PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 143 BODOH


__ADS_3

Kuasa hukum pak Rudi yang menangani bari jelas kaget dengan kejadian di depan matanya. Tapi sepertinya ini ada hubungannya dengan kasus bari.


Pak Rudi langsung telepon pak RT demi keamanan bersama.


"sebenarnya ada apa ma, dek"? tanya bari kepada mamanya yang masih shock dan juga istrinya yang terlihat ketakutan dan menangis.


Bari lebih fokus kepada Narita dan anaknya angel, karena terlihat anaknya itu juga menangis sesenggukan sementara Narita terlihat justru seperti bengong karena masih shock.


"sayang, tenang dulu ya, ada apa"? tanya bari lembut memeluk istri dan putrinya sekaligus.


"dia,,dia mau mengambil angel bang, dia membuat angel takut." ucap Narita terputus - putus


"mama tidak salah, mama memukulnya karena dia memaksa angel pak" teriak Narita sudah menangis dan berteriak. Ternyata kejadian tadi sempat membuatnya shock sebentar.


"iya iya iya sayang, sekarang jangan takut, jangan takut lagi ya, duduk dulu" ujar bari mendudukkan istrinya di teras rumah itu.


Bari sangat kasian dengan Narita dan angel, karena dia selalu membuat Narita menangis dan ketakutan. Apakah keputusannya kembali ke kota ini telah salah"? batin bari sedih.


"jangan takut lagi ya, semua akan baik - baik saja" ujar bari lagi.


"tapi katanya kita tak akan bersatu lagi bang, karena Abang akan masuk penjara" ujar Narita histeris membuat pak Rudi dan kuasa hukumnya jadi mendekatinya.


Kuasa hukum pak Rudi jadi tertarik mendengar cerita ibu Narita, karena feeling ya mengatakan barang bukti yang ada di mobil dan kantor bari mungkin ada hubungannya dengan wanita ini.


"apa saja yang di ucapkan wanita ini tadi Bu Narita"? tanya pak pengacara itu.


"iya itu pak, dengan wajah senyum yang menakutkan dia bilang mama beruntung, tidak seperti dia hancur" ujar Narita


"lalu dia menarik angel yang sedang sama mama dan memaksanya membuat angel takut pak" ucap ya terbata - bata tapi masih bisa di mengerti.


"siapa wanita ini pak bari" tanya pak pengacara itu.


"Dia mantan istri bari yang dulu kamu urus surat cerai mereka pak" langsung jawab pak Rudi tidak menunggu bari.


"ohhhh wajar kalau dia punya dendam" gumam bapak itu


"yahhh bisa jadi pak" jawab pak Rudi juga bersamaan dengan datangnya rombongan pak RT dan dua orang bapak - bapak warga sekitar.

__ADS_1


Saat pak RT dengan dua orang tetangga datang ternyata Eva baru bangun dan mulai sadar. Tapi karena otaknya sedang tidak beres juga pak RT mengira dia masih sakit akibat di pukul ibu Marlina, sehingga mereka sepakat membawanya ke rumah sakit dengan mobil pak pengacara itu.


Pak Rudi dan bari tidak ikut, karena mereka sudah percayakan ke pengacara.


Setelah mereka membawa Eva ke rumah sakit, pak Rudi langsung mengangkat istrinya yang terlihat masih shock berat.


"ayo ma, kita masuk dulu" ujar pak Rudi menuntun istrinya lalu mereka duduk di sofa. Bari dan Narita juga mengikuti mama dan papanya berkumpul di ruang keluarga.


"bang aku mau ambil minum buat mama dulu" ujar Narita menyerahkan angel. Tapi karena angel masih sedikit trauma sempat dia tidak mau sama papinya. Barulah setelah di bujuk Narita dia mau dengan papinya.


'Kamu terlalu lancang Eva, sampai membuat cucuku trauma' batin pak Rudi


'kamu kurang ajar Eva, aku akan memberi pelajaran buat kamu' ujar bari perlahan.


Tidak berapa lama Narita datang dan memberikan ibu mertuannya minum.


Ibu Marlina terlihat menatap Narita dan meneteskan air mata.


