
Narita baru aja bangun ketika pukul lima subuh. Dia harus menyiapkan segala sesuatu keperluan anaknya.
Sekarang dia sudah hidup sendiri di Jakarta dan mengontrak rumah sendiri ditemani oleh ayu, orang yang sering membantunya menjaga anaknya dan juga membantu jahitannya kalau lagi rame.
Kehidupan Narita sih hanya standart aja, hidup kaya juga belum, tapi kurang juga tidak.
Dan hari ini rencanannya kak Risma yang juga sudah menikah dan punya bayi, ingin berkunjung ke Jakarta karena suaminya yang seorang pegawai negri sedang ada pelatihan di Jakarta.
Narita sangat senang akan bertemu dengan kak Risma. Dia sudah berencana akan mengajak kak Risma ke tempat - tempat wisata di Jakarta.
Setelah dirasa cukup, pukul delapan pagi Narita sudah jalan menuju bandara untuk menjemput Risma. Karena suaminya dan rombongan akan langsung menuju hotel, sementara buat keluarga yang ikut harus membooking penginapan sendiri.
Dari kemarin mereka sudah sepakat, kalau Risma akan tinggal tiga hari bersama Narita. Selama suaminya mengikuti pelatihan. Barulah Jumat sore mereka akan pergi bersama dengan keluarga Ida juga. Semua akomodasi dari Jumat sampai Minggu sore sudah disediakan oleh suaminya Ida.
Baru aja Narita tiba di bandara handphonenya sudah berbunyi, karena Risma sudah landing.
Suaminya Risma ingin menitipkan istri dan anaknya dulu sebelum dia pergi bersama rombongan.
"kak Risma" teriak Narita langsung berlari mendekati Risma dan suaminya yang sedang menggendong bayi.
"dekkkk" Risma juga jadi menitikkan air mata melihat Narita sekarang jauh lebih segar dan lebih cantik. Mungkin karena sekarang hatinya sudah sangat tenang jadi dia sudah lebih banyak tersenyum sehingga terlihat seperti seorang anak kuliahan.
"hallo bang" sapa Narita menyapa suaminya Risma.
"hallo juga, Risma sudah banyak cerita tentang kamu" ucapnya sopan
"pasti kakak cerita yang jelek - jeleknya ya" ujar Narita
"ya Ingga lah, masa cerita yang jelek - jelek" bantah Risma
"oh iya dek Narita, saya titip istri dan anak saya dulu ya, karena saya kan ikut rombongan jadi ngga bisa bebas" ucapnya
"ohhh oke bang, siap" ucap Narita langsung mengambil si kecil inaya.
"kalau begitu aku langsung gabung temanku ya ma" ucap suaminya cipika cipiki ke kak Risma
"iya pa, hati - hati" ujar Risma
Sepeninggal suaminya Risma dan nari kembali ketawa senang.
"siapa namanya si cantik ini kak"
"inaya Tante, lengkapnya sih rinayati, tapi kata papanya panggil inaya aja, lembut" tutur Risma
"hallo inaya cantik" ucap Narita
"nanti kamu pasti senang ketemu bang Bagas, bang Bagas juga ganteng lho" ujarnya
"jadi ngga sabar nar, langsung jalan Yo" ucap Risma
__ADS_1
"ayo"
Akhirnya mereka langsung jalan untuk menuju rumah kontrakan Narita.
Tadinya Ida yang ingin jemput, tapi tadi malam ternyata mereka ngga bisa pulang dari puncak, sehingga naritalah yang jemput ke bandara dan nantinya Ida bertugas membawa berkeliling kota Jakarta .
"kamu pernah dengar kabar bari ngga nar" tanya Risma tiba - tiba.
"ngga kak, aku juga ngga ingin lagi tahu kabarnya kak, takutnya aku nanti luluh lagi, karena ngga bisa menguasai perasaanku sendiri"
"iya nar, sepertinya dia sudah menikah dengan Eva atas permintaan pak Rudi" ujar Risma.
"ya baguslah kak"
"tapi mereka juga belum punya anak"
"iya belum waktunya kali kak, nanti" ujar Narita
"kamu sendiri gimana nar, ngga ingin nikah lagi, kamu masih muda dan sekarang sangat cantik lagi" puji Risma
"ngga kak, aku tinggal Besarin Bagas"
"ohhh ya sudah, yang penting kamu senang"
"pasti kak"
Itulah perbincangan mereka pertama setelah dua tahun lebih mereka tidak bertemu. Narita yang selalu ceria membuat Risma yakin kalau kesendiriannya memang membuat Narita makin bahagia.
