Pengganti Arwah Tunanganku

Pengganti Arwah Tunanganku
Mana Ada Setan?


__ADS_3

“Heh, lo aja yang dateng-dateng langsung duduk! Gak lihat kiri kanan, malah nyalahin orang pula!” bentak Zura, merasa kesal dengan yang Zaki lakukan dan katakan.


Karena sudah tidak ingin berdebat dengan Zura, ia pun segera pergi dari sana, membuat Zura kesal karena kelakuan Zaki.


“Heh, gantiin dulu saus burger gue!” pekik Zura, tetapi Zaki sama sekali tidak meresponnya.


Ketika Zaki hendak pergi kembali ke kelasnya, ia tidak sengaja berpapasan dengan Kia. Pandangan mereka pun bertemu, membuat Zaki merasa sedikit malu dan menutupi celananya yang terkena saus itu.


Kia menatap Zaki dengan heran, karena tidak biasanya Zaki bersikap seperti itu di hadapannya. Ia bertanya-tanya kenapa Zaki melakukan hal itu.


“Kok kamu kayak dikejar-kejar setan, sih? Kenapa?” tanya Kia, merasa bingung dengan sikap Zaki di hadapannya.


Zaki terkesiap, ia terkejut karena melihat sosok Kia yang ada di hadapannya.


“Ah, nggak apa-apa. Mana ada setan siang-siang begini?” bantah Zaki, membuat Kia memandangnya dengan datar.


“Ya, itu kamu tahu nggak ada setan siang-siang. Terus kamu kenapa lari-larian begitu?” tanya Kia lagi, yang masih ingin memastikan keadaan Zaki.


Karena salah fokus dengan ucapan Kia yang menggunakan kata sebut aku dan kamu, Zaki pun memandangnya dengan bingung.


“Kamu?” tanya Zaki bingung.


“Bukan, bukan aku tapi kamu. Kenapa kamu lari-larian begitu?” bantah Kia.


“Bukan, maksud gue ... kok sekarang jadi lo sih yang ngomong aku kamu? Bukannya tadi lo protes pas gue ngomong aku kamu?” tanya Zaki, sontak membuat Kia merasa malu mendengarnya.


Karena mendengar ucapan Zaki yang menyudutkannya, Kia pun sampai merasa malu dan merasa wajahnya yang seketika menjadi panas. Ia pun berusaha untuk mengalihkan pandangannya dari Zaki, membuat Zaki tertawa kecil melihat sikap dan ekspresi lucunya itu.

__ADS_1


‘Dia lagi malu, ya? Lucu juga kalau dia lagi malu,’ batin Zaki, yang merasa lucu melihat sikap aneh Kia di hadapannya saat ini.


Tak ingin berlarut-larut dalam rasa malunya, Kia pun mengalihkan pandangannya kembali ke arah Zaki, dan memastikan kembali tentang apa yang Zaki lakukan hingga bisa berlarian seperti itu.


“Jawab pertanyaan gue, dong! Lo lagi ngapain? Kenapa lo bisa lari-larian kayak begini? Lo dikejar apa?” tanya Kia, merasa ingin tahu dengan apa yang terjadi.


Zaki tersadar dengan pertanyaan Kia. Ia pun kembali menutupi celananya, yang kini mungkin sudah terkena banyak saus.


“Nanyanya nanti aja, gue mau ke toilet dulu sekarang!” ujar Zaki yang lalu segera berlarian ke arah toilet.


Kia memandang Zaki dengan bingung karena ia heran melihat kepergian Zaki yang tiba-tiba. “Dia kenapa sih aneh banget?” gumam Kia bertanya-tanya dengan dirinya sendiri


Sementara itu, Zaki berfokus untuk membersihkan sisa saus yang menempel pada kemeja panelnya. Ia memerhatikan setiap sisi dari kemeja itu, sehingga membuatnya merasa kesal.


Hampir sepertiga bagian dari kemeja yang ia kenakan terkena saus tersebut, sehingga membuatnya tidak mungkin mengenakan kemeja yang basah itu.


Merasa kesal, ia akhirnya menghela napasnya dengan panjang, berusaha untuk mempertahankan pewarasannya.


