PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 142 EVA LAGI


__ADS_3

Akhirnya pak satpam itu mendorong mobil Eva supaya mobil bari bisa memasuki area parkiran kantor mereka.


Eva masih seperti orang sakit dan setengah sadar, karena buktinya dia bisa bilang ke security ya alamat lengkapnya.


"tolong antar saya ke alamat ini aja pak" ucapnya seperti setengah sadar tapi masih bisa menyebutkan alamat rumahnya dengan sangat baik.


"baik Bu" ucap security itu lalu meminta tolong supir kantor bari karena security itu sedang jaga dan dia tidak bisa menyetir.


Tidak lama seorang supir itu langsung mengantar Eva ke rumahnya.


Ternyata pertemuan itu tidak berhenti sampai di situ, dokter Eva yang jelas masih mencintai bari tetapi merasa dicampakkan oleh bari merasa terusik, karena dia sampai menjadi wanita kesepian dan menjadi wanita yang mencari kesenangan di luar bahkan menggunakan barang haram itu. Sekarang dunia Eva benar - benar gelap dan kelam.


Sore harinya setelah tidur seharian, Eva langsung meluncurkan mobilnya ke kantor bari.


'Aku akan mencoba peruntunganku mendekatimu lagi bar, siapa tahu kali ini aku beruntung. Sebab aku tahu kamu itu laki - laki yang sangat teguh pendiriannya, jadi jika aku bisa meraihmu kamu pasti akan membahagiakan aku' batin Eva senyum sendiri.


Eva langsung bertanya kepada security yang tadi pagi, tapi ternyata sudah ganti shift dan sekarang security lainlah yang jaga disana.


"selamat sore pak, apa pak bari sudah pulang. Tadi pagi ada insiden kecil dengan bapak itu" tanya Eva mencari alasan untuk ketemu bari.


"ohhhhh, begitu ya Bu, pak bari sudah pulang Bu, baru sekitar sepuluh menit" ujar sang security.


"ohhh sudah pulang ya pak, ya sudah nanti deh aku hubungi" ujar Eva beralasan.


Eva langsung melajukan mobilnya entah menuju kemana, karena sekarang hidupnya memang sudah sangat hancur. Dia sudah sangat terikat dengan narkoba semenjak di tinggal bari dan di tambah dengan mantan suaminya yang terus mengejarnya ngga jelas. Mantan suaminya yang sudah sangat pecandu berat malah membawa Eva masuk.lebih dalam dengan barang haram itu sampai dia sering kena tegur rumah sakit karena sering telat dan ngantuk saat bekerja.


Dan yang paling menyedihkan ketika dua bulan lalu ada test urine massal di rumah sakit, karena di curigai ada beberapa petugas medis yang menggunakan barang haram itu. Sialnya lagi malamnya Eva habis pesta narkoba dengan teman - temannya. Jadi tidak bisa lagi ditutupi sedikitpun kalau dia positif menggunakan.


Setelah dilakukan beberapa test, akhirnya rumah sakit memberikan sangsi kepada dokter Eva. Sebenarnya dokter Eva masih di beri kesempatan bekerja asalkan dia benar - benar masih bisa lolos dari barang tersebut dengan rehabilitasi. Tapi Eva yang sudah terlanjur sangat malu memilih keluar dari rumah sakit.


Jadilah dia pengangguran sekarang. Hidupnya hanya di sokong oleh teman - temannya sesama pengguna narkoba dan juga laki - laki yang membutuhkan layanannya. Benar - benar hidup Eva sudah hancur dan kelam.


'hahhh sepertinya hidup bari sudah nyaman sekarang' batin Eva senyum sumbang.

__ADS_1


Dia terus melajukan mobilnya yang ternyata menuju rumah lama bari. Dan ketika melihat rumah orang tua bari, Eva seperti tersentak dan langsung berhenti sejenak. Disana ada mobil papanya bari dan tidak berapa lama terlihat bari yang makin ganteng dan badannya makin berisi. Eva sampai terpana melihat tubuh bari sampai seorang anak laki - laki berlari di belakang bari sambil membawa bola basket.


"ayo papi" ujar anak itu dan di dengar jelas oleh eva itu.


