PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 99 BERSAMA KALIAN


__ADS_3

Keesokan harinya, bari langsung bangun pagi - pagi sekali untuk gantian sama papanya tidur sebentar. Ternyata Narita dan Bagas yang tidurnya sangat pulas juga bangun ke siangan. Bahkan mereka keluar mencari sarapan ketika jam menunjukkan angka sembilan.


Bari sudah mondar mandir kamar dan lobby hotel itu. Tapi malah Narita dan Bagas baru buka pintu kamar pukul sembilan pagi.


Narita terlihat keluar dari kamar di susul Bagas. Narita dan Bagas terlihat sudah rapi, Bagas dengan kostum kaos dan Levis lagi, senada dengan Narita kaos street dan Levis juga. Narita bahkan terlihat seperti anak kuliahan. Hati bari bergetar dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya ketika dia berinteraksi dengan Narita.


"nari, Bagas" teriak bari tidak sabar begitu melihat mereka keluar dari kamar, dan mencari sumber suara.


"bang bari" ucap Narita pelan. Bari langsung mendekati mereka berdua sambil senyum.


"kalian baru bangun"? tanya bari


"iya bang, Bagas tidurnya masih pulas tadi pas aku bangun, jadi ngga tega mau bangunin" ujar Narita jujur.


"ohhh kalian pasti mau sarapan dulu" tanya bari lagi sambil senyum kecil untuk mengurangi rasa gugupnya.


Narita dan Bagas saling melirik lalu Narita mengangguk.


"iya bang"


"ayo" ujar bari.


'Narita sedikit heran jam segini bang bari sudah di sini berarti semalaman dia ngga tidur deh, sampai rumah ganti baju ke sini lagi, batin Narita.


" jam segini sudah di sini, pasti bang bari belum tidur ya"? tanya Narita polos.


Bari hanya tersenyum ke arah Narita, dia senang Narita memperhatikannya walaupun hanya hal kecil seperti tidur.


"tidur sebentar, kamar kita sebelahan kok" ucap bari


"maksudnya, bang bari juga nginap di sini"? tanya Narita lugu


"iya nar" ucap bari senyum kecil


"semalam nginap di hotel ini juga, terus papa mana bang"?


"papa masih tidur" jawabnya,ntidak mungkin dia bilang papanya baru tidur karena menjaga Narita dan Bagas jangan sampai cek out diam - diam. Karena bari dan pak Rudi tahu Narita itu sangat nekad orangnya.


"ohhh terus bajunya"? ucapnya bengong melihat bari sudah ganti baju, bukan baju yang kemarin.


"panjang ceritanya nar, nanti aku ceritakan" ujar bari akhirnya.


Mereka sudah tiba di luar hotel, dan akan mencari sarapan.

__ADS_1


Setelah memilih sarapan nasi goreng, mereka bertiga sarapan dengan lahap sambil Bagas bertanya berbagai hal. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia.


Setelah sarapan mereka tiba kembali di hotel, dan ternyata pak Rudi sedang duduk di lobby.


"kakek" teriak Bagas, membuat pak Rudi langsung menoleh dan berdiri saking antusiasnya dengan panggilan kakek dari cucunya.


"kakek sudah sarapan"? tanyanya.


Mereka bertiga saling tatap lalu pak Rudi menjawab juga.


"tadi kakek sudah minum kopi di restoran hotel" ucapnya senyum sambil mengusap kepala cucunya.


"apa kakek nanti ngga lapar kalau hanya minum kopi doank" tanya Bagas serius menatap wajah pak Rudi.


Pak Rudi sampai terharu dengan ucapan cucunya.


" ngga nak, kakek sudah biasa begitu" jawab pak Rudi sambil mengusap kepala cucunya.


"apa kalian langsung ingin cek out sekarang nar" tanya pak Rudi


"iya pa, langsung aja, aku sudah kangen sama kak Risma" ucapnya


"Ya sudah, papa juga sudah siapkan"? tanya bari serius. Dia benar - benar semangat empat lima mengantar Narita dan Bagas ke kolam pemancingan mereka juga. Dia sudah bayangkan pasti Bagas sangat suka suasananya.