“Mana sebentar lagi mau ada kelas ... gimana nih? Gue ‘kan nggak mungkin balik dulu buat ngambil baju,” gumam Zaki dengan bingung.


Akhirnya dengan sangat terpaksa, Zaki pun segera keluar dengan tetap mengenakan pakaiannya yang basah, karena ia membasuh sebagian kemeja menggunakan air mengalir dari keran.


Sempat merasa resah karena khawatir diledek teman sekelasnya, tetapi ia justru malah lebih takut jika harus kehilangan ilmu dan waktu dalam pelajaran kali ini. Mengingat dirinya yang sebentar lagi hendak melaksanakan ujian akhir untuk kelanjutannya.


“Ya sudahlah, daripada gue nggak ikut pelajaran? Gak apa-apa pakai baju basah, deh! Mudah-mudahan besok gue nggak kena flu!” gumam Zaki kembali, lalu segera bersiap-siap untuk pergi menuju ke kelasnya yang ada di gedung sebelah gedung ini.


Ya, gedung kampus Zaki dan kampus Kia memang berbeda. Itu karena mereka yang mengambil pelajaran berbeda, serta tingkatan yang berbeda pula. Karena Zaki yang sudah selesai tingkatan Strata 1, ia pun melanjutkan ke tingkatan Strata 2 di kampus yang sama, tetapi gedung yang berbeda.

__ADS_1


Pihak kampus memang sengaja membedakan tempat pembelajaran mereka, karena hal itu bisa membantu mereka untuk membedakan dengan cepat, ke mana mereka harus pergi untuk mengajar, tanpa harus mencari-cari kembali kelas yang ingin mereka isi.


Zaki pun keluar dari dalam toilet dengan mata yang membulat. Ia melihat ada Kia di hadapannya, yang mungkin saja sejak tadi menunggu dirinya keluar dari dalam toilet.


“Kia, lo ngapain di sini?” tanya Zaki heran, ketika melihat Kia yang ada di hadapannya.


Tak langsung menjawab, Kia pun memandang ke arah pakaian Zaki yang terlihat basah kuyup. Ia merasa heran, dengan apa yang terjadi dengan Zaki.


“Kenapa kok baju lo basah kuyup begitu, sih?” tanya Kia merasa heran dengan apa yang terjadi.


“Ah? Ini ....” Mendengar pertanyaan Kia saat ini, Zaki merasa terpojok dan tidak bisa membantah apa pun lagi.


“Ya?” tanya Kia, yang menginginkan jawaban dari Zaki.


“Tadi nggak sengaja kena saus, jadi gue cuci dan ternyata malah jadi basah kuyup begini,” jawab Zaki seadanya, membuat Kia heran mendengarnya.


Kia memandangnya bingung, “Kenapa lo bisa kena saus? Apa ada yang jahilin lo?” tanya Kia, Zaki pun menggeleng mendengarnya.


“Nggak ada, kok. Emang tadi gue nggak hati-hati aja, jadi kena saus yang ada di taman,” jawab Zaki seadanya.


Namun jawaban Zaki malah membuat Kia merasa semakin bingung, karena kampus ini terkenal dengan kebersihan dan juga kerapihannya. Kia tidak menyangka, ada seseorang yang meletakkan saus yang terbuka atau tercecer pada kursi taman.


“Wah, siapa yang berani bikin kotor kursi taman? Beraninya ada orang yang naruh saus di kursi taman! Ini harus ditindak dan dilaporkan!” ujar Kia, membuat Zaki merasa kesulitan sendiri mendengarnya.


“Bukan Kia ... bukan seperti itu. Gak ada kok yang ngotorin bangku taman. Memang tadi tuh gue nggak lihat dan gak hati-hati, jadi nggak sengaja ada orang yang lagi makan burger. Gue tadi asal duduk aja, dan nggak lihat kalau di situ tuh ada saus,” bantah Zaki menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


Barulah Kia paham atas keadaan yang terjadi dengan Zaki. Ia pun kembali berfokus pada pakaian Zaki yang saat ini basah, yang tidak mungkin ia pakai di kelas nanti.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2