Pengganti Arwah Tunanganku

Pengganti Arwah Tunanganku
Lagi lagi karena gadis itu


__ADS_3

Happy reader......


Hari ini adalah hari weekend. Jadi Zaki tidak harus pergi ke tempat perkuliahannya. Ia jadi bisa bermanja-manja dan bermalas-malasan di tempat tidurnya.


‘Weekend, ya? Tiduran aja deh di kasur,’ batinnya yang sembari mengenakan pakaiannya.


Zaki sudah menyelesaikan memakai pakaiannya. Tangannya membuka pintu ruangan kamar mandi tersebut.


Sebelum melangkah, Zaki melongokkan kepalanya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Ia menoleh ke arah kiri dan kanan, untuk mencari keberadaan arwah penasaran itu.


Napasnya ia hela, sembari tangannya mengelus dadanya. Ia tidak menemukan siapa pun di hadapannya.


“Aman ...,” gumamnya lirih, sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kamar mandi tersebut.


Baru tiga langkah ia melangkah, sosok arwah tersebut sudah berada di belakangnya. Zaki sama sekali tidak menyadari keberadaan Zain yang saat ini ada di belakangnya.


Zain tersenyum, mendengar Zaki yang bergumam seperti itu.“Apanya yang aman?” tanya Zain.

__ADS_1


Mendengar suara Zain yang berada di belakangnya, Zaki pun meloncat kaget karena ia belum terbiasa dengan kehadiran Zain di sekitarnya.


Beruntung Zaki tidak sampai terpeleset, saking ia merasa kaget.


Zaki membalikkan tubuhnya dan menatap Zain dengan sinis, “Ya ampun! Kenapa sih, kamu selalu ngagetin saya aja?! Bisa nggak, kamu tidak ngelakuin seperti itu? Kamu bikin saya jantungan tahu lama-lama!” bentaknya.


Zain hanya bisa tertawa kecil, melihat ekspresi lucu yang dikeluarkan Zaki.


“Kenapa kamu kaget kayak gitu?” tanya Zain.


“Matanya mendelik kesal, “Ya kaget, lah! Gimana nggak kaget? Saya belum terbiasa satu tempat tinggal dengan orang lain. Apalagi kamu itu arwah!” ujarnya dengan kasar, yang lagi-lagi membuat Zain tertawa kecil mendengarnya.


Mendengar ucapan Zain, Zaki malah semakin kesal pada sosok arwah gentayangan tersebut.


“Please, jangan ganggu saya! Saya nggak kenal siapa kamu, jadi tolong jangan ganggu saya!” ujarnya yang terdengar sangat pasrah.


“Ya sudah, kalau gitu ... kenalan saja!” seloroh Zain lagi, semakin membuat Zaki mendelik kaget mendengarnya.

__ADS_1


“Apaan sih?!” pekik Zaki membuat Zain tertawa kecil mendengarnya.


Zain memandangnya dengan dalam, “Saya tidak akan pernah meninggalkan tempat ini, sebelum kamu melakukan apa yang saya inginkan,” tukasnya.


Matanya membelalak, “Memangnya apa yang kamu inginkan, sih?” tanya Zaki dengan nada tinggi, seakan memberi isyarat kalau ia tidak menyukai keberadaan Zain.


“Saya ingin kamu menjaga Kia, karena saya tidak bisa menjaganya lagi,” ucap Zain, membuat mata Zaki semakin membelalak ke arahnya.


“Maksud kamu apa? Ternyata lagi-lagi karena gadis itu? Saya nggak akan pernah mau melakukan apa yang kamu suruh! Saya punya prinsip saya sendiri!” bentak Zaki tetapi Zain tidak ingin mendengarnya.


“Jika kamu tidak ingin melakukannya, saya juga tidak akan pergi dari sini!” ujar Zain dengan nada yang terdengar mengancam.


Mendengar ucapan dan ancaman Zain terhadapnya, Zaki merasa kesal karena. Biar bagaimanapun juga, ia sama sekali tidak bisa mengusir sosok arwah gentayangan ini. Dengan sangat terpaksa, Zaki harus menerima apa yang Zain inginkan.


‘Kalau seperti ini terus, kehidupan gue bakal berantakan! Gue juga nggak bisa ngusir arwah gentayangan ini! Mau bagaimana lagi? Mau nggak mau, gue harus nerima apa yang dia inginkan,’ batin Zaki pasrah.


Zaki memandang sinis ke arahnya, “Saya nggak peduli sama apa yang kamu bilang!” bentaknya lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2