
Jadilah mereka siang ini sangat ramai, benar - benar seperti reuni. Apalagi di tambah anak - anak mereka yang sedang aktif - aktifnya membuat suasana sangat ramai.
Setelah acara makan selesai para bapak - bapak, mengajak anaknya masing - masing untuk memancing. Maklumlah anak - anak Jakarta, memancing di kolam Segede ini masih jarang mereka jumpai, kecuali anaknya Risma yang masih kecil masih awet di pangkuan papanya.
Pak Rudi sangat bersyukur dalam hati bisa menyenangkan hati cucunya. Apalagi ketika dia melihat Bagas dan kedua anak Ida ketawa lepas ketika suaminya Ida mendapatkan ikan yang agak besar.
Bagas juga sepertinya gampang akrab dengan bari, menambah sukacita pak Rudi karena hari ini anaknya bari sudah terlihat banyak senyum tidak kaku lagi seperti kemarin - kemarin.
Dia sampai terpana sejenak melihat tawa cucunya, dan ngga lupa juga cekrek, dia abadikan di handphone miliknya.
Sementara para wanita itu selalu mencari tempat yang nyaman dan sejuk. Mereka bercerita panjang lebar tanpa jarak, terutama hari ini topiknya adalah seputar Narita dan bari pastinya.
"gimana ceritanya nar kamu ketemu suami sama mantan mertuamu"? tanya Ida saat mereka santai.
"udah di bilang jodoh da, menurutku kayaknya Narita sama bari itu jodohnya masih dekat banget da" tutur Risma sambil mengatur posisi duduknya supaya bisa selonjoran.
"iya kali ya" dukung Ida, sementara Narita hanya bisa senyum.
Apalagi yang bisa dia katakan, toh semua kebetulan itu memang seolah - olah mereka masih jodoh. Dan jauh dilubuk hati kecilnya sebenarnya Narita masih berharap mereka jodoh, karena masih ada cinta yang besar di sana. Tapi Narita sudah cape berandai - andai, dia hanya ingin menjalani realitas kehidupannya aja. Apalagi sekarang sudah ada Eva di antara mereka.
"ya iyalah, coba ceritakan nar, dimana kalian bertemu"! ujar kak Risma ke arah Narita sambil senyum yang menganggap pertemuan bari dan Narita itu unik.
"emank ketemu dimana nar"? tanya kak Ida penasaran.
"di pemakaman kak, waktu aku ingin jiarah" ujar Narita biasa aja.
"lho kok bisa"? cecar kak Ida seolah menuntut Narita untuk segera cerita.
"ya, makanya aku bilang jodoh da" ujar Risma ketawa.
"kan kemarin kakak video call tuh Bagas, terus merengek lah tuh anak. Aku pikir aku juga sudah lama tidak ke makam nenek dan orang tuaku, makanya aku putuskan untuk menyusul pulang tanpa kabar. Aku pikir ini kejutan aja" tutur Narita.
__ADS_1
"terus" kak Ida ngga sabar
"terus aku cari tiket, ternyata ada penerbangannya siang dan sampai di bandara sini kami sudah agak sore. Aku pikir ziarah dulu baru ke rumah kak Risma, biar nanti pulang ngga usah ke kota S lagi, makanya aku putuskan nginap semalam di hotel SS, karena kalau kesorean bus yang ke kota ini juga pasti sudah tidak ada." ceritanya lagi.
"Karena kami sampai hotel masih jam empat, aku pikir mending ziarah sore kemarin langsung, biar besok paginya tinggal go ke rumah kak Risma, dan ternyata bang bari dan papa juga sedang ingin jiarah ke makam anakku kak" ucapnya lagi.
Kak Ida terlihat manggut - manggut.
"kalau dilihat dari kejadiannya ya ris, kalian memang masih jodoh kali nar, ikatan batin kalian sepertinya masih sangat kuat. Tapi jalani ajalah toh nggada yang tahu hari esok say" ujar kak Ida lagi
"apalagi ternyata da, pernikahan bari dan Eva itu hanya status. Karena menurut pak Rudi bahkan sekarang mereka sudah tidak bersama" ucap Risma mengingat cerita pak Rudi kemarin.
