
Bari kembali menatap intens istrinya yang sedang berada di bawah kungkungannya. Sesungguhnya dia ingin mencari jawaban keanehan sikap istrinya malam ini yang dia nilai sangat agresif.
"dek, kamu benar tidak apa - apa , nanti kalau Abang sudah mulai Abang tidak bisa berhenti lho" ucap bari menatap mata istrinya.
Bukannya menjawab Narita malah langsung menarik tengkuk bari untuk mendekat ke wajahnya, membuat bari semakin kaget tapi senang.
Dengan penuh senyuman bari mulai menc.um bibir istrinya Narita dengan lembut, dan bari bisa merasakan kalau istrinya itu langsung menyambut cium.nnya. Tidak seperti biasanya, istrinya itu pasti masih malu - malu dan cenderung pasif aja.
Bari terus menyentuh semua tubuh istrinya, dan dia sendiri tadinya berniat menggoda istrinya dulu, dengan menyentuh daerah - daerah sensitif tubuh istrinya, tapi dia sendiri sudah terhanyut dengan nafsunya, tadinya dia masih ingin tahu kenapa istrinya malam ini berbeda .Tapi reaksi tubuhnya sudah tidak bisa dia kendalikan.
'bodo amatlah kenapa Narita agresif malam ini, yang pasti aku sudah tidak tahan' batin bari akhirnya fokus kepada permainan mereka.
Bari sudah siap akan memulai permainan mereka dengan perlahan, ketika kembali Narita menc.um bari dengan rakusnya. Ngga sempat berpikir lagi bari langsung membalas cium.n Narita dengan lebih ganas lagi. Tidak cukup sampai disana, Narita yang biasanya hanya pasif di tempat tidur, tapi tidak untuk malam ini, bahkan Narita bergeser kesana kemari membuat bari semakin leluasa untuk mencari area yang dia sukai.
Setelah beberapa waktu bermain, Bari yang melihat istrinya sudah Bermandi keringat karena permainan mereka sebenarnya ingin segera menuntaskan permainan mereka, tapi lagi - dan lagi Narita masih seperti cacing kepanasan yang sangat butuh sentuhan bari. Jelas aja bari suka melayani istrinya itu, dia tidak ingin istrinya itu kecewa. Jadilah bari dan Narita bermain dengan durasi yang sangat lama malam ini. Sampai pada akhirnya karena sudah sangat kecapean karena lamanya durasi permainan mereka, bari dan Narita pun menuntaskannya bersama - sama.
Bari langsung mencium kening istrinya yang sudah lemas itu. Benar - benar terlihat lemas.
"terimakasih sayang, kamu sangat luar biasa" ucap bari sambil kembali mengecup kening istrinya.
Narita sendiri bingung kenapa dari tadi dia sangat menginginkan bari, bahkan dia ingin terus bermanja dengan bari.
"hehehe aku juga ngga tahu bang, tapi paling tidak Abang punya kenangan kan , sisi lain dari diriku" ucap Narita sambil senyum menggoda.
"busyet ya, sekarang istriku ini sudah pintar menggoda, bahkan malam ini istriku hebat banget, aku seperti dapat jackpot nih" ujar bari senang
"berarti gendong ke kamar mandi" ucap Narita manja, lagi - lagi bukan Narita yang biasanya. Bari masih melongo, tapi dia suka, dan tanpa pikir panjang dia langsung mengambil posisi untuk menggendong istrinya.
"oke sayangku, aku suka itu" ujar bari
langsung mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi lalu memandikannya seperti biasa.
Barulah setelah istrinya rapi, dia mengurus dirinya sendiri karena dia takut istrinya belum kuat mandi malam hari. Dia juga takut kalau istrinya itu lama di air nantinya menjadi penyakit buat istrinya.
__ADS_1
Setelah rapi Narita ingin membuat kopi untuk suaminya itu, tapi entah kenapa kembali dia sedikit pusing. Akhirnya dia duduk kembali di kasur empuknya itu.
Begitu bari selesai mandi dia heran melihat istrinya itu masih duduk di kasur mereka, tidak seperti biasanya.
"kenapa sayang, pusing lagi"? tanya bari khawatir.
"ngga, hehehe kecapean kali ya, pegel semua" ucap Narita sambil senyum. Dia tidak ingin bari tahu bahwa dia kadang - kadang pusing.
"ohhhhh, emank mau ngapain dek" tanya bari lembutendekati wajah istrinya.
"tadinya mau buatin kopi bang bari"
"ohhhhh ngga usah, aku aja, nanti kamu aku buatin susu sekalian" ucap bari tersenyum lalu memakai bajunya. Setelah rapi dia mendekati istrinya.
" tadi permainanmu luar biasa sih, jadi cape kan" ucapnya membuat Narita tersipu malu.
"ayo sekarang kita ke meja makan"? ucap bari lalu menggendong Narita ke meja makan.
Setelah mendudukkan istrinya di kursi meja makan, bari segera membuat kopi untuknya dan susu untuk istrinya.
Setelah selesai, mereka pun duduk santai di sana sambil ngobrol.
"ayo de, ke sofa biar sambil nonton" ucap bari
"ohhh iya bang"
Begitu sampai di sofa tempat nonton tv bari langsung menaruh kopinya dan juga gelas susu Narita di meja.
Bari langsung duduk menghadap tv lalu menyalakan tv.
"ayo sayang, duduk sini" ucap bari menepuk sofa di sebelahnya. Tapi Narita malah mendekati bari dan minta di pangku.
"mau di pangku" ucapnya
__ADS_1
Lagi - lagi walaupun heran bari tetap menarik istrinya ke pangkuannya.
'kenapa ya istriku ini malam ini, tidak seperti biasanya' batin bari
'aku senang sih, semoga kami bisa begini tiap hari' batin barita.
"sayang, Abang heran deh, sekarang kamu lebih asyik, teruslah begini, jangan sampai diamkan Abang ya, Abang ngga kuat sayang di diamkan sama kamu" ujar bari tulus. Dia memang tidak bisa kalau Narita sampai mendiamkannya, harinya pasti akan sangat hampa.
Bahkan beberapa bulan lalu setelah kematian anak mereka bari merasa seperti hidup di asingkan. Tidak di perdulikan padahal istrinya tiap hari di dekatnya dan menyediakan keperluannya, hanya saja dalam diam.
Terlihat Narita mengutak Atik kerah kaos suaminya.
"bang, hidup ini harus kita jalani dengan ikhlas, karena sejujurnya hidup kita ini bagai misteri buat kita, Tapi Tuhan sudah merencanakannya dengan sangat matang. Jadi ketika kita merasakan nikmat yang dia beri, maka nikmatilah dan kalau nikmat itu seolah - olah di ambil sebentar di ganti cobaan, maka nikmati jugalah. Karena itulah hidup, selalu berpasangan segala sesuatunya" ujar nari panjang lebar.
"istriku pintar banget sih" ucap bari kembali mengecup kening istrinya yang sedang di pangkuannya.
Narita kembali tersenyum , dia sangat senang mendapat perlakuan penuh cinta dari bari.
Akhirnya setelah kopinya habis begitu juga Narita menghabiskan susunya, mereka langsung menuju tempat tidur untuk segera tidur.
"dek, aku ingin malam ini waktu diam dulu, tidak usah berputar, biar kita bahagia terus" ujar bari sambil mengusap kepala istrinya lembut sambil melihat langit - langit kamar.
Satu tangannya menjadi bantal untuk Narita.
Mendengar ucapan bari, Narita hanya senyum lalu memiringkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang bari.
"aku lagi malas mikir, aku ingin tidur begini" ucapnya sudah di peluk bari dengan erat. Mereka berdua akhirnya tertidur dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan. Saling bahagia dengan pasangan mereka.
Hari besok kita tidak tahu apa yang terjadi, tapi ketika kebahagiaan itu ada di depan mata janganlah menyia- nyiakan ya, nikmati aja.
Hai semuannya, jangan bosan ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