PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 96 SEPAKAT


__ADS_3

Setelah berbincang lama di warung kopi itu, dan hari juga sudah malam, Narita ingin segera pamit. Dia sudah ingin mandi dan ganti baju biar fresh.


Kembali hati bari sangat berat, sejujurnya dia tidak rela Narita dan Bagas pergi dari sisinya, tapi mau gimana lagi, semua sudah hancur sekarang, hancur sekali.


Tapi ada berita bagusnya, Narita akan bersedia di hubungi bari tentang perkembangan Bagas.


"kalian pulang kemana"? tanya pak Rudi


"kami menginap di hotel SD pa" ucap Narita


"kalau begitu ayo, kami antar"


"tidak usah pa, itu jauh banget dari sini, kasian papa dan bang bari cape bolak balik" ucap Narita asal karena dalam hatinya juga dia sebenarnya merasa sangat damai kalau berada bersama mantan bapak mertuannya dan bari. Tidak bisa di bohongi kalau cinta itu masih ada, hanya saja mereka tekan selama ini.


"papa ngga pernah merasa cape mengurusmu nar, apalagi sekarang ada cucuku Bagas, kamu pikir aku akan tenang membiarkan kalian naik taksi" ujar pak Rudi sambil berdiri.


Narita jadi merasa tidak enak dengan mantan mertuannya itu.


"ayo Bagas, kita jalan" ujar pak Rudi senang menggandeng tangan cucunya. Dia memberikan handphone Narita yang tadi di pakai untuk main game.


"ayo kek" Bagas juga langsung bangkit dan mengikuti langkah pak Rudi. Mereka benar - benar terlihat keluarga bahagia kalau orang hanya melihat sepintas, tapi orang lain tidak tahu bahwa mereka sedang menghadapi konflik yang sangat pelik.


"Narita duduk sama Bagas di belakang" ujar pak Rudi sambil membuka pintu belakang untuk Bagas dan Narita. sementara pak Rudi dan bari duduk di depan, karena pak Rudi tahu Narita kurang nyaman duduk di samping bari.


Mobil bari melaju dengan sangat santai, karena dia sangat ingin lebih lama bersama Narita dan Bagas. Kalau memungkinkan ingin rasanya dia berputar semalaman menyupiri mereka.


"oh iya nar, ini kan sudah malam, gimana kalau kita makan malam dulu sebelum kalian masuk hotel" tanya pak Rudi


"nanti kami makan setelah mandi aja pa, papa sama bang bari aja duluan. Kami ingin mandi dulu, sudah lengket semua ini mulai dari tadi pagi dari Jakarta" ujar Narita.


"oh ya sudah, bar, kita langsung ke hotel aja" ujar pak Rudi maklum.


"oh iya nar, tolong berikan papa nomor kontakmu, siapa tahu besok kalian mau jalan - jalan biar bisa papa sama bari antarin." ujar pak Rudi


"apa nomor papa masih yang dulu" tanya balik Narita

__ADS_1


"iya nar"


Narita terlihat mengutak Atik handphonenya dan sedang melakukan panggilan, ternyata dia sedang miscal pak Rudi.


"itu nomor nari pa"


"tapi besok kami sudah langsung cek out kok pa pagi, karena aku ingin ke kota B ke rumah kak Risma" ucap Narita sejujurnya.


"biar papa sama bari yang antar nak ya, kasian Bagas naik turun bus"


"tidak usah kali pa, kasian papa juga. kota B sangat jauh, butuh dua jam perjalanan lebih" Narita merasa tidak enak kalau mertuannya terus baik begini.


"tidak cape, papa dan bari tidak cape. Aku hanya ingin menebus kesalahanku kepada kalian berdua" ujar pak Rudi lagi.


"ya sudah pa, bang bari, kami cek in dulu"


"ohhh oke nak"


Pak Rudi dan bari mengantar Narita cek in sampai masuk kamar, barulah mereka ingin keluar dari hotel.


Barita dan pak Rudi duduk di lobby sambil menunggu Narita kira - kira selesai mandi.