"maksudmu ris, mereka ngga bahagia" tanya Ida lebih detail sementara Narita memilih jadi pendengar aja, karena dia benar - benar belum dengar cerita apapun.
"boro - boro bahagia, bari sekarang seperti patung hidup menurut pak Rudi. kalau di bilang belok kiri dia ke kiri, kalau di bilang belok kanan dia ke kanan. Dia tidak pernah berontak dan tidak pernah ngejawab" ujar Risma.
"Oalah kasian benar bari ya" ujar Ida.
"yahhh tapi tetap aja ris mereka sudah cerai" ujar kak Ida lagi.
"ya elah Ida, emank hidup kita ini kita yang menentukan. Siapa tahu setelah punya menantu kayak Eva dulu baru ibunya bari bisa menerima Narita dan mereka bersatu lagi, siapa yang tahu da" ucap Risma mencoba melihat reaksi Narita. Jujur sih Risma sangat tahu betapa besar cinta Narita untuk bari.
"iya sih RIS, benar juga"
"jadi semua itu tinggal kita jalani da, lihat aku umur sekian dulu baru ketemu jodoh, mau gimana"? ujarnya
"betul, buktinya kamu ketemu yang baik juga" ujar kak Ida.
"Semua sih terserah Narita, karena yang aku lihat nar ya, kamu lari sejauh apapun ada aja celah kalian untuk bertemu kembali, benar ngga"? tanya kak Risma
Narita baru mulai menunjukkan reaksinya.
__ADS_1
"Iya sih kak, ujungnya pasti ketemu lagi.Saya juga ngga tahu harus memutuskan gimana kak, biarlah semuannya serahkan ke tangan Tuhan. Karena saya juga ngga tahu harus gimana sekarang"
"iya nar, jalani aja dengan tenang. ikuti kata hatimu untuk alur selanjutnya. Tetap berdoa adalah kuncinya" ucap Risma akhirnya.
"terus dari kemarin kalian di antarin terus sama mantan suamimu itu" tanya Ida kepo.
"iya kak, sejak dari kuburan itu papa dan bang bari terus mengikuti kami, bahkan ternyata mereka menginap di sebelah kamar kami di hotel SS. Aku baru tahu tadi pagi kak" ujar Narita.
"sepertinya sih bari itu dan papa mertuamu masih mengharapkan kalian bersatu deh" ujar Ida.
"dari kemarin sih ngga ada menyinggung tentang bersatu kak, karena ketika kami bicara tentang Bagas aku sudah langsung potong bahwa sekarang kondisi mereka tidak sama dengan dulu, sekarang sudah tidak ada ikatan sama sekali dan bang bari juga sudah menikah. Aku baru tahu dia ngga bahagia juga baru dari kak Risma" ujar Narita.
"terus" tanya Ida lagi.
"papa cuma minta di izinkan untuk membiayai Bagas, jangan sampai di tolak, untuk menebus kesalahan mereka melalaikan Bagas dari kecil"
"iyalah terima aja nar, toh bagaimanapun Bagas itu adalah anaknya bari kan"? ujar kak Ida.
"Iya nar, setidaknya jalinlah komunikasi dengan baik"
"iya kak" ujar Narita nurut, karena pada dasarnya juga Narita tidak ada sakit hati sama bari. Narita yakin semua kejadian jaman dulu atas desakan Eva dan mamanya. Dan lagi cinta Narita untuk bari sepertinya sudah cinta mati, karena buktinya dia tidak pernah lagi bisa mencintai laki - laki lain.
"ehhh kita ngerumpi, anak kita pada kemana nih" ucap Ida sambil melihat kearah anak - anaknya dan juga Bagas.
"ternyata masih pada asyik mancing ya" ujar Ida senang. Hari ini semua hati mereka tenang, tidak ada yang menanggung beban yang berat. Semua harus bahagia sekalipun masih ada masalah yang belum kelar.
Hai semua masih di sini kita ya
jangan bosan
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