PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 141 KEMBALI


__ADS_3

Bari dan keluarga kecilnya akhirnya meninggalkan kota kelahirannya, yang penuh dengan bunga - bunga kehidupan bari. Bahkan kalau di buat novel mungkin satu novel berapa seri sudah bisa terbit tentang perjalanan hidup bari.


Tapi semua itu bari rangkum sekarang menjadi satu kebahagiaan keluarga kecilnya. Tidak ada yang sempurna memang dalam hidup, tapi menurut bari sekaranglah level hidupnya paling mendekati sempurna, walaupun jejak masa lalu itu tidak lah bisa di bohongi dan dihilangkan.


Sekarang istrinya dan mamanya sudah bisa duduk bersama dan bercerita bersama, terutama mengenai pertumbuhan anak - anak mereka. Itu merupakan hal terindah dalam.hidup bari.


Dan ketika bari dan Narita tiba di Jakarta mereka sudah memulai hidup baru seperti biasa.


Tiga bulan berlalu ternyata bari sudah benar - benar selesai urusan kampusnya. Dan ketika mereka telepon ke kampung pak Rudi mengatakan bahwa tetangga pak Rudi yang di pojok jalan ingin menjual rumah, dan pak Rudi lihat pasti cocok untuk bari dan keluarga. Hanya saja memang bari masih harus renovasi dulu sebelum mereka tempati.


Pak Rudi dan ibu Marlina sudah berencana menggunakan seluruh tabungan mereka untuk merenovasi rumah bari. Nantinya mereka cukup makan dari gaji dan pensiunan pak Rudi serta usaha wisata kolam pemancingannya.


Bari tidak keberatan dengan saran papanya, mereka akhirnya membeli rumah itu dengan niat nanti baru renovasi karena memang sudah termasuk bangunan lama.


Dan ketika Bagas telah liburan kenaikan kelas mereka sudah siap pindah ke kampung. Seluruh barang mereka sudah di angkut ekspedisi dan rumahnya di Jakarta nantinya ingin di jual.


Dari sisi materi bari tidaklah kurang, bahkan masih bisa di bilang berlebih untuk hidup sewajarnya . Karena secara ilmu dan ke ahlian bari sangat di hargai perusahaan.


Dan hari ini adalah hari dimana mereka akan meninggalkan kota metropolitan Jakarta. Bari akan kembali mengabdi di tanah kelahirannya. Bari dan keluarganya diantar oleh kak Ida dan jasa ga ayu bekas rekan kerja Narita waktu menerima jahitan.


Semua orang pastilah sama, selalu ada airmata ketika ada perpisahan. Walaupun kadang perpisahan itu demi kebaikan.


Tapi dibalik itu ada sepasang lansia yang sangat bahagia, pak Rudi dan ibu Marlina, sangat bahagia mendengar putranya dan anaknya akan kembali ke kampung halamannya.


Mereka sudah membayangkan hari - hari yang indah bersama kedua cucunya. Hari pertama bari tiba aja mereka sudah sangat heboh, menjemput ke bandara bahkan sampai mengurus kedua cucunya karena bari dan Narita pasti cape.


Terjadilah kehebohan di rumah pak Rudi dan ibu Marlina sore ini. Semua terlihat sangat bahagia dan mencair. Baby angel juga sudah bisa berjalan perlahan - lahan. Membuat mereka bergantian mengajak angel untuk titah - titah karena belum lancar banget jalannya.


Pak Rudi benar - benar antusias dengan kehadiran kedua cucunya. Dia bahkan sampai buat lapangan basket mini di samping rumahnya demi untuk Bagas yang suka bermain basket.


Sementara baby angel di buatkan tempat bermainandi bola tempatnya untuk bermain warna di dekat terasnya.

__ADS_1


Hari pertama di kota kelahirannya bari mengajak istri dan anaknya bertandang ke kantor lamanya. Karena mobil mereka di Jakarta tidak dibawa pulang akhirnya mereka menggunakan mobil pak Rudi untuk sementara.


Setelah perbincangan dengan bapak pimpinan akhirnya bari dikasih waktu satu Minggu untuk off. Jadi Minggu depan bari harus sudah stand bye untuk bekerja menjadi pimpinan baru di kantor ini.


Bari akan memulai kariernya lagi di kota kelahirannya setelah sekitar dua tahun dia tinggal di kota Jakarta.