"maafkan mama nar, maafin mama. Aku tidak kebayang kalau tadi Eva bisa membawa angel, mendingan aku mati" teriaknya akhirnya. Ternyata itulah yang dia pikirkan dari tadi, bukan takut polisi atau apa, yang dia takutkan adalah gimana kalau cucunya tadi berhasil dibawa Eva. Dia tidak bisa bayangkan lagi.


"sudahlah ma, mama tidak usah khawatir, Tuhan masih menjaga kita ma, Tuhan masih menjaga angel" ujar Narita akhirnya memeluk mertuannya.


"iya ya pa, semua seperti ada yang atur" ujar bari juga.


"maksud Abang apa"? tanya Narita yang tidak tahu kalau hari ini suaminya berurusan dengan polisi dengan barang bukti narkoba.


"ahh itu nar, tadi..., tapi nanti ajalah bapak ceritakan ya, biarkan bari mandi dulu dan kita masuk dulu semua" ujar pak Rudi mengajak istrinya.


Sebenarnya pak Rudi jadi ragu juga menceritakan masalah bari hari ini kepada istri dan menantunya. Karena dia takut istrinya itu kembali shock.


Setelah bari dan Narita masuk ke kamarnya, pak Rudi dan ibu Marlina masih duduk di sofa depan.


"ini semua salahku pa, aku memang bodoh, bodoh banget, sempat dulu bekerja sama dengan wanita seperti Eva" ujar ibu Marlina sedih banget.


"sudahlah ma, tadi kamu sudah menyelamatkan cucu kita, aku salut sama kamu" ujar pak Rudi yakin sambil senyum.


"tapi aneh deh pa, aku yakin Eva itu tadi seperti orang mabuk pa. Tapi aku tidak mencium bau minuman sama sekali. Apa dia gangguan jiwa ya pa? Soalnya jelas dia tadi seperti orang mabuk." ucap ibu Marlina

__ADS_1


"maksud mama"


"yahhh begitu pa, aku juga ngga tahu pastinya. Tapi yang pasti tadi pas dia datang marah - marah, jalannya aja udah sempoyongan gitu pa, ngga normal, persis orang mabuk" ujarnya lagi


"apa iya Eva itu jadi pecandu ya ma" tanya pak Rudi seperti untuk dirinya sendiri.


"maksud papa narkoba" tanyanya makin penasaran.


"iya ma" jawab pak Rudi pendek. Dia sedang berpikir dengan kejadian yang menimpa bari hari ini.


'kok bisa ada barang haram itu di tas bari dan juga di mobil bari padahal jelas pak Rudi yakin bari bukan pengguna barang haram itu. Dan menurut bari tadi pagi dia ketemu Eva. Dan sekarang Eva datang mengatakan bahwa bari akan masuk penjara' batin pak Rudi lagi


Tidak salah lagi, pasti ini kerjaan Eva untuk menjebak bari.


Selagi pak Rudi memikirkan hal itu, telepon genggamnya berbunyi, dan tertera nama pak pengacaranya di sana.


"hallo pak"


"malam pak Rudi, sepertinya kejadian pak bari hari ini ada hubungannya dengan wanita ini. Soalnya sepanjang jalan dia banyak nyerocos seperti mengigau dan salah satu ucapannya mengatakan" syukurin kamu bari, masuk penjara kan Lo" tiru pak pengacaranya. Apa banyak orang yang tahu kasus pak bari hari ini"?


"belum ada pak, hanya aku dan bari dan juga orang kantor bari. Tapi yang aneh lagi pak, kenapa Eva bisa datang ke rumah saya dan mengatakan bahwa bari akan masuk penjara" ujar pak Rudi


"berarti fix, kasus pak bari ini adalah modifikasi dia. Dia sendiri menurut dokter di bawah pengaruh obat sampe sekarang." tutur pak pengacara pak Rudi


"Ya Tuhan Eva" ucap pak Rudi masih di dengar lawyernya.


"Baiklah pak Rudi, aku urus dulu, nanti aku kabari kalau ada perkembangannya. Sepertinya wanita ini hanya dendam tapi bodoh, akhirnya sradak seruduk" jelas pak pengacara itu.


"baik pak, terimakasih. Tolong urus sampai tuntas dan nama baik bari harus di bersihkan" ujar pak Rudi


"baik pak"


Hallo semua pembaca setiaku


Dukung terus author ya


like ,coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2