PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 80 COBAAN LAGI


__ADS_3

Begitulah malam yang di lewati oleh bari dan nari, malam yang penuh dengan kehangatan buat mereka berdua.


Keesokan paginya bari sudah bangun lebih awal, karena dia lihat istrinya masih cape, akhirnya bari berinisiatif untuk membuat kopinya sendiri.


'Sayang, kasian kamu, tadi malam permainanmu sangat luar biasa, sekarang kamu jadi kecapean kan' batin bari lalu turun dari kasur setelah mengecup kening istrinya.


Bari langsung buru - baru ke dapur membuatkan kopi dan juga susu untuk istrinya. Setelah jadi dia langsung segera mandi sambil menunggu kopinya agak dingin.


Bari sudah masuk kamar mandi, bahkan sudah selesai mandi pun Narita belum bangun. Tidak seperti biasanya, sehingga bari mau ngga mau harus membangunkan istrinya itu. Takut istrinya itu sakit atau ada yang tidak enak badannya.


"sayang, dek, dek bangun dek" ucap bari sambil sedikit menggoyang lengan istrinya. Dengan malas dan enggan narita menggeliat dan melihat suaminya sudah selesai mandi.


"jam berapa bang" tanyanya khas orang tidur


"sudah jam setengah enam dek" ucap bari


"hahhh, telat donk, Abang ngopi aja ya, ngga usah sarapan, badanku cape banget" ucap Narita sambil agak sempoyongan turun dari kasurnya.


Bari yang melihat itu pun ketawa kecil.


"masih mau permainan sehebat tadi malam nanti malam dek" godanya yang menganggap Narita cape dan pusing karena permainan mereka tadi malam.


"hehhh" Narita hanya tersenyum kecil


Dengan mata masih berat karena masih ngantuk dia pun bangkit ingin buat kopi untuk suaminya.


"mau kemana" tanya bari sambil mencari bajunya.


"buatin kopi"


"sudah ngga usah, tidur aja, kamu masih ngantuk banget tuh" ujar bari sambil menarik istrinya lembut untuk tidur lagi.


"hari ini anggap aja istriku lagi cuti karena cape, jadi aku tadi sudah buatin kopi sendiri dan juga susu buat kamu" ujar bari sambil merapikan pakaiannya.


"ohhh" ucap Narita kembali rebah dan matanya memang berat banget, masih sangat susah di buka. Tanpa dia sadari dia kembali tertidur, sehingga bari langsung membenarkan posisi tidur istrinya dan menyelimuti istrinya itu.


Setelah minum kopinya bari langsung jalan, karena sudah jam enam pagi. Biasanya dia berangkat jam enam kurang untuk menghindari terlambat.


Sambil menyetir mobilnya bari tersenyum sendiri mengingat perilaku istrinya tadi malam.


'istriku sekarang seperti terlahir kembali, bahkan dia sudah memberikan kejutan - kejutan kecil untukku' batin bari sambil senyum.

__ADS_1


Pukul delapan kurang bari sudah tiba di kantornya. Dia langsung mencari sarapan dulu lalu mengetik pesan buat istrinya.


'sayang, sudah bangun belum'


'istriku memang hebat'


'oh iya, tadi aku sudah buatin susu buat kamu, tapi mungkin sudah dingin, kalau sudah tidak enak ganti aja'


'kalau masih ngantuk, tidur aja'


'abang kerja dulu sayang'


'bye'


Setelah mengirim chat ke istrinya, bari langsung menyantap sarapannya.


Baru aja bari mulai makan papanya sudah telepon.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


Papa calling....


"halo pa"


"oh iya, aku coba tanya bosku dulu ya pa"


"oke bar, makasih ya"


"oke pa"


Pak Rudi yang sedang telepon bari tidak sadar kalau pembicaraan mereka sudah di dengar jelas oleh Eva. Terutama ucapan pak Rudi, karena Eva hanya ada di balik tembok belakang pak Rudi.


'Berarti bari mau kesini, mau jagain Tante Marlina, kayaknya aku harus berbuat sesuatu.' batin dokter Eva sudah mulai jahat.


