
Begitu sampai di hotel SS, pak Rudi langsung sigap ingin membantu bari mengambil barang - barang mereka.
"bar, nak nari ngga usah turun, biar kita aja yang turun ambil kopernya" ujar pak Rudi
"tapi banyak barang yang printil - printil pa, kopernya sih cuma tiga tapi yang kecil - kecil banyak" ujar Narita.
"ngga apa - apa ibu ikut bantu" ibu Marlina akhirnya menawarkan diri.
"iya, ya sudah, kalian di sini aja, Bagas juga tidur tuh" ujar bari ke arah Narita
"iya bang"
Pak Rudi, bari dan juga ibu Marlina sangat bersemangat mengambil barang - barang mereka. Terutama pak Rudi, dia tidak ingin keadaan ini cepat berlalu, dia tetap ingin bahagia seperti ini. Jangan sampai anaknya atau menantunya berubah pikiran untuk menginap di rumahnya.
Tidak sampai setengah jam, mereka sudah berhasil check out dari hotel SS, dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah pak Rudi.
Hari sudah malam ketika mereka tiba di rumah lama bari dan Narita. Masih banyak kenangan di rumah ini, kalau bagi Narita dan bari sih lebih banyak kenangan pahitnya. Tapi rumah ini juga sudah banyak berubah, baik bentuk dan suasananya.
Pak Rudi langsung turun dari mobil, begitu juga ibu Marlina. Mereka antusias membuka pintu rumahnya dan juga mempersiapkan apa yang di perluka para cucunya.
Pak Rudi benar - benar lupa dengan umurnya saking bahagiannya. Dia seperti anak muda yang akan menyambut pacarnya, dia mau semua terlihat perfect.
Sementara Narita yang memangku baby angel belum turun dari mobil atas permintaan bari. Dia ingin memastikan di dalam kasurnya sudah siap dulu baru bari akan membawa putrinya ke kamar.
"bar, kamarmu sudah lama tak di huni, biarkan kami beresin sebentar ya" ujar pak Rudi sambil senyum.
"biar bari aja pa" ujar bari
"ya sudah bareng - bareng aja, biar cepat angel bisa tidur nyenyak" ujar pak Rudi
Jadilah mereka segera bekerja keras, untuk membereskan kamar itu. Sebenarnya ibu Marlina sering kok membersihkannya, hanya saja debu tetap aja banyak.
Setelah dianggap bersih dan aman untuk baby angel, bari langsung meminta Narita yang masih duduk di teras membawa baby angel masuk ke kamar bari dan Narita jaman dahulu.
Bari langsung membantu Narita untuk membersihkan baby angel, mengganti popok dan pakaiannya, setelah itu barulah Narita menyusui baby angel. Jujur Narita juga sudah sangat cape sebenarnya, seharian dari pagi subuh ke bandara sampai mereka dalam perjalanan tanpa istirahat membuatnya sangat cape, dan bari sangat mengerti itu.
Bari langsung mengambil air hangat di dapur untuk membersihkan baby angel.
"nyari apa bar"? tanya ibu Marlina ketika melihat anaknya celingukan
"itu ma, baskom, baby angel ngga mungkin mandi lagi, jadi di seka aja, ada air hangat ngga ma"? tanya bari
__ADS_1
"ada bar, itu air termos, baskomnya dekat kamar mandi" ujar Bu Marlina tapi langsung mengambilnya untuk bari daripada lama nyari - nyari.
"makasih ma"
Bari langsung mengisi air di baskom sampai hangat lalu ingin membawanya ke kamar.
"buat apa bar" tanya pak rudi
"angel mau di seka maminya pa"! ujar bari
"ohhhh"
"terus ini Bagas mau mandi atau gimana"
"ngga usah pa, kasian diganti aja bajunya, biar enak tidurnya" ujar bari
"oh ya sudah , kalian urus angel gih, Bagas biar papa sama Mama yang urus" ujar pak Rudi
"iya pa, saya ambil baju gantinya dulu" ucap bari sambil berlalu ke kamar.
Narita sudah menyiapkan baju dan popok ganti baby angel. Lalu dengan cekatan Narita mengganti popoknya dan bajunya, tapi sepertinya baby angel sudah ke bangun.
