PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 139 SEBELUM PULANG


__ADS_3

Bari dan Narita masuk kamar seperti pengantin baru, tanpa menggendong baby angel dan juga Bagas.


"lucu ya dek begini ternyata" ujar bari begitu mereka masuk


"iya bang, berasa seperti bukan dunia kita" ujar Narita.


"Tapi mama sama papa juga kayaknya ingin banget dekat mereka, sabarin ajalah dulu" ujar bari sambil meraih istrinya, biar gimana pun yang paling kehilangan di sini pasti istrinya.


"iya bang"


"berarti mumpung anak - anak ngga ada, mami manjain papi aja" goda bari mengalihkan perhatian Narita.


"ihhh abang, kayak ABG aja, ingat umur bang udah tua" ujar Narita sambil senyum lalu duduk dekat cermin di kamar itu.


Narita melepas rambutnya kalau mau tidur, karena kalau sedang beraktifitas biasanya langsung dia Cepol aja ke atas.


"sini sayang aku bantu" ujar bari mengambil sisir dari tangan Narita


Narita hanya bengong dengan tingkah suaminya, pasti suaminya itu juga gambut nggada baby angel. Biasanya sekalipun angel udah tidur ada aja yang harus diberesin bari dekat baby angel. Akhirnya dia membiarkan suaminya itu membantunya mengurus rambutnya.


Setelah menyisir rapi bari mengumpulkan rambut Narita seperti ingin dia ikat, tapi ternyata tidak. Dia hanya menggenggamnya lalu mulai mencium tengkuk istrinya.


Narita yang merasa geli malah berniat berdiri tapi ditekan oleh bari.


"bang ihhh geli" ucap Narita sambil menggeliat tapi bari tidak melepas ciumannya. Dia tetap menikmati tengkuk lalu bergeser ke leher istrinya, dia tidak memperdulikan rengekan Narita lagi.


Benar kata orang memang, sesuatu itu bisa terjadi karena di dukung oleh keadaan. Dan mungkin itulah yang terjadi sama bari saat ini. Mereka yang sedang di tinggal anak - anak tidur dikamar kakek neneknya jadi ada kesempatan untuk saling memanjakan karena hal itu sudah sangat lama tidak mereka lakukan.


Biasanya perhatian dan fokus mereka adalah anak - anak.


Dan saat ini bari mulai larut karena tiada gangguan, keadaan mendukung.


Narita masih bengong di tempat duduknya ketika bari mulai memperdalam aksinya. Bari mulai melepas genggaman tangannya dari rambut Narita, dan dia mengangkat istrinya untuk berdiri dan menghadap dirinya.


Narita sedikit gugup juga, karena sudah lama banget mereka tidak seperti ini, saling tatap dan saling menginginkan.


Bari mulai menc.um bibir istrinya lembut yang langsung disambut oleh Narita juga. Rasa cinta yang kuat di antara mereka membuat mereka ingin membahagiakan pasangan masing - masing.


Ketika tangan bari mulai berselancar Narita segera memberi acces untuk bari supaya lebih mudah, dan hal itu jarang terjadi. Biasanya Narita itu cenderung pasif dalam urusan ranjang karena dia sedikit pemalu.


Bari semakin semangat ketika melihat lampu hijau itu, sekali tarik ke atas, atasan Narita sudah tidak menempel lagi. Bari bisa melihat aset yang menjadi rebutannya dan baby angel.

__ADS_1


Biasanya sekarang Narita lebih dominan ke baby angel, dan bari mengalah. Tapi malam ini, saat ini dia ingin menguasai semuannya.


Narita mulai mengeluarkan suaranya ketika tangan bari dengan lihai menyentuh titik - titik sens.tif dalam tubuhnya. Bahkan Narita sudah tidak bisa berdiri tegak walaupun bari masih memeluknya berdiri.


"aku kangen sayang, kangen banget. izinkan malam ini aku egois, kamu hanya milikku" ujar bari sudah diliputi g..rah terlihat dari tatapannya.


"iya bang, sekarang aku hanya untuk Abang" jawab Narita juga entah suaranya seperti suara siapa. Terlihat juga dari tatapannya kalau Narita juga sudah ingin menikmati sentuhan bari.


Bari kembali menc.um istrinya itu dan membawa Narita ketempat tidur. Bari mendudukkan Narita di pinggir tempat tidur dan melanjutkan aksinya. Bibir dan tangannya sudah tidak ada yang diam, semua bekerja mencari yang dia mau.


Bari pintar juga membuat istrinya itu klepek - klepek, sekarang Narita sudah seperti cacing kepanasan dengan pakaian setengah top les.


Perlahan tapi pasti, entah sejak kapan ternyata semua yang Narita gunakan sudah terlepas.


Bari membaringkan istrinya di tempat tidur dan memandangnya sejenak, dia ingin menikmati pemandangan didepannya. Tapi ternyata dia gagal, karena dia sendiri sudah tidak tahan. Akhirnya penyatuan mereka terjadi dengan durasi lebih lama dari biasanya, karena tidak ada gangguan sama sekali.


Bari akhirnya lemas disamping Narita, begitu juga Narita yang sudah bermandikan peluh.


"Terimakasih sayang, kamu masih bisa bertahan di sampingku sampai saat ini." ujar bari sambil menatap istrinya lalu mengecup keningnya.


"kita jadi seperti ABG ya bang" ucap Narita sambil senyum


"iya sayang, dan kamu tahu aku makin cinta sama kamu" ujar bari lagi


"Coba aja dari dulu kita bisa begini ya dek, tanpa harus ke Jakarta dulu dan aku sempat bertemu wanita itu dulu yang membuat hidupku hancur" ujar bari mengusap kepala istrinya.


"itu semua sudah bagian dari hidup bang, lepaskan aja yang harus dilepaskan, jangan di ingat terus. Kita harus selalu bisa menjalani hidup dengan baik bang" ujar Narita bijak


"terimakasih sayang, aku sangat beruntung di kirim Tuhan seorang istri seperti kamu"!ujar bari


"aku juga beruntung punya suami Abang, apalagi dengan dua buntut itu" ucapnya tersenyum kecil.


"sepertinya malam ini kita tidak usah tidur, kita nikmati masa - masa bebas kita sayang" ujar bari kembali naik ke atas tubuh Narita.


"Dulu di kamar ini kamu banyak kenangan pahit, dan mulai sekarang aku ingin ubah kenangan pahit itu jadi kenangan manis kita" ujar bari lembut.


Narita yang tidak menyangka suaminya mengambil posisi itu lagi sedikit bingung, masa iya suaminya mau itu lagi.


"Abang mau ngapain, aku mau ke kamar mandi" ujar Narita berusaha bangkit tapi di tahan oleh bari.


"ayo kita ke kamar mandi bareng," ujarnya tersenyum nakal. Narita baru melihat sisi lain dari suaminya ini.

__ADS_1


Bari langsung turun dari kasur dan mengangkat tubuh Narita yang toples juga. Begitu sampai kamar mandi bari langsung membantu istrinya mandi tanpa keramas.


"besok aja keramas, malam takut masuk angin" ujarnya nakal. Padahal dalam hati bari masih ingin melahap istrinya itu bentar lagi.


"iya bang" jawab Narita polos.


Setelah selesai bari melilitkan