PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 80 KOK BEGINI


__ADS_3

Sementara Narita di rumahnya masih malas - malasan sejak pagi. bahkan dia bangun dari tempat tidur setelah jam menunjuk angka delapan pagi.


Tapi biarpun tidurnya sudah di perpanjang, tetap aja Narita merasa sedikit ngantuk dan keliengan atau suka pusing sejenak.


Nari melihat handphonenya sejenak. Disana ternyata ada pesan dari suami tercintanya.


Narita senyum - senyum sendiri baca chat dari suaminya. dia berjalan perlahan ke dapur.


Setelah melihat susu di atas meja tapi sudah dingin. Hanya saja Narita merasa sayang kalau sampai di buang. Akhirnya dia meminum susu buatan suaminya itu, biarpun sudah dingin


Tapi entah kenapa, apakah karena susunya sudah dingin atau Narita memang sedang masuk angin kecapean, dia langsung memuntahkan semua susu itu di kamar mandi. Semua isi perutnya terkuras habis.


'ini pasti karena susunya yang sudah dingin' batin Narita lalu membereskan semuannya. Dia jadi tidak ingin susu lagi, dia akhirnya menyeduh teh manis aja.


Hari ini Narita ingin ke kios kak Risma lagi, lumayan bantu - bantu dikit, daripada di rumah sendirian. Disana dia bisa bercanda dengan anak buah kak Risma.


Setelah selesai minum teh manisnya, Narita tidak ingin sarapan atau makan sesuatu lagi. dan jam sudah menunjukkan angka sembilan berarti bentar lagi kak Risma akan datang menjemput dia.


Narita berganti pakaian menjadi kaos dan celana pendek, membuat dia terlihat lebih cantik dan lebih segar.


tin tin tin


Mendengar klakson mobil Narita langsung berjalan ke arah pintu. itu pasti mobil kak Risma, dan benar aja, kak Risma baru keluar dari mobilnya.


"langsung aja nar, kita jalan, aku ngga usah masuk" teriak kak Risma


"oke kak, bentar" ucap Risma


Narita langsung masuk dan mengambil tas kecil serta handphonenya. Setelah mengunci pintunya dan masuk ke dalam mobil kak Risma Narita membuka handphonenya, yang ternyata ada beberapa chat disana.


lumayan banyak dari nomor yang baru, siapa ya?


Baru pertama buka satu chat, jantung Narita sudah seperti berhenti bergerak. Entah apa yang dia rasakan, ada rasa tidak percaya, ada juga rasa marah, rasa cemburu dan merasa dibohongi. semua berubah menjadi satu membuat dia bengong.


Tapi tunggu ada pesan di bawah foto itu.


"apa maksudnya ini" ucap Narita tanpa sadar sudah meneteskan air mata.


Melihat itu jelas Risma penasaran, apalagi Narita sudah sampai meneteskan air mata.


'ada apa lagi ini, kalau sampai bari bikin ulah lagi, aku tidak tinggal diam, lihat aja' batin kak Risma.


"ada apa nar'? tanya Risma hati - hati, dia belum jadi menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


Saking tidak bisa bicara lagi, Narita langsung menyerahkan handphone itu ke tangan kak Risma.


Kak Risma membaca dan memperhatikan dengan seksama. Kak Risma juga sama reaksinya, ada rasa tidak percaya , ada rasa marah dan merasa di bohongi membuat dia tambah bingung. Tapi biar bagaimana pun yang tahu rumah tangga mereka kan hanya mereka berdua, Risma hanya tahu keadaannya berdasarkan cerita Narita, yang katanya semua sudah lebih baik.


Tapi ini, apa ini?


"nar, apa kamu dan bari sedang ada masalah, maksud kakak gimana ya"? kak Risma juga jadi bingung tanyanya.


Narita hanya menggeleng dengan jelas, karena baru aja tadi malam mereka melewati kemesraan mereka tanpa ada beban, semua rileks dan sepertinya bang bari juga sangat antusias, tapi pagi ini sudah begini, itulah yang membuat Narita bingung.


Lalu sebenarnya apa yang terjadi, kenapa begini?


Narita masih menangis sesenggukan, sementara kak Risma sedikit lebih waras, dia harus bertanya sama bari. Biar bagaimana pun bari pasti punya penjelasan untuk ini semua.


Tapi apapun alasan bari, Risma tidak suka dengan cara bari, kenapa dia bisa bersama dengan wanita lain untuk menjaga mamanya, bahkan wanita itu bisa dengan santai tidur di pangkuan bari, bahkan yang lebih menyakitkan dia bisa merekam video ini dengan santai.


dddrrttt dddrrttt


Baru aja di pencet sudah datang pemberitahuan sistem nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.


Risma tidak mau spekulasi apa pun, dia masih mencoba berpikir positif. Lalu dia mengirimkan chat kepada bari.


'bar lagi dimana, sudah di kantor ya'


Itulah isi chat kak Risma, hanya untuk memancing bari bicara. Tapi nyatanya nihil, belum terkirim, masih centang satu, berarti handphone bari sedang tidak aktif.


Apa begini cara bari selama ini?


Dia tahu jam segini nari tidak akan menghubunginya, sehingga jam segini dia bebas berkeliaran?


Kasian nari!


Kak Risma akhirnya tidak jadi mengajak Narita ikut dengannya. Dia langsung menghubungi anak buahnya untuk menyelesaikan pesanan kemarin, setelah selesai nanti dia lihat hasilnya.


"nar, kita tidak usah ke kios Ya, kita di rumah aja, kamu butuh istirahat dulu sambil kita tunggu bari jawab chat kakak. Sekarang handphonenya tidak aktif" ucap kak Risma lagi berniat memberi penjelasan. kak Risma bersiap - siap turun dari mobil.


Tapi entah karena Narita merasa sesak di dada atau karena sebab lain Narita akhirnya lemas dan jatuh pingsan.


"nar, nar, jangan begini dong nar, bangun, bangun" ucap kak Risma


Tapi Narita tidak bereaksi sama sekali, ternyata dia sudah pingsan. Kak Risma langsung mengantarkan Narita ke klinik tempat dia periksa kehamilan dulu.


Kak Risma sudah mondar mandir di luar ruangan selama menunggu Narita di periksa. Risma merasa geram sendiri karena handphone bari tidak bisa di hubungi.

__ADS_1


Kalau bari benar - benar menyia- nyiakan kamu nar, kakak tidak akan tinggal diam. Bahkan saat istrinya keadaan begini, dia tidak bisa di hubungi bahkan mungkin lagi bersama dengan dokter itu.


kurang ajar kamu bar! batin Risma.


"keluarga ibu Narita" ujar salah seorang perawat di klinik itu


"iya sus, saya" Risma langsung berlari mendekat. Dia sudah deg - degan ada apa lagi dengan Narita.


"dokter memanggil ibu" ucapnya sambil mengajak kak Risma ikut ke ruang dokter.


"silahkan Bu"


"terimakasih"


"selamat pagi dok" sapa kak Risma begitu mau duduk dihadapan dokter itu.


"pagi Bu, ketemu lagi ya Bu, apa suami ibu Narita tidak ikut"?


"tidak dok, kan kerja di kota, malam baru pulang"


"ohhhh"


"gimana keadaan Narita dok"?


"ibu Narita tidak apa - apa Bu, mungkin dia sedikit kelelahan, tapi kalau bisa kedepannya lebih di perhatikan ya Bu, terutama emosinya. Karena sekarang ibu Narita sedang hamil lagi. ibu akan jadi seorang Tante" ucap dokter itu senyum bahagia.


"haaaas, benarkah dok"?


"iya Bu Risma, jadi tolong di perhatikan emosi ibu Narita ya. Soalnya dari yang saya lihat ibu Narita ini bukan orang yang gampang terbuka, suka memendam sendiri, jadi orang disekitarnya harus sedikit peka" jelas sang dokter.


"baik dok"


Risma keluar dari ruangan dokter itu dengan sejuta rasa, entah rasa apa aja. yang pasti dia bahagia Narita hamil lagi, tapi kenapa berbarengan dengan masalah bari dan dokter itu.


Yang mana dulu yang harus di bereskan?


Dan lagi, dokter bilang Narita tidak boleh banyak pikiran, tidak boleh stress. Terus kak Risma harus gimana?


Halo pembaca setiaku


Jangan bosan ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2