'benarkan, kamu sudah bahagia, aku tidak terima bar, kamu harus hancur sepertiku' gumam Eva


Eva akhirnya meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah dan dendam. Besok kamu harus hancur. Eva sudah merencanakan untuk menghancurkan bari keesokan harinya.


Seperti rencanannya, keesokan harinya , Eva langsung merencanakan niatnya. Dan semua berjalan mulus.


Tengah hari beberapa orang petugas kepolisian memasuki ruangan kerja bari dan menggeledah kantor bari. Bari yang tidak merasa memiliki salah hanya membiarkan mereka bekerja sambil bertanya ada apa.


jedar


Dan ternyata ada barang bukti narkoba di dalam tas kerja bari dan juga alat bekas pakai di mobil bari.


Tanpa ampun para petugas itu langsung menggiring bari ke kantor polisi karena ada barang bukti di dalam tasnya dan juga mobilnya.


Bari masih dengan bingung hanya mengikuti para polisi itu bahkan sampai di kantor polisi pun dia terlihat bingung. Syukurlah otaknya masih jalan, dia minta menghubungi papanya yang pasti bisa membantunya.


"tapi kami menemukan barang bukti ini di mobil pak bari pak" jawab polisi itu


Pak Rudi ngga bisa bicara apa - apa lagi. Dia mendekati anaknya dan bertanya sama bari.


"bar apa ada musuhmu di kantor" tanya pak Rudi lembut


"tidak pa, saya tidak punya musuh di kantor"


"terus, siapa yang meletakkan barang itu di tasmu"?


"saya ngga tahu pa, tapi yang pasti itu bukan milikku" ujar bari


"Kalau begitu tasmu kamu taruh di mana aja" tanya pak Rudi

__ADS_1


"aku tidak kemana - mana pa, hanya saja tadi pagi aku ketemu Eva, tapi masa itu milik Eva, masa dia seorang dokter memakai narkoba" ujar bari


Tidak berapa lama pengacara pak Rudi tiba di kantor polisi. Dan akhirnya bari bisa bebas dengan jaminan, karena kebetulan test urine bari juga negatif dan sidik jarinya juga tidak ditemukan di barang itu.


Tapi dasar Eva yang sudah setengah eror dan di kuasai amarah dan benci malah mendatangi ibu mertuannya yang belum tahu masalah bari di kantor.


Dan kebetulan juga ibu Marlina sedang duduk di teras bersama baby angel yang baru mandi.


"waduhhh sekarang hidupmu sudah enak ya Tante, sementara aku jadi hancur" ujar Eva dengan tatapan aneh karena dibawah pengaruh obat.


"apa maksudmu, ngapain kamu kesini lagi" ujar ibu Marlina kasar


"hehhh Tante benar - benar bukan teman yang setia" ujar Eva mendekat, bersamaan dengan Narita yang baru keluar dari dalam rumah. Dia kaget melihat kedatangan Eva.


"wahhh ada kamu juga di sini, ternyata benar kalian bersatu lagi ya, tapi sayangnya kalian akan segera berpisah karena suamimu itu harus..." ucapan Eva belum kelar tapi sudah di potong ibu Marlina.


"apa maksudmu Eva , mendingan kamu pergi dari sini" usir ibu Marlina membuat Eva terlihat marah dan berusaha meraih baby angel.


Tarik menarik baby angel membuat anak yang belum bisa berjalan lancar itu menangis kejar dan melepaskan diri dari neneknya ingin meraih maminya. Eva ingin langsung memeluknya ketika ibu Marlina mengambil kayu dan memukul tubuh Eva.


Terlihat Eva tergeletak di lantai dan ibu Marlina kaget sendiri dengan yang dia lakukan. Eva masih tersungkur di sana ketika Narita meraih mertuannya bersamaan dengan bari dan pak Rudi yang baru tiba dengan mobil pengacara mereka.


"ada apa ini ma" tanya pak Rudi kembali kaget. Hari ini terlalu banyak hal mengejutkan buat pak Rudi.


Hallo semua pembaca setiaku


Jangan bosan ya


Dukung terus author


like


coment

__ADS_1


vote


Terimakasih 🙏


__ADS_2