Pengganti Arwah Tunanganku

Pengganti Arwah Tunanganku
Sup Jagung


__ADS_3

Zifa memandang dalam ke arah Zaki. “Lebih baik, lo istirahat lagi. Jangan banyak gerak, biar lukanya gak terbuka lagi,” ujarnya, Zaki pun memandangnya lalu mengangguk kecil mendengarnya.


“Ya,” ujar Zaki, yang saat ini menurut dengan apa yang Zifa katakan.


***


Setelah semua kejadian yang telah mereka lewati, akhirnya Kia dan juga Zaki pun pulih dari keadaan yang sebelumnya. Mereka saling bertukar cerita dan saling memberikan perhatian.


Karena Kia yang sudah lebih dulu pulih keadaannya, ia pun merawat luka yang masih dirasakan oleh Zaki, sampai luka tersebut benar-benar pulih. Kia bertanggung jawab untuk hal itu, karena dirinya juga yang merasa sangat bersalah dengan Zaki.


Hari-hari mereka lewati dengan Zaki yang semakin membaik. Akhirnya setelah melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan, luka Zaki dinyatakan sembuh dan Zaki bisa beraktivitas seperti biasa lagi.

__ADS_1


Mereka juga telah melewati studi mereka, dari mulai penyusunan skripsi dan lain sebagainya sampai mereka dinyatakan lulus oleh pihak kampus, tetapi mereka masih tetap harus menunggu jadwal pelantikan atau wisuda yang akan mereka lakukan nantinya.


Saat ini Zaki telah berusaha untuk menepati janjinya dengan Kia. Ia datang ke rumah Kia untuk memasakan makanan dan menyuapi Kia. Saat Zaki datang, Kia memang sudah menyambutnya dengan hangat.


Mereka pun duduk di sofa, lalu Zaki meninggalkan Kia untuk memasak makanan untuknya. Makanan yang tidak terlalu ribet, tetapi juga tidak sederhana. Zaki membuat sebuah sandwich berisi telur dan juga saus, dengan keju mozarella di dalamnya. Ia juga membuat sup jagung yang sangat Kia sukai.


“Makanan sudah siap,” ujar Zaki sembari meletakkan makanan di atas meja makan.


Karena merasa penasaran dengan rasa makanan yang Zaki buat, Kia pun segera beranjak ke meja makan dari sofa yang ia tempati. Matanya mendelik, ketika ia melihat sajian yang sangat ia sukai.


“Kok lo tau sih, gue suka makan menu ini?” tanya Kia, yang merasa bingung dengan apa yang Zaki buatkan untuknya.

__ADS_1


Zaki tersenyum sumringah. “Ya, gue ‘kan udah bilang, apa sih yang gue nggak tahu dari lo? Apa juga yang gue nggak suka dari lo? Semuanya gue suka kok,” ujar Zaki, membuat hati Kia berdebar mendengar.


“Ayo, gue suapin,” ujar Zaki, membuat Kia masih terdiam tidak percaya.


Karena masih banyak pertanyaan di dalam hatinya yang masih belum terjawab, ia harus menghabiskan lebih dulu makanan yang sudah Zaki dibuatkan untuknya, sebelum menanyakan semua pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada Zaki.


Zaki pun mengambil sebuah garpu dan juga pisau, untuk memotong roti sandwich yang sudah ia buatkan untuk Kia. Kemudian ia menyuapi Kia dengan lembut, membuat Kia menerima suapan tersebut darinya.


Air mata Kia tiba-tiba menetes. Entah bagaimana ia menjelaskannya, intinya ia sangat tidak percaya dengan hal ini.


Zaki hanya bisa tersenyum tanpa bisa berkata apa pun, dan membiarkan Kia menangis untuk menumpahkan perasaan dalam hatinya.

__ADS_1


“Gue juga buat sup jagung kok,” ujar Zaki, yang lalu segera menyuapi sup jagung tersebut ke arah Kia.


Kia pun menerimanya, masih dengan perasaan yang sangat bingung, karena Zaki yang tahu selera makan dan juga apa yang sangat Kia sukai. Kia bersikap biasa dan berpikir positif, karena bisa jadi Zaki mengetahui semua ini dari Zifah atau dari Fikar. Karena bisa saja hal itu terjadi karena ia yang tidak mengetahui lebih jelasnya tentang hal itu.


__ADS_2