
Waktu berlalu sangat cepat, kini baby angel sudah berusia enam bulan. Kuliah Bari juga sudah mulai longgar, tidak harus ke kampus lagi secara rutin. Program magisternya hampir selesai.
Kebahagiaan masih tampak dalam keluarga ini. Dalam mengasuh baby angel bari sangat terlibat banyak, bahkan kecuali menyusui bari hampir full menangani baby angel kalau dia sudah di rumah.
Bagas tidak kalah gemas sama adiknya. Mereka sering berebutan untuk memegang baby angel. Apalagi tubuh baby angel yang montok dan gampang senyum membuat siapapun yang melihatnya pasti akan gemes.
Baby angel benar - benar jadi bintang di rumah bari dan Narita. Jika bari atau Narita membawa baby angel ke ruang tengah pasti mereka akan ngumpul di sana, sementara kalau baby angel di kamar semua pasti ke kamar.
Bari dan Narita sekarang bahkan sudah seperti ABG yang jatuh cinta. Memiliki waktu berdua kalau kedua anaknya sudah tidur. Kadang Saling ngambek sebentar dan bentar lagi sudah baikan karena baby angel.
Dan Minggu ini Bagas akan liburan sekolah. Seperti pembicaraan kemarin mereka akan berangkat untuk pulang kampung untuk liburan.
Bari sudah bicara banyak sama Narita tentang mereka akan pulang kampung. Narita juga tidak banyak membantah ketika bari bilang bahwa mereka akan menginap di hotel dulu, karena bari masih sedikit trauma dengan mamanya.
"tapi nanti apa mama tidak tambah marah bang" tanya Narita kemarin ketika mereka sedang bahas pulang kampung lagi.
"aku ngga tahu dek, tapi yang pasti aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kalian, aku ngga mau itu" ujar bari mantab
"mungkin tidak apa - apa kita ke rumah bang, kan papa juga pasti ikut awasin dan lagi bang bari jangan sampai terpisah dari kami atuh" ujar Narita.
"maaf dek, dari kejadian lalu kamu pikir Abang tidak jaga kamu? kamu pikir Abang sudah percaya sama mama? tidak dek! tapi kamu lihat kan Abang selalu kecolongan, mama berhasil memisahkan kita juga, terus Abang harus gimana coba" ujar bari lagi
Narita akhirnya diam, sepertinya semua yang di bilang bang bari itu ada benarnya juga. Kalau mama masih niat memisahkan mereka pasti dia akan tetap cari cara untuk memisahkan mereka. Lantas siapa yang tahu hati mama? biarpun dia bilang sudah berubah tapi siapa yang tahu isi hati sebenarnya.
"ya sudah terserah Abang aja, toh kita juga tidak lama kan, aku hanya kangen ke makam anakku dan orang tuaku serta nenek" ucapnya
"iya sayang aku tahu, kamu pasti akan selalu menurut sama suamimu ini" ucap bari sambil memeluk Narita.
Dan sekarang, Semua persiapan besok sudah di atur oleh bari dan Narita. mereka akan menginap di hotel dulu sampai mereka hendak pulang lagi ke Jakarta. Bari juga sengaja tidak mengabari pak Rudi, bari takut saking bahagiannya pak Rudi akan cerita ke mamanya.
Setelah terbang selama dua jam rombongan bari akhirnya tiba di bandara sebelum mereka pulang ke kampung halaman bari.
Mereka masih harus menempuh perjalanan selama sekitar dua jam lagi untuk tiba di kota yang di tuju.
__ADS_1
Bari langsung memesan taxi untuk keluarga kecilnya. Padahal kalau papanya tahu pasti mereka akan langsung di jemput dengan mobilnya.
Untungnya selama perjalanan Bagas dan baby angel sangat anteng, tidak ada drama menangis.
Sekitar siang hari bari sekeluarga sudah cek in di hotel SS. Bari ingin menghabiskan waktu sampai sore mengelilingi kota kelahirannya. Setelah istirahat sejenak sorenya mereka keluar dari hotel
Entah kontak batin atau gimana pak Rudi dan ibu Marlina juga ingin mencari makanan yang enak menurut mereka. Mereka akhirnya menuju satu tempat atau jalan tempat dimana selama ini terkenal dengan kulinernya yang enak.