Bari juga segera mengurus surat - suratnya yang berhubungan dengan pernikahannya kembali dengan Narita. Ternyata pak Rudi sudah lama mengurus surat pernikahan bari kembali dengan Narita, karena dia ingin status cucunya jelas.


Bari sudah mulai bekerja seperti biasa, sementara rumah mereka belum bisa di tempati karena belum kelar seratus persen. Ada beberapa detail yang harus di selesaikan atas permintaan bari.


Kini sebulan sudah bari tinggal di kota kelahirannya. Seperti biasa dia berangkat bekerja pagi hari dan pulang sore hari. Jadi rumah pak Rudi dan ibu Marlina sudah tidak sepi lagi, karena setiap sore bari dan Bagas pasti bermain basket di lapangan mini yang sengaja di buat oleh pak Rudi.


Hari ini bari seperti biasa berangkat ke kantornya. Dari dulu sampai sekarang sudah menjadi pimpinan bari itu tidak suka yang namanya telat kecuali ada keadaan yang sangat urgent.


Bari baru aja mau masuk parkiran kantornya ketika ada sebuah mobil yang ingin menyerobot padahal bari sudah kasih lampu sent. Belum lagi bari sempat marah, karena walaupun belum kena itu sangat membahayakan dirinya dan harusnya dia bisa berkendara dengan baik, malah mobil yang ceroboh itu berhenti dengan ekor mobilnya persis di depannya mobil bari membuat bari mau ngga mau harus berhenti dulu. Bersyukur mobilnya sedang pelan karena mau belok.


Dan karena mobil itu tidak juga bergerak, akhirnya bari turun dan mulai terpancing sedikit emosi. Padahal sudah lama banget bari tidak emosi, hampir setelah bersatu lagi dengan Narita dia tidak pernah emosi tentang apapun itu. Semua selalu dia pandang dari sisi positifnya.


Tapi ini sudah benar - benar menguji kesabarannya. Tidak hanya salah menerobos jalan dia juga dengan sengaja menghalangi jalan bari.


'ini orang gila atau sakit sih' batin bari


Karena ini sudah di depan kantornya, bari langsung memanggil security kantornya untuk mengurus mobil wanita ini.


"pak" teriak bari agak kencang memanggil security ya


"iya pak bari"


"ini orang sakit kali pak, bisa - bisanya menghalangi jalan begini" ujar bari kepada pak satpam itu.


"ohhh iya kali ya pak" jawab satpam juga

__ADS_1


"tolong urus pak, kalau sakit panggil dokter tuh rumah sakit di depan" ujar bari karena kebetulan ada klinik dekat kantornya.


"baik pak"


"ibu, ibu, tolong mobilnya Bu" panggil pak satpam dengan mengetuk kaca mobilnya. Dan terlihat kaca mobil itu di turunkan dan seorang wanita sepertinya kurang baik - baik saja.


"ada apa pak" ucapnya sambil berusaha mengangkat kepalanya. Dan betapa kagetnya dia melihat bari yang sedang berdiri disamping mobilnya sementara di sebelahnya ada seorang security yang ingin menolongnya.


"ibu sakit" tanya pak satpam itu serius, tapi Eva seperti tidak dengar saking kagetnya ada bari.


Eva masih terpana dengan bari, matanya tidak berkedip lalu dia senyum dan membuka pintu mobilnya. Dengan sempoyongan dia berusaha bangkit dan keluar dari mobilnya.


"hai bar, apa kabarmu, makin ganteng aja kamu" sapa dokter Eva


jedarrrrr


Ternyata wanita itu adalah Eva, dan tunggu kenapa dia sempoyongan begitu, apa dia sakit atau...


Belum sempat pikiran bari menemukan jawaban, Eva sudah mengklarifikasinya sendiri.


"Bar, aku kangen kamu lho, tadi malam kami habis pesta, seru banget deh" ujar Eva bahkan berdiri aja ngga bisa tenang. Bari bisa mengartikan bahwa Eva sedang mabuk, sehingga dia jadi sempoyongan.


"bawa aja ke rumah sakit pak, saya takut telat" ujar bari yang langsung masuk mobilnya lagi tanpa perduli dengan Eva.


'Gila si Eva jadi pecandu begitu, syukurlah aku bisa lepas dari dia' batin bari merasa bersyukur.


Hallo semua pembaca setiaku yang paling


baik, tetap dukung author ya guys


Dukungan kalian adalah semangat author

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih🙏


__ADS_2