PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
Part 91 TERBONGKAR


__ADS_3

"kenapa kamu tega bohongi om nak Risma"? ujar pak Rudi terlihat sangat kecewa. Sementara bari entah apa isi hatinya sekarang, dia bahagia mendengar dia sudah punya anak, walaupun dia sedih juga kenapa dia bisa tidak bersama anaknya sampai segitu lama. Bahkan dia sama sekali belum pernah lihat wajah anaknya.


Pak Rudi sudah terlihat sangat sedih ketika dia bertanya sama Risma.


Sementara Risma jadi bingung, apa yang harus dia jawab. Dan dia juga bingung kenapa mereka tiba - tiba datang dan bertanya tentang ini? Jadinya Risma ngga punya persiapan sama sekali, atau minimal konsultasi atau bertanya dulu kepada Narita


"kenapa diam nak Risma, kamu sudah sukses bohongi kami selama ini"? ucap pak Rudi sendu, apalagi wajahnya sudah terlihat tua sekarang.


Sementara suami Risma yang tidak tahu duduk perkaranya juga bingung. Hanya saja karena pak Rudi sudah menyebut nama Narita, dia tidak banyak ikut campur, karena sedikit banyak Risma sudah cerita tentang Narita dan Bagas.


"siapa nama cucuku" tanya pak Rudi ingin memastikan, karena tadi anaknya Ida memanggilnya dengan Bagas.


Bari akhirnya tidak sabar jadi pendengar.


"kak Risma bisa jelaskan padaku apa arti semua ini"? tanya bari ikut penasaran, karena terlihat Risma bingung untuk menjawab.


Karena sudah merasa ngga ada celah untuk mengelak dan bari sama Narita juga sudah cerai, biar aja di bongkar semua, batin kak Risma.


"Yah, waktu Narita pergi dari kamu, dia memang sedang hamil, puas kamu"? ujar Risma ikut emosi


"sayang jaga emosimu, ingat kondisimu" ujar suaminya karena Risma sedang hamil anak kedua mereka .


"tidak bang, mereka harus di beri penjelasan, biar jangan seenaknya menyalahkan orang" ujarnya lagi. Suaminya pun mengusap punggung Risma.


"jadi..." bari sudah tidak bisa berkata - kata lagi. Dia sudah terlihat bingung dan sedih dan entah perasaan apa lagi, tapi yang pasti semangatnya jadi bangkit.


"jadi apa"? potong Risma cepat.


"kamu ingin mengganggu hidupnya lagi. Kenapa sih bar, kamu ngga biarkan Narita bahagia? kenapa sih bar kamu belum sadar kelemahanmu yang plin plan itu selalu membuat Narita menderita? Dan sekarang kalian sudah bercerai, jadi jangan ganggu dia lagi" ujar Risma kesal.

__ADS_1


"ngga bisa donk kak"


"kenapa ngga bisa" cecar Risma lagi.


"kak Risma, aku tahu aku salah, ngga bisa jaga Narita, aku ngga tegas dengan diriku sendiri. Tapi aku selalu dan selalu mencintai Narita kak, tidak pernah ada cinta lain walau sejenak" ujar bari sedih memohon pengertian kak Risma.


Risma diam tapi terlihat sangat emosi. Dia tidak mengerti dengan bari, kenapa sih setiap Narita mulai bahagia bari nongol dan menyebabkan Narita menangis lagi.


"hidup tidak hanya makan cinta, realistis aja. Asal bersama kamu Narita jadi sedih, Narita menangis terus, apa itu yang kamu bilang cinta"? tanya kak Risma sambil melotot. Melihat istrinya terus emosi suami kak Risma merasa harus bicara walaupun ini sebenarnya bukan urusannya.


"maaf pak, saya tahu ini bukan urusan saya sebenarnya, tapi sekarang istri saya sedang hamil, saya nggak mau ini mengganggu kesehatannya" ujar suaminya bijak.


"ngga bang, aku janji, aku tidak marah - marah lagi, tapi ini harus aku jelaskan juga, supaya tidak terjadi salah paham" ujar Risma sama suaminya, akhirnya dia berusaha lebih tenang sambil memegang lengan suaminya.


