PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 121 POSITIF


__ADS_3

Dokter itu semakin intensif memeriksa Narita. Sementara bari dan Bagas yang berdiri agak jauh sangat kasian dan khawatir dengan ke adaan Narita. Terlihat lemas dan pucat.


Dokter itu sudah mulai menggeser - geser alatnya di bagian perut Narita yang di temoeli seperti zel.


"mami ngga apa - apa kan Pi" tanya Bagas ke arah bari. Dia belum mengerti sama sekali yang dilakukan dokter itu, dia hanya fokus ke maminya.


"iya sayang, semoga mami ngga apa - apa ya" jawab bari


Dokter itu menoleh kepada bari dan anaknya Bagas.


"ini anaknya pak"


"iya dok" jawab bari antusias.


"ayo mari, silahkan mendekat ke sini" ujar sang dokter untuk memberitahu bari.


"Selamat ya pak, istri bapak sedang hamil lagi, tapi masih sangat muda jadi harus di jaga" ucap sang dokter membuat bari seolah melayang sementara di udara.


Tak terkira rasa bahagia bari dan nari mendengar ucapan dokter tadi. Bari bahkan sampai melongo mendengarnya karena merasa tidak percaya. Sebulan menikah kembali dengan Narita mereka langsung di karuniai anak lagi. Suka cita bari benar - benar tiada banding. Bahkan bari sampai meneteskan airmata sesaat saking terpana mendengar ucapan dokter itu.


Lalu bari beralih menatap Narita istrinya dan langsung bangkit memeluk Narita sangat erat.


"kamu hamil lagi sayang" ucap bari penuh haru.


Sementara Narita juga sangat terharu dengan berita bagus ini. Dia akan punya anak lagi.


"iya bang" jawab Narita juga.


Melihat kebahagian sepasang suami istri itu, dokter itu memilih keluar dulu. Lalu datang lagi dan menyerahkan selembar resep untuk Narita.


"pak Bu, ini ada saya resepkan vitamin untuk ibunya, nanti tolong di tebus di apotik ya. ibunya baik - baik aja, tidak apa - apa, dan bayinya juga ngga apa - apa hanya perlu istirahat" ujar sang dokter.


"tapi muntahnya berlebihan dokter" tanya bari khawatir


"itu biasa pak bagi wanita hamil, tapi ibunya tetap usahakan makan sesuatu ya Bu, kalau ngga suka nasi bisa cari yang alternatif lain, yang pasti perut ngga boleh kosong dan satu lagi ibu tidak boleh cape" ujar sang dokter.


"baik dok" ujar bari dan nari bersamaan.

__ADS_1


Akhirnya setelah drama panjang di ruang dokter itu, bari dan nari serta Bagas akhirnya pulang. Dalam perjalan tiada hilang senyum dari bibir bari. Dia akan merasakan melayani wanita hamil yang konon katanya kadang di luar nalar.


Bari langsung membantu istrinya begitu menuju mobil, dia ingin menggendong Narita tapi Narita menolak, dia ingin jalan aja perlahan. Semangat bari memberinya kekuatan lebih kalau hanya mengangkat tubuh istrinya.


Begitu juga saat mereka sampai di rumah. Bari langsung menggendong Narita masuk rumah walaupun Narita melawan.


Begitu Narita di tidurkan di kasur, Bagas menjaga maminya di sampingnya sementara bari akan membereskan semua bekas muntahan Narita tadi.


"Bagas, hari ini Bagas tidak usah sekolah dulu ya nak, biar ada yang jagain mami di rumah" ujar bari kepada anaknya.


"iya Pi"


"sekarang Bagas duduk di sini, jaga mami, mami belum boleh banyak gerak karena ada dedek bayi di perut mami ya. Jadi jangan biarkan mami turun, oke boy" perintah bari


"oke Pi"


Bari langsung membereskan kamar mandi mereka lalu membuatkan air hangat untuk istrinya Narita mandi karena mungkin habis muntah tadi belum di bereskan.


Lalu bari ingin membelikan sarapan untuk istrinya dan Bagas karena istrinya ngga mungkin memasak sekarang. Di a masuk lagi ke kamar dan melihat anak dan istrinya sambil tersenyum dan berpegangan tangan. Terlihat sangat bahagia.


