Pengganti Arwah Tunanganku

Pengganti Arwah Tunanganku
Restu 1000%


__ADS_3

“Gue nggak mungkin bilang, Kia. Karena semuanya bakalan terbongkar kalau gue ngasih sedikit clue aja ke lo. Zain juga minta gue buat jagain lo, sampai lo bener-bener ketemu sama orang yang cocok buat lo, untuk jadi penggantinya Zain. Semua hal tentang lo, gue tahunya dari Zain. Zain yang udah gentayangin gue dan minta gue buat jagain lo sepanjang hari. Sekali lagi, ini semua memang sudah direncanakan gue dan juga Zain,” ujar Zaki, sontak membuat Kia mendelik kaget mendengarnya.


“Gak mungkin, ini gak mungkin Zaki. Lo bohong, ‘kan?” tanya Kia, Zaki menggelengkan kecil kepalanya.


“Ini benar, Kia. Ini serius. Gue gak bohong,” ujar Zaki, membuat Kia setengah tidak percaya mendengarnya.


Zaki mengambil sebuah gantungan kunci berbentuk bintang, membuat Kia mendelik kaget melihatnya. “Ini, gantungan kunci milik Zain. Dia bilang, ini dari lo, makanya dia kasih tau gue semuanya tentang lo,” ujarnya, semakin membuat Kia tidak percaya karenanya.


“Syukurlah ... gantungannya ketemu. Itu sangat penting dan berharga buat gue,” ujar Kia.


“Kenapa? Lo inget tentang Zain karena gantungan ini?” tanya Zaki, Kia menggelengkan kecil kepalanya.


“Bukan, itu karena gue harus menjaganya. Gue dapat gantungan itu dari teman kecil gue. Haha, entah ke mana dia sekarang," jawab Kia, yang masih bisa sempat tertawa memikirkannya.


Zaki seketika terdiam, ia tertegun mendengar ucapan Kia.

__ADS_1


“Is?” tanya Zaki.


Mendengar pertanyaan Zaki, Kia pun mendelik kaget. “Is, ya. Isnain. Kenapa lo tau namanya?” tanya Kia.


Zaki bingung harus berbuat apa, karena yang Kia maksud adalah dirinya sendiri.


Zaki Isnain, bocah yang lebih tua 3 tahun dari Kia, yang saat itu pernah bertemu dengan Kia di sebuah daerah. Saat itu Kia tengah berlibur di rumah neneknya. Ia tidak sengaja bertemu dengan Kia kecil, dan entah apa yang ia pikirkan, ia memberikan gantungan bintang tersebut pada Kia. Zaki berkenalan dengan Kia, dan menyebutkan nama kecilnya, yaitu Is. Nama singkat dari Isnain, yang sangat ia sukai.


Tak disangka, orang yang selama ini Zain minta untuk dijaga, ternyata adalah teman kecilnya sendiri.


“Gue ... Is. Gue Isnain,” ujar Zaki, membuat Kia mendelik tak percaya mendengarnya.


“Ini lo?” tanya Kia, Zaki mengangguk kecil mendengarnya.


“Ya ampun, takdir sebercanda itu. Takdir yang memisahkan gue sama Zain, takdir juga yang mempertemukan gue kembali sama lo.” Kia merasa tidak habis pikir, dengan takdir Tuhan untuknya.

__ADS_1


Zaki tertawa sumringah, “Ternyata itu lo ... sayang banget, gue gak tau nama lo waktu itu. Tapi gue masih ingat lo sampai sekarang,” ujar Zaki, yang memang pada saat itu tidak mengetahui nama Kia.


Mereka berbincang mengenai masa lalu mereka, dengan Fikar dan Zifa yang hanya bisa tersenyum memandang mereka berbincang. Fikar pun tersenyum pada Zifa, dan Zifa pun melakukan hal yang sama dengannya. Fikar merengkuh mesra Zifa, dan Zifa yang sudah tidak ingin menyembunyikan hubungan ini dari Kia.


Kia tersadar dengan apa yang mereka lakukan, membuatnya memandangnya dengan sinis. “Kalian, ngapain rangkul-rangkul kayak gitu?” tanya Kia sinis, membuat mereka tersenyum mendengarnya.


“Kita berdua ... sebenarnya sudah pacaran dari 3 tahun lalu,” ucap Fikar, sontak membuat Kia mendelik kaget mendengarnya.


“Apa?!”


“Ya, dan sebentar lagi kita akan menikah,” sambung Fikar, semakin membuat Kia kaget mendengarnya.


“What the ....”


“Jangan kaget, ini dikasih tau sekarang biar surprise,” ujar Fikar, membuat Kia memandangnya dengan senyuman.

__ADS_1


“Kaget sedikit, tapi ... gak apa-apa. Kalian pantes kok bersama. Kalian cocok. Restu 1000% untuk kalian!” ujar Kia, membuat Zifa tersenyum mendengarnya.


“Terus, kalian kapan mau nyusul?” sindir Fikar, sontak membuat Kia berdebar mendengarnya.


__ADS_2