Bari dengan sigap mengambil tas Narita di kamar mereka setelah mengambil tas ransel nya di kamar mereka dan papanya.


Bahkan bari tidak keberatan dengan dua koper Narita dan Bagas serta tas mereka, semua dia anggap ringan. Sepanjang jalan senyum mengembang di bibirnya.


Apalagi tadi malam sebelum tidur, pak Rudi sudah menghubungi temannya yang pengacara untuk secepatnya mengurus perceraian bari dan eva. pokoknya bari harus menceraikan Eva. Pak Rudi tidak ingin lagi ada hubungan apa pun antara bari dan Eva. Terlepas dari Narita nanti mau bersatu lagi atau tidak dengan bari, tapi yang pasti dia sudah punya cucu' laki - laki yang sangat ganteng.


Tak lupa pak Rudi mengirim video Eva kemarin bersama laki - laki lain cek in di hotel.


Supaya urusannya lebih cepat selesai.


Menempuh perjalanan sekitar dua jam mereka sudah tiba di kota B. Dan pak Rudi ternyata sudah menghubungi Risma dan suaminya tadi, supaya datang ke wisata pemancingan di daerah itu. Tapi Risma belum tahu kalau kepemilikan tempat wisata itu sebagian adalah pak Rudi dan bari.


"selamat pagi nak Risma"


"om dan bari ingin bicara serius sama nak Risma dan suami. Bisa ngga nak Risma sekeluarga datang ke wisata pemancingan yang di kota B. Kami sedang otw kesana" isi chat pak Rudi tadi pagi ketika bari dan Narita serta Bagas sedang sarapan di dekat hotel.


Tidak berapa lama terlihat Risma sudah membaca pesan chat dari pak Rudi, terus membalasnya juga.


"baik pak, tapi kami bisa kesana jam dua belasan, ketika kerjaan rumah beres" ucap kak Risma.

__ADS_1


"iya nak, ngga apa - apa, om tunggu di sana"


"pa, kita mau kemana, bukannya rumah kak Risma di daerah sana" tanya Narita karena melihat mobil mereka bukan belok ke rumah Risma tapi malah belok ke tempat wisata.


"kita kesini dulu nak, bukannya Bagas sangat senang mancing ya. Bari dan papa setiap Sabtu mancing di sini nak" ucap pak Rudi.


Kalau sudah menyangkut kebahagiaan Bagas, Narita tidak bisa bicara apa - apa lagi. Dia hanya bisa pasrah mengikuti kemauan mantan papa mertuannya dan juga mantan suaminya, karena Narita juga yakin sih mereka berdua adalah orang yang sangat baik buat Narita.


Tidak berapa lama mobil mereka memasuki kawasan wisata pemancingan itu. Terlihat ramai dan juga parkiran mobil sampai penuh. Maklumlah ini kan hari Minggu. Biasanya Sabtu Minggu memang selalu ramai kecuali cuaca hujan besar.


Bari mencari parkiran untuk mereka. Bagas yang baru melihat luarnya aja sudah berteriak kegirangan.


"mami disini bisa mancing mi, tapi Bagas ngga bawa pancingan" teriaknya memandang keluar membuat mereka semua tersadar.


"ohhh sudah sampai ya, bagus banget ya pa, ini baru kan pa" ucap Narita karena seingatnya dulu belum ada.


"iya nar, sebenarnya ini sudah sekitar tiga tahunan, tapi setahun dulu baru merintis, barulah dua tahun ini ramai" tutur pak Rudi


"bapak sepertinya tahu banget"


"iya nak, karena papa dan bari ikut membangun tempat ini makin maju" jelasnya


"oh iya," Narita kagum


"mami kita beli pancingan Yo" ucap Bagas ngga sabaran.


"Bagas ingin mancing"? tanya balik pak Rudi


"iya kek"


"ayo, kakek ada pancingan kok, kamu nanti pakai punya papimu" ucapnya


"ya sudah kek, ayo kek" ucapnya sembari langsung ingin turun.


Melihat antusias Bagas, hati bari dan pak Rudi makin berbunga - bunga di buatnya.


Hallo semua


Tetap semangat ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2