"sayang mau sarapan apa, biar Abang belikan" ucap bari.


Bari makin terharu dengan istrinya, selalu pengertian.


"maafin Abang ya dek, ngga bisa melayani kamu bahkan saat hamil begini" ucap bari sudah meneteskan air mata, entah kenapa sejak tadi ingin rasanya dia menangis tapi bukan menangis sedih melainkan menangis bahagia.


"kok Abang minta maaf"? tanya Narita lembut


"Abang itu kan kepala keluarga bang, mencari nafkah, kalau nanti Abang bermasalah dengan kerjaan kita semua juga yang kewalahan" ucap Narita lagi dengan bijak.


"tapi aku ngga bisa buatin Abang kopi dulu sama buatin sarapan, aku takut muntah lagi malah belepotan" ucap Narita sedih


"sssttt jangan pikirkan itu oke, sekarang selama kamu hamil utamakan dirimu sendiri dulu, karena di sini ada anak kita, jadi bukan hanya tentang kamu sayang. Oh iya, nanti aku minta tolong temanku untuk cari art kita ya"? ucap bari tanpa bisa di bantah oleh Narita lagi. karena sekarang kondisinya memang lagi kurang fit dan ngga bebas untuk bergerak.


"iya bang" jawab Narita pasrah.


Akhirnya bari bangkit dan membuatkan istrinya nasi goreng untuk sarapan dulu. Dia ngga akan bisa berangkat kalau anak dan istrinya belum sarapan. Walaupun rasanya tidak seenak buatan Narita tapi lumayan buat Narita mengganti yang tadi di muntahkan.

__ADS_1


Setelah makan nasi goreng ala bari dan segelas teh manis, Bagas mengajak maminya duduk di teras depan untuk menghirup udara segar sambil menunggu ayu datang.


Setelah bari berangkat kerja, tidak berapa lama ayu sudah nongol.


"kak nari benaran hamil lagi" tanya ayu saat mereka sudah ngobrol di depan.


"iya yu, tapi kali ini aku agak mual banget. Tadi pagi sampai muntah - muntah." ucap Narita cerita.


"yahhh Bagas akan punya adek, semoga cewek ya kak biar sepasang" ucap ayu


"amin semoga ya yu, tapi cowok lagi juga ngga apa - apa'! ucap Narita tetap senang.


"yu seminggu ini kamu libur dulu donk sambil cariin aku art, soalnya memang aku ngga sanggup, kasian bang bari kalau kerja ngga sarapan" ucap Narita


"ya sudah kak nar, ngga apa - apa, masih ada sedikit kerjaanku yang nanggung sih, ntar malamlah aku kerjain" ucap ayu.


"kamu ngga mau nginap di sini'?


"ngga usah kak, ntar aku bisa di antar jemput kok sama Rangga" ucap ayu yang kemana - mana memang di antar oleh pacarnya. Narita juga sudah sangat kenal dengan pacarnya itu.


"ya sudah yu, terserah kamu aja gimana baiknya, tapi yang pasti aku sedang butuh bantuanmu" ucap Narita.


"oke kak tenang aja, sekarang aku ingin masak apa nih"?


"bayam yu, tapi kamu harus ke pasar dulu, pasar yang kemarin itu" jelas Narita yang awal di rumah itu pernah mengajak ayu ke pasar.


"ya sudah, aku ke pasar dulu ceritanya" ucap ayu sambil senyum.


"mmmm" ucap Narita mengangguk. Lalu Narita meminta Bagas mengambil dompetnya di kamar dan memberikan sejumlah uang untuk ayu belanja.


"isi aja kulkas untuk seminggu yu" ucap Narita minta tolong.


"oke bumil" jawab ayu sambil berlalu keluar , sementara Bagas mengikuti perintah papinya tidak boleh jauh dari maminya.


Hai pembaca setiaku


Terimakasih banyak ya, yang setia mengikuti hasil karya ini

__ADS_1


Tetap masih butuh dukungan, like, coment dan vote kalian


Terimakasih ya.🙏


__ADS_2