Tapi mungkin alam memang sedang mendukung keputusan bari untuk menceraikan Eva, tanpa mereka duga Eva masuk ke hotel ini bersama seorang laki - laki yang tidak seusianya, mungkin sedikit lebih tua. Tapi mereka terlihat sangat akrab dan sepertinya tidak ada rasa canggung.


Bari yang melihat langsung kemesraan mereka mulai dari lobby sampai receptionist sampai ini menunggu lift naik, tidak terlihat marah ataupun sedih. Bari malah tepuk tangan membuat Eva kaget dan melepaskan tangan teman lelakinya yang tadi ada di pinggangnya.


Eva benar - benar ngga nyangka kalau bari si mayat hidup itu bisa mengikutinya sampai hotel. Memang Eva sudah tidak perduli dengan bari, tapi ketangkap basah sedang akan selingkuh bukan hal yang bisa bermanfaat juga, ini akan jadi aibnya seumur hidup.


Sementara pak Rudi yang juga melihat kejadian itu tidak mau ikut campur dengan urusan bari dan Eva, karena itu rumah tangga mereka. Tapi dia sempat dokumentasikan kemesraan Eva dengan lelaki tadi, siapa tahu suatu saat berguna.


"bagus Eva, bagus, akhirnya kamu menemukan laki - laki yang sekelas denganmu, sama - sama toxid" ujar bari senyum datar.


Laki - laki yang sedang bersama Eva jadi ciut, bukannya apa - apa namanya selingkuh pasti takut ketahuan. dia takut kalau perselingkuhannya ke bongkar ke publik akan merusak rumah tangganya. Dia sama Eva just have fun, tak lebih. Tak terbersit dalam benaknya punya istri seperti Eva juga.


"siapa dia va" tanyanya

__ADS_1


"dia suamiku" jawab Eva masih berani


"mantan suami tepatnya," langsung potong bari.


"karena saat ini juga aku akan ceraikan dia, jadi kamu ambil aja, jadikan istrimu. kamu bebas, dia itu seorang dokter lho" ujar bari dengan mimik ngeledek.


"jangan pernah injak rumahku lagi, kakimu dan tubuhmu terlalu kotor" ucap bari langsung berjalan ke arah papanya.


Sementara Eva mematung di tempatnya. Ini bukan seperti harapannya. Dia tak pernah berharap bari benar - benar membuangnya, dia masih berharap suatu saat balik ke rumah bari kalau bari sudah tenang.


Sementara laki - laki yang tadi bersamanya , sudah meninggalkan Eva begitu saja.


"saya ngga mau ada masalah, karena saya ngga mau rumah tangga saya hancur" ucap teman lelakinya sebelum berlalu dari sana.


Kini Eva benar - benar kayak orang linglung, dalam sekejap hidupnya hancur sehancur - hancurnya sampai dia ngga berani menatap orang lagi.


Akhirnya dia keluar dari hotel itu lewat pintu samping karena sudah sangat malu sama orang.


Sementara bari yang kembali ke lobby menemui pak Rudi hanya senyum kecil.


"aku ngga nyangka Eva semurah itu pa" ujar bari sambil duduk agak dekat papanya.


"iya bar, mungkin inilah jalan Tuhan bar, membantu kamu untuk mengambil keputusan. Karena wanita yang sudah berselingkuh tidak pantas untuk di pertahankan" ujar pak Rudi sangat mendukung.


"iya pa, sepertinya hari ini Tuhan sudah membuka mataku lebar - lebar" ucapnya.


"Tadi pagi Eva berulah, terus kita mancing ngga jadi malah tahu tentang Bagas, karena mumet aku ingin jiarah ke makam anakku malah ketemu Narita dan Bagas, sehingga kita bisa sampai di sini sekarang. Walaupun Eva menghancurkan segalanya tapi Narita selalu datang bawa harapan baru pa" ujar bari kepada pak Rudi.


Selamat pagi guys


salam sehat


Jangan lupa bersyukur


tetap like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2