahan semuanya dengan baik. Setiap orang yang menonton pertarungan itu terlihat begitu tegang karena tidak ada yang tahu siapa yang akan keluar menjadi pemenang.

__ADS_1


Hingga saat Hendry mulai kesulitan, dia melirik anggotanya yang bersembunyi di atap sebagai tanda untuk melakukan rencana cadangan.


__ADS_2