Sementara bari ingin mengenang masa lalunya bersama Narita, walaupun sudah banyak perubahan sih, tapi tetap masakannya masih ada menu - menu lawas sedang menuju tempat yang sama.
Bari dan Narita akhirnya masuk ke satu restoran yang terkenal dengan olahan mienya. Bari langsung mengambil tempat yang nyaman untuk anak dan istrinya.
Bari dan Narita masih sibuk melihat menu makanan mereka sementara Bagas sedang bercanda dengan baby angel yang ada di stroller, ketika pak Rudi dan ibu Marlina memasuki restoran tersebut.
Awalnya bari dan Narita tidak melihat pak Rudi dan ibu Marlina, karena mereka sibuk dengan pesanan mereka. Sementara pak Rudi yang baru masuk berniat memilih meja tempat dia dan ibu Marlina makan.
deg
'bari' gumamnya pelan tanpa di dengar ibu Marlina, karena restoran memang sedang tidak terlalu ramai.
Pak Rudi mendekati meja bari dan Narita dengan langkah perlahan. Dia terharu melihat Bagas yang sedang menggoda adeknya yang ketawa di dalam stroler. Sementara papi dan mami ya sedang berbincang tentang makanan kepada seorang karyawan restoran itu.
Melihat suaminya malah melangkah ke arah lain, ibu Marlina mau ngga mau mengikuti pandangan suaminya. Dan dia jelas lebih terkejut lagi melihat Narita dan bari karena dia belum pernah ketemu Bagas secara langsung apalagi baby angel.
Deg
Hati ibu Marlina sangat campur aduk melihat anak kecil yang sedang menggoda adeknya itu. Dia merasa bahagia melihat cucunya tumbuh dengan sangat baik dan terlihat sangat cantik dan tampan. Sementara anaknya bari juga terlihat lebih ganteng dan lebih berwibawa. Tapi hatinya juga sedih, kenapa mereka pulang diam - diam tanpa memberitahu mereka, apa bari segitu traumannya sama mamanya.
"itu bari dan nari pa" tanya ibu Marlina meluncur aja
"iya ma" jawab pak Rudi tanpa menoleh, matanya dan pandangannya masih fokus kepada kedua cucunya. Tanpa pak Rudi sadari langkahnya sudah mendekat ke meja bari dan Narita. Bersamaan dengan itu pelayan restoran itupun berlalu dari hadapan bari dan Narita.
"bar" ujar pak Rudi sudah terharu melihat anaknya dan juga cucunya membuat bari dan Narita kaget luar biasa.
__ADS_1
"kakek" teriak Bagas lalu langsung berlari mendekati pak Rudi dan memeluknya erat .
"cucu kakek" ujar pak Rudi yang sudah tidak sanggup mengangkat cucunya dan akhirnya berjongkok untuk sejajar dengan cucunya.
Sementara bari dan nari yang masih kaget jadi bingung, ada sedikit rasa bersalah ketika bertemu dengan papanya dalam situasi begini. Mereka berdua reflek berdiri dan melihat papanya yang lagi sibuk dengan Bagas.
"kenapa kamu ngga bilang kalau mau datang" tanya pak Rudi kepada Bagas cucunya
"kan papi dan mami yang atur kek, karena aku juara jadi kita liburan, terus Dede angel kan belum pernah liburan kek, jadi diajaklah" terangnya dengan bangga. Pak Rudi mengusap kepala Bagas lalu berdiri menatap bari dan Narita.
"pa, ma" bari menyalami dan memeluk keduannya bergantian. Sementara Narita dia bingung, kalau pak Rudi dia bisa santai tapi ibu Marlina dia ragu takutnya dia salam tapi ngga mau jadi akan membuat dia sakit hati.
"pa, tadinya kami ingin ke rumah besok sepulang jiarah, ehhh malah ketemu disini" tutur bari sedikit ngga enak
Ibu Marlina yang ada disamping suaminya sudah tidak tahu mau bicara apa lagi. Dia seperti orang yang putus kamus dan kehabisan kata - kata. Bahkan hatinya sekarang tidak bisa dia kendalikan ketika melihat kedua cucunya.
Betapa bodohnya aku, batin ibu Marlina.
Aku telah membuang keluarga seharmonis ini entah untuk apa, batinnya lagi.
Hallo semua pembaca yang baik dan Budiman
Jangan bosan ya
Berilah dukungan kalian untuk author guys
like
coment
vote
Terimakasih🙏
__ADS_1