"baiklah om Rudi, biar aku jelaskan semuannya sekarang." ujar Risma akhirnya.


"Tepat ketika kamu bilang kamu ngga pulang karena jaga mama kamu dirumah sakit ternyata Narita sudah menerima video kebersamaan kamu dengan Eva. Dan kamu tahu saat itu kami dimana? Kami baru mau berangkat ke kiosku seperti yang aku pesan ke kamu." kak Risma diam sejenak untuk menarik nafas. Terlihat suami Risma mengelus punggung istrinya untuk memberi kekuatan, karena dia tahu betul kalau istrinya itu sangat menyayangi Narita dan Bagas.


"apah" bari terlihat sangat kaget. Dia baru tahu semua ini dengan jelas. Dulu papanya bilang Narita pergi karena mamanya dan Eva, bari malas juga untuk mencari tahu. Tapi sekarang sudah sangat jelas.


"apalagi nomor itu juga mengatakan, kalau pernikahanmu dan Narita hanya membawa luka untuk semuannya. kamu jadi harus jauh kerja, mamamu masuk rumah sakit, papamu dan mamamu jadi berbeda pendapat dan kamu jadi penuh kebimbangan" ujar Risma tetap tenang.


"aku tidak menyalahkan Narita kalau akhirnya dia memilih pergi" ujar risma


"ya ampun" ujar bari sambil menggaruk kepalanya.


"terus anakku dimana sekarang kak"? tanya bari dengan perasaan campur aduk. Dia sendiri bingung apakah dia bahagia atau sedih.


"anakmu laki - laki, ganteng dan baik. Narita sangat mengurusnya dengan baik. sekarang dia sudah hampir enam tahun" cerita Risma datar tanpa perduli perasaan bari atau papanya.

__ADS_1


"tolong jangan usik mereka bar, biarkan mereka bahagia" ujar Risma lagi sambil minta tolong suaminya untuk mengambil handphonenya.


Lalu Risma membuka galeri handphonenya, dan menunjukkan foto - foto Bagas dari kecil.


"ini foto - foto anakmu dari kecil" ujar Risma sambil menyerahkan handphonenya.


Bari melihat foto anaknya sangat terharu, terlihat disana Narita sedang menggendongnya. Lalu ada lagi foto - foto saat ulang tahun dengan caption ' ultah pertama bagas'


"jadi nama anakku Bagas kak" tanya bari tanpa bisa membendung airmatanya.


Sementara pak Rudi yang tadi sudah melihat anak itu menangis saat video call anaknya Ida, merasa sangat terharu dan berdosa terhadap cucunya, terlepas tadi dia menangis karena apa yang pasti sampai seusia ini, cucunya belum pernah memanggilnya kakek.


Bari menatap pak Rudi dengan berlinang airmata. Cengeng emang, tapi ketika sudah berhubungan dengan buah hatinya adakah orang yang tidak cengeng sekalipun bapak - bapak?


"iya, namanya Bagas" ujar kak Risma


"apa boleh aku bicara dengannya kak" tanya bari polos.


"pliss deh bar, kan tadi aku sudah bilang, biarkan mereka hidup normal, jangan ganggu lagi, bisa ngga"? ucap Risma lagi.


"terus beberapa tahun lalu Narita mengurus surat cerai karena dia mau menikah, siapa suaminya sekarang" tanya bari tulus ikhlas kalau Narita sudah bahagia.


"kamu pikir Narita itu wanita gampangan. Dia mengurus surat cerai itu karena Bagas sudah lahir dan sudah besar, sementara kamu juga sudah menikah, jadi dia ingin statusnya jelas" ujar Risma.


"jadi dia ngga menikah lagi kak" tanya bari bahagia. Entah kenapa mendengar Narita belum menikah ada setitik harapan di hati bari, tapi entah Narita mau balik apa ngga.


Hai pembaca setiaku, masih setia kan


Jangan bosan kasih like, coment dan vote ya

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2