Setelah selesai Narita langsung cari tempat nyaman untuk menyusui baby angel. Lalu dia mulai mengusap lengan baby angel sambil bersiul dan bersenandung kecil sambil menyusu. Lama kelamaan akhirnya baby angel pun tertidur pulas kembali.
Setelah semua kelar bari langsung bergabung dengan papa dan mamanya di depan.
"sudah beres angelnya bar" tanya pak Rudi
"sudah pa, itu lagi di susui lagi biar bobo lagi" tutur bari sambil senyum kecil
"ini Bagas kami ganti bajunya juga ngga bangun bar" ujar pak Rudi senyum sumringah.
"kecapean pa, dari pagi tuh sampai bandara sampai kesini kan hal yang baru buat dia, jadi antusias banget sampai lupa kecapean, nah begitu tidur berasa itu capenya" ujar bari sambil duduk dekat anaknya yang tidur di sofa.
"kamu mau kopi bar, aku mau buatin kopi papa"? tanya ibu Marlina
"ngga usah ma, ntar aku bikinin, sekalian Narita juga harus minum air hangat tuh habis menyusui angel" tuturnya
"ya sudah sekalian mama bikinin" ucap ibu Marlina sambil berlalu ke belakang.
Dan tidak berapa lama ibu Marlina sudah datang dengan dua gelas kopi dan satu teko air hangat. Bari langsung minum air hangat untuk Narita itu juga karena dia juga haus.
__ADS_1
Pak Rudi juga langsung ambil kopinya dan langsung menyeruputnya.
Ibu Marlina duduk di dekat suaminya sambil mereka bercerita tentang perubahan rumah itu. Bagi bari sebenarnya rumah ini banyak kenangan pahitnya juga ketika dulu bersama Narita. Hanya saja karena bentuknya sekarang sudah berbeda jadi kenangan itu sedikit kabur.
Tidak berapa lama Narita keluar dari kamar mereka.
"angel sudah bobo dek" tanya bari
"sudah bang, makanya aku ingin mandi dulu, udah lepek nih" ucap Narita
"minum air hangat dulu yang" ucap bari sambil menuangkan air putih ke gelas kosong tadi.
"makasih bang" Narita langsung menghabiskannya.
' mereka benar - benar keluarga bahagia' batin pak Rudi
'ternyata kalau bersama Narita, bari memang sudah menjadi dirinya sendiri, tidak karena di atur - atur' batin ibu Marlina
'Sekarang anakku jauh lebih baik di banding waktu sama Eva, dia sudah seperti manusia robot' batin ibu Marlina lagi.
"ya sudah kamu mandi di kamar kita sayang, aku mandi di kamar papa, biar jangan kemaleman" tutur bari
"iya bang" Narita langsung beranjak ke kamar mereka lagi
"udah kamu juga mandi dulu sana, ntar keburu malam, kurang bagus" ujar pak Rudi kepada bari.
"iya ya pa, ngopinya lanjut nanti deh" ucapnya lalu langsung berdiri dan beranjak ke kamar mengambil pakaian gantinya.
Setelah selesai mandi bari dan Narita kembali bergabung dengan pak Rudi dan ibu Marlina di ruang depan.
Akhirnya mereka cerita tentang Bagas dan baby angel sampai larut malam. Tidak ada yang membahas masa lalu.
Dan setelah melewati tengah malam akhirnya mereka tidur, Bagas ikut kakek dan neneknya dan bari serta baby angel dan Narita di kamar lama bari, walaupun bentuk kamarnya sudah sangat berubah.
Pak Rudi dan ibu Marlina sangat bahagia, bisa tidur bersama cucunya, seperti mimpi rasanya. Sepanjang malam mereka masih terjaga melihatin Bagas jangan sampai di gigit nyamuk dan tidurnya terganggu.
Dan pagi subuhnya itu Marlina sudah mengajak pak Rudi belanja dapur banyak. Mereka sangat semangat borong semuanya dari pasar. Mereka membeli semua yang di butuhkan cucu - cucunya. Begitu juga bunga mereka nanti untuk jiarah. Pokoknya sangat antusias deh.
Hallo semua dukung terus ya
like , coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