Tanpa berpikir panjang dokter Eva masuk ruangannya, dia ingin memberikan obat tidur dosis rendah untuk Tante Marlina supaya dia tidur nyenyak. Dan Eva juga memasukkan obat tidur itu ke minuman yang akan dia berikan sama bari.


Eva sudah terlanjur sayang sama bari, dia tidak mau kehilangan bari lagi untuk kedua kalinya. Pikirannya sudah tidak di rel yang seharusnya.


Tidak berapa lama terlihat dokter Eva memberikan obat kepada ibu Marlina, lalu dia keluar dari ruangan itu bersamaan dengan bari yang baru datang. Pak Rudi yang dari tadi sibuk membereskan pakaian kotor istrinya langsung pamit pulang sama bari.


"bar, papa ngga lama. mungkin sekitar dua jam, kamu sudah izinkan"? tanya pak Rudi

__ADS_1


"sudah pa, sampe makan siang"


"oke" pak Rudi langsung membawa beberapa bungkusan kain kotor itu keluar dan langsung menuju parkiran.


Sementara Eva yang sudah yakin pak Rudi sudah keluar dari area rumah sakit, langsung menuju ruangan ibu Marlina. Karena dia seorang dokter jelas aja tidak ada orang yang curiga.


Eva langsung memberikan satu gelas jus untuk bari.


"minum bar" ucap Eva, dan tanpa curiga apapun bari langsung minum jus pemberian Eva.


lalu dia pura - pura memeriksa ibu Marlina yang ternyata sudah terlelap tidur. Tidak ada yang tahu kalau Eva membuat obat tidur di obat ibu Marlina.


"kamu izin bar" pura - pura tanya eva, ingin memastikan bari masih bangun atau sudah ngantuk.


Ternyata efek dari obat tidur itu atau karena kecapean tadi malam bari malah langsung ketiduran di kursi itu.


Dasar Eva ngga ada akhlak. Dia langsung membuka baju putihnya dan menyisakan baju dalamnya yang seksi. Dia memberanikan diri tidur di pangkuan bari sambil mengambil pose yang kurang pantas. Pose - pose itu seolah menunjukkan kalau mereka sedang kecapean dan becanda.


Lalu Eva mencari kontak Narita di handphone bari. Karena terkunci dia harus pura - pura minjam handphone sama bari. Dasar bari yang sedang ngantuk berat, diapun langsung membuka handphonenya tanpa curiga.


Eva sudah kehilangan akal sehatnya. Eva mengirim foto - fotonya bersama bari ke handphone Narita dengan pose yang kurang pas untuk seorang teman.


Sebuah foto di kirim dengan pesan singkat. Foto yang di ambil oleh Eva kemarin sore di rumah sakit.


"Narita, maafkan bari, dia tidak bisa menolak maminya. sekarang maminya sakit, dan kami harus patuh pada mertua kita. Kalau kamu punya hati, mundurlah. pernikahanmu dengan bari ternyata hanya menyakiti semua orang termasuk kamu."


Itulah pesan yang di kirim oleh Eva dengan nomornya sendiri kepada Narita. Dia sudah nekat, apapun nanti akibatnya. Syukur - syukur kalau Narita gampang terprovokasi.


Setelah itu, Eva juga mengirim foto - foto mereka saat ini. Dimana Eva tidur di pangkuan bari dengan wajah bari yang kurang jelas, sehingga tidak ketahuan kalau bari sedang ketiduran. Foto - foto ini seolah menunjukkan kalau bari dan Eva sedan bermesraan di rumah sakit sambil menjaga mertua yang sedang sakit.


Tidak lupa Eva juga mengambil sebuah video mulai dari dirinya di pangkuan bari sampai ibu Marlina yang tidur dan juga bari dari jauh. Sungguh pintar emank Eva, sangat licik. Tidak setulus tugasnya sebagai dokter.


Tidak lupa Eva menuliskan pesan lagi di sana.


"kebersamaan kita saat menjaga mertua sedang di rawat"


Tidak lupa Eva langsung menonaktifkan handphone bari sementara. Karena dia yakin istrinya itu pasti akan langsung menghubungi suaminya bari.


Hai pembaca setiaku


Jangan bosan ya

__ADS_1


Like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2