PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 68 TUNJUKKAN


__ADS_3

Bari sejenak bengong di tempat duduknya, tapi disadarkan oleh ucapan kak Risma.


"maaf kak, darimana kakak tahu tentang Eva"? tanya bari serius.


"itu sebenarnya tidak penting bar, yang penting siapa dia, dan apa hubunganmu dengan dia, itu aja pertanyaannya"? ucap kak Risma.


"apa ini yang mama bilang ke Narita sampai narita pingsan dan anak kami meninggal"? emosi bari sedikit meningkat.


"ahhhhhhh" Risma terlihat menarik nafas panjang.


"sebenarnya bukan itu yang kakak tunggu jawabanmu bar, kakak hanya bertanya siapa dia" tanya Risma serius. Bersamaan dengan pertanyaan Risma, pak Rudi baru kembali dari kamar mandi rumah sakit itu.


"dia siapa nak Risma" tanya pak Rudi akhirnya.


"maaf om, sepertinya om tanya bari aja. Soalnya sepertinya dia sulit untuk menjawabnya"? ucap kak Risma akhirnya ingin berlalu tapi bari langsung menahannya.


"baik kak, aku jelaskan siapa Eva, kakak tunggu dulu" ucap bari.


" Eva, Eva siapa bar" pak Rudi juga jadi penasaran siapa Eva yang mereka maksudkan.


"Eva yang dulu mantan pacarku pa, beberapa Minggu kemarin dia menghubungiku kembali setelah sekian lama, dan sekarang dia tugas di rumah sakit umum daerah sebagai dokter" tutur bari tenang karena dia memang menganggap tidak ada apa - apa.


"ohhh Eva yang dulu" tanya pak Rudi meyakinkan. Dulu memang ada pacar bari yang bernama Eva sejak mereka sekolah menengah atas, tapi kelanjutannya pak Rudi tidak tahu karena dia anggap mereka masih remaja labil jadi belum perlu campur tangan orang tua tentang putus nyambungnya hubungan mereka.


"iya pa"


"ohhh itu om juga kenal kok nak Risma, kenapa dengan dia"? tanya pak Rudi tanpa rasa bersalah.


"ohhhhh, dari tadi dia chat kamu terus tuh bar, menanyakan kamu dimana dan tentang apalah, yang pasti membuat Narita tadi menangis sampai sakit di perutnya. tadi dia buka karena dia tadi penasaran siapa yang chat karena handphonemu bunyi terus" cerita kak Risma.


"apah, Eva chat aku"? tanya bari ambigu


"yah dan yang baca Narita. kamu bisa bayangkan perasaannya bar, baru aja kehilangan anak langsung ada hal yang membuat hati tidak nyaman" ucap kak Risma datar.


"emanknya kalian berhubungan lagi bar" tanya pak Rudi juga polos.


"ngga pa, emanknya aku apaan, itu hanya karena dia baru tugas di kota pa, setelah lama di Jawa, terus kami makan siang di depan kantor karena rumahnya dekat dari kantorku" cerita bari serius.


"coba kamu hubungi dia sekarang, papa mau dengar sendiri" ucap pak Rudi bijak tidak ingin ada kesalah pahaman dengan menantunya.


"sebentar, saya ambil handphone kamu di dalam" ucap Risma dan langsung masuk ruang rawat Narita. Narita melihat kak Risma masuk ingin bertanya, tapi kak Risma sudah duluan bicara.

__ADS_1


"nar sebentar ya dek, biarkan kakak dulu yang bicara sama bari, kamu percaya sama kakak kan"? tanya kak Risma membuat Narita hanya mengangguk.


Risma keluar dari ruangan Narita dengan handphone bari di tangan.


"ini bar"


"terimakasih" bari langsung mengambil handphonenya dan mencari aplikasi WhatsApp. Dan benar aja percakapan atau chat teratas adalah dengan Eva, walaupun tak pernah ada balasan dari handphone bari sampai ada panggilan misscall.


"telepon sekarang bar" ucap pak Rudi kepada anaknya


"speaker bar" lanjutnya lagi.


Bari mengikuti perkataan papanya, dia menghubungi balik Eva dan menyalakan speaker.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"halo bar, akhirnya kamu telepon juga bar," ucap Eva di seberang sana.


"ada apa"?


"itu bar, aku hanya ingin tahu gimana keadaan kamu"? ucap Eva di telepon itu.


"biasa aja, kenapa va"


"maksudnya"


"iya kamu baik - baik aja keadaannya"


"saya baik"


"tapi kamu kok ngga balas chat aku, biasanya ngga pernah begitu, biasanya begitu baca kamu langsung balas"


"maaf va, aku lagi sibuk" ucap bari akhirnya


"ehhhh bar, tapi nanti siang kita bisa makan siang di tempat biasa, aku ingin bicara bar"?


"bicara apa, bicara aja sekarang, aku sedang tidak bekerja" ucap bari


"lho kok bisa bar ngga kerja"?


"maaf va, aku sedang sibuk, tolong jangan ganggu dulu"? ucap bari membuat Eva mungkin sedikit tersinggung.

__ADS_1


"maaf ya bar, saya juga tidak akan ganggu kamu kalau bukan karena mama kamu yang minta" ucap Eva akhirnya, mungkin termasuk keceplosan juga , yang membuat semua yang mendengar di dekat bari kembali tercengang.


Mamanya berhubungan dengan Eva, sedekat itu sampai minta tolong sama Eva.


"kok mama bisa minta tolong sama kamu"? tanya bari bingung dan sedikit ngga percaya, ternyata banyak hal yang mamanya lakukan tanpa setahu bari.


"maaf bar, kamu mending tanya mama kamu" ucap Eva juga akhirnya dan sambungan telepon itu langsung terputus. Mungkin Eva tersinggung dengan ucapan bari yang meminta jangan mengganggunya.


Bari semakin di buat bingung dengan semua kejadian ini. Masalah demi masalah yang timbul dalam hidup bari, kenapa semua ada sebut nama mamanya, kenapa seolah semua kejadian itu seperti perbuatan mamanya.


Apakah benar mamanya dalang semua ini sampai mamanya berhubungan dengan Eva. Bari jadi ingat dulu sampai mamanya pura - pura sakit supaya mama ketemu Bidan praktek di rumah Tante Susan.


Kali ini kalau benar semua rentetan kejadian ini, mama sudah sangat keterlaluan. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Bari menatap papanya seperti minta pendapat.


"pa, apalagi yang sudah mama lakukan pa"? kembali airmata bari menetes di pipinya.


Pak Rudi juga tidak kalah geram mendengar bahkan seorang Eva itu berhubungan dengan istrinya yang selalu ngga suka sama narita. Pak Rudi sudah menyimpulkan pasti istrinya sudah ingin menjodohkan bari lagi dengan Eva, dengan menghabisi Narita dan anaknya dulu.


'kamu sudah keterlaluan marlina' batin pak Rudi sangat geram


Pak Rudi langsung mencari handphonenya dan menelepon istrinya. Hatinya sudah benar - benar emosi, karena Marlina sudah menghancurkan masa depan putranya. Lihatlah putranya sekarang, seperti mayat hidup tanpa gairah hidup, hancur sudah hati dan perasaannya. Apalagi mengetahui ini ulah mamanya sendiri.


dddrrttt dddrrttt


"hallo"ibu Marlina terdengar lesu di sebrang sana


"dimana kamu"? tanya pak Rudi tajam dan penuh tekanan.


"masih di rumah temanku" ucapnya pelan, karena sekarang dia sendiri lagi, Eva baru aja pergi untuk berdinas siang.


"di rumah temanmu apa bersama Eva" tanya pak Rudi terlihat sangat emosi bahkan dari getaran suaranya sudah ketahuan kalau dia sedang sangat emosi.


"apaan sih pa" elaknya


"ingat ya ma, kamu tidak akan bisa mengatur hidup bari semaumu, ingat itu. Cukup kamu hancurkan hidup bari sampai sekarang, satu lagi tindakanmu yang menyengsarakan bari, aku yang akan menyeretmu ke polisi, karena kamu ngga pantas jadi seorang ibu, karena seorang ibu tidak akan menghancurkan hidup anaknya" ucap pak Rudi sangat geram, bahkan dia sampai merapatkan giginya.


Ibu Marlina sampai ketakutan, tapi tetap dia ngga dapat penjelasan tentang gimana keadaan Narita. Tapi melihat kemarahan suaminya, ibu Marlina yakin telah terjadi sesuatu disana.


Hai semua


like, coment dan vote ya

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2