PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 116 BELI RUMAH


__ADS_3

Setelah bari dan suami kak Ida lama berbincang di luar, akhirnya Ida selesai masak. Sore itu akhirnya mereka makan di rumah Ida.


Setelah selesai makan bari langsung di ajak oleh suami kak Ida ke showroom mobil dekat rumahnya untuk melihat - lihat mobil, karena bari pasti butuh transportasi.


Sementara Narita dan Bagas untuk sementara tinggal di rumah kak Ida, karena hari ini bari akan menginap di sini, di rumah kak Ida.


Kak Ida melihat keseriusan bari untuk segera menikahi Narita. Hanya saja tetap ada keraguan, gimana nanti orang tua bari. Tapi bari sudah meyakinkan kak Ida bahwa mereka akan menikah di bawah tangan dulu, karena jujur bari juga tidak yakin dengan orang tuannya walaupun sebenarnya papanya selalu mendukungnya tapi bari takut papanya bisa keceplosan. Apalagi mamanya nanti sudah memainkan drama sedih, pasti papanya luluh. Tapi bari yakin dengan cintannya, dia akan mencoba memperjuangkan cintanya sampai kapanpun.


Buatlah mereka hanya bertiga tanpa keluarga.


Keesokan harinya keluarga Ida dan Narita serta Bagas jalan mengelilingi Jakarta. Untuk memudahkan bari mengenal Jakarta lebih dekat.


Sepanjang hari Minggu itu mereka habiskan jalan - jalan. Barulah setelah itu bari kembali ke mess karena besok dia harus lapor diri dulu ke kantor pusat, dan bertemu semua pimpinan.


Setelah selesai dari kantor, karena belum bekerja bari langsung mencari kampus untuk kuliah. Dan sesuai saran banyak orang dia menuju satu kampus universitas swasta.


Malam harinya bari baru tiba di mess. Tidak mungkin lagi dia ke rumah Narita. Dia hanya telepon Bagas lalu Narita untuk menceritakan perjalanannya hari ini.


Setelah bercanda dan saling bercerita tentang kegiatan mereka seharian, bari menyudahi panggilannya dan langsung tidur, karena badannya sudah cape.


Tiga hari sudah bari di mess, dia sudah membeli sebuah mobil yang tidak terlalu mewah tapi standard.


Dia sudah mulai bekerja, sehingga namanya lingkungan baru dan di kantor baru, bari harus menyesuaikan diri dan banyak belajar sehingga lumayan menyita waktu dan perhatian.


Bari sudah bertekad Minggu ini tidak usah ke rumah Narita dulu, Minggu depan baru dia akan rutin ke sana, apalagi bari sudah membeli mobil di Jakarta. Dia hanya perlu sedikit belajar tentang rute perjalanan di Jakarta sambil kuliah.


Satu Minggu sudah bari di Jakarta. Dia sudah merasa nyaman di kantornya, sudah mulai kuliah dan sudah menemukan rumah yang akan dia beli. Hanya saja karena rumahnya agak besar dan di komplek sehingga duit tabungan bari sudah tidak cukup. Akhirnya bari mengambilnya secara nyicil selama dua tahun ke pihak bank.


Dua Minggu berlalu semua urusan rumahnya sudah beres. Sekarang rumahnya sedang di rapikan kembali supaya bisa langsung di tempati.


Tapi bari sudah jelas kehabisan tabungan. Akhirnya dia ingin telepon papanya, dengan alasan minjam.


Dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo bar"


"iya pa, gimana papa sama Mama, sehat"?

__ADS_1


"sehat nak, kamu juga sehat kan? Bagas dan Narita juga sehatkan? kerjaanmu bereskan"? tanya papinya sangat beruntun


"ya ampun pa, tanya satu - satu kek" ucap bari sambil ketawa.


"ehehh iya gimana nak"?


"semua sehat pa, bari , Bagas, nari juga sehat. Tapi bari ada perlu nih sama papa" ujar bari


"perlu apa nak"


"duit bari kurang, bari ingin pinjam duit papa, sambil seiring waktu papa jual aja mobil bari itu" ucap bari


"ohhh itu, kirain apaan, kamu butuh berapa bar"


"yahhh lumayan pa, soalnya bari sudah beli mobil", ucap bari enggan


"ohhh ya sudah, sekian cukup ngga"? tanya pak Rudi


"cukup pa, ngga sebanyak itu sebenarnya, toh tanggal satu bulan depan juga aku gajian" ujarnya.


"ohhh oke pa, makasih ya pa"


"oke bar, tetap jaga kesehatan bar" ucap pak Rudi lalu memutuskan sambungan telepon itu.


Satu bulan berikutnya semua rumah bari sudah beres dan siap huni. Bari minta tolong kepada kak Ida untuk mengadakan syukuran rumah barunya.


Tidak lupa bari juga minta tolong suami kak Ida untuk segera mengurus pernikahan bari dan Narita. Tidak akan ada perayaan. Yang penting sah Dimata agama. Toh dihati mereka juga sebenarnya masih penuh cinta, hanya keadaan lah yang membuat mereka berpisah. Karena bari tidak memagari rumah tangganya dengan cukup kuat.


Setelah selesai acara syukuran rumah bari yang di hadiri juga oleh Narita, keesokan harinya bari dan Narita akan langsung merayakan pernikahannya juga bersama tamu yang ada.


Tapi sampai sekarang ternyata bari belum pernah cerita pernikahan kepada Narita, walaupun Narita sudah sedikit merasa bahwa bari akan kembali menikahinya juga.


"nar" ucap bari lembut ketika mereka berada di teras rumah bari sambil duduk.


Narita belum menjawab, dia hanya melirik bari lalu kembali menunduk.


"Besok akan ada syukuran di rumah ini, aku ingin hari ini kita menikah" ucap bari santai seperti membicarakan hal kecil, padahal yang di bicarakan ini adalah pernikahan.

__ADS_1


Bagaimana nari tidak kaget, nanti sore di bilang menikah, apa - apaan bang bari? Dia anggap apa aku, ngga bertanya, ngga komunikasi, batin Narita.


"bang bari becanda"? Narita sampai berdiri.


"ngga" jawab bari cepat


"terus" Narita masih tidak percaya


"terus ya nanti kita menikah" jawab bari datar


"ihhhhj" Narita sampai bingung mau ngomong apa lagi sama bari, apalagi bari sepertinya sangat santai menanggapi.


Akhirnya bari langsung bangkit dan memeluk Narita dengan lembut.


"nar, maafkan aku merencanakan ini sendiri. Karena aku yakin kalau aku bertanya sama kamu, kamu pasti terlalu banyak pertimbangan. Dan kak Ida sekeluarga juga mau kok mendukungku untuk segera menikah dengan kamu. Makanya aku minta Abang itu untuk mengurus pernikahan kita" ujar bari serius sambil menatap mata Narita. Ini jelas di luar dugaan Narita, sehingga dia sampai menangis meneteskan airmata.


"Nar, aku tahu selama ini aku salah, aku tidak bisa menjaga pernikahan kita. Tapi aku yakin kamu bisa melihat betapa aku tidak bisa hidup tanpa cinta kamu nar, aku sudah mati kalau terpisah dari kamu. Kamulah kebahagiaanku nar, apalagi sekarang kamu jaga Bagas untukku. Apa salah nar kalau kali ini aja aku ingin egois, bahwa kalian harus jadi milikku, kalian harus di sampingku karena kalianlah semangat hidupku." ucap bari sangat yakin sambil memeluk Narita.


"Aku ingin beli rumah dan mobil semua demi untuk kalian. Sudah lama kalian bekerja keras, sementara hasil kerja kerasku selama ini belumlah kalian nikmati. Sekarang izinkan aku membahagiakan kalian nar, biarkan aku yang bekerja untuk kita, kalian hanya perlu di sampingku dan menyemangati aku" ucap bari mantap.


"tapi" Narita terlihat jelas ada keraguan


"jangan ragu nar, kamu percaya sama aku kan? kamu yakinkan Abang bisa membahagiakan kamu? jadi Abang tidak memberitahu siapa pun tentang pernikahan kita. walaupun sebenarnya mama bilang dia sudah setuju, tapi tetap aku belum terlalu yakin. Jadi biarkan kita bertiga aja dulu" jelas bari


"tapi"


"tidak ada tapi - tapian nar, aku tahu kamu juga masih cinta aku, kamu juga ngga mau hidupku hancur, jadi kenapa kamu tidak dukung aku" ucap bari


Narita akhirnya hanya bisa menunduk dan terdiam dalam pelukan bari. Karena jujur memang dari hati kecilnya cintanya tidak pernah luntur.


Hai guys


Dukung terus ya


like , coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2