"ahhh ngga kak, aku ngga mau menikah lagi. Dulu aku sudah janji bahwa menikah hanya sekali seumur hidup, jadi kalau gagal ngga akan aku cari yang lain" tuturnya
"iya sih, sepertinya sendiri membuat hidupmu lebih tenang" ujar kak Risma lagi mengalah. kenyataannya Narita terlihat bahagia. Hanya saja Risma takut bari akan datang lagi.
"ahhh kakak bisa aja. aku harap sih bang bari juga bahagia sekarang" ujar Narita.
"aku ngga tahu ya nar, tapi ketika setahun berikutnya kontrak rumah kalian habis, bari datang dan mengambil semua barang kalian. Dia bilang sama kakak kamu seperti hilang di telan bumi. Dan papanya menyuruh dia menikah dengan Eva, sehingga dalam waktu dekat kala itu dia akan menikah di bawah tangan aja, karena kalian belum ada akta cerai. Dan bari tidak ingin mengurusnya katanya" tutur Risma lagi
"ya semoga aja sih bahagia kak" ucap Narita tulus.
"terus anakmu bagas sudah bisa apa"?
"ohhh sudah bisa banyak kak, pintar lagi" ucap Narita antusias
"mungkin dia ngikutin papanya"
"iya kak, semua persis kayak papanya" ujar Narita.
"berarti sudah ada bari kecil lah ya, yang menemanimu lagi" goda Risma
"benar kak"
__ADS_1
Karena ke asyikan ngobrol ngga berasa mereka sudah tiba di dekat rumah kontrakan Narita.
Begitu mereka turun Bagas sudah langsung lari ke mamanya.
"mama"
"ehhhh bang Bagas, lihat nih mama punya Dede" goda Narita membuat Bagas marah.
Bagas langsung terlihat mewek di samping ayu, yang menjaganya tadi saat Narita ke bandara.
"Oalah bang Bagas, gantengnya, " ujar Risma malah antusias menyentuh Bagas. Tapi Bagas makin ngumpet di belakang ayu.
"ini mah sembilan puluh lima persen bari nar" ujar Risma meneliti wajah Bagas.
Mereka semua tertawa senang melihat perkembangan anak mereka.
Rumah kontrakan Narita memang tidak terlalu besar, memiliki dua kamar dan satu kamar tempat Narita bekerja menjahit.
Kehidupan Narita sudah lumayan, orderan jahitannya sangat ramai, sehingga kadang dia ke walahan. Belum lagi kadang Ida juga kasih job ke Narita kalau konfeksinya lagi rame.
Tiga hari Risma di Jakarta sangat menyenangkan. Mereka mengunjungi ikon - ikon Jakarta. Ida sudah menyediakan supir untuk mengantar mereka, karena dia sendiri ada kerjaan yang belum bisa dia tinggalkan.
Hari keempat atau hari Jumat, dimana suami Risma juga akan selesai pelatihan.
Hari ini , Ida dan keluarganya akan mengajak Risma dan Narita beserta keluarga mereka untuk nginap di puncak, sampai hari Minggu pagi.
Suami Ida yang memang orang kaya sama sekali tidak keberatan dengan kehadiran mereka. Dia malah menyiapkan semuannya untuk mereka liburan di puncak.
Narita merasa menemukan keluarga aslinya.
Tapi saat mereka sudah santai, Risma dan Ida berbincang bertiga dengan Narita. Dan mereka mengusulkan supaya Narita segera mengurus surat cerai mereka. Toh bari juga sudah menikah sekarang.
"Nanti kalau dia persulit, bilang aja Narita ingin menikah lagi, makanya memerlukan surat itu. Saya yakin bari tidak keberatan lah karena dia sendiri sudah menikah lagi" ujar Ida .
"tapi saya tidak ingin mereka tahu keberadaan saya dimana kak" ucap Narita.
"ohhh gini aja kalau Narita mau, nanti saya minta tolong abangku yang mengerti hukum untuk mengurusnya, nanti aku tanyalah gimana caranya bari jangan sampai tahu keberadaan kalian" ujar Ida
"iya da, begitu aja. jadi status nari jelas dan bari tidak perlu tahu dia ada dimana"
"oke lah itu, ntar aku tanya"
Begitulah perbincangan mereka sore itu, sebelum kak Risma pulang kampung.
Hallo semuannya
Jangan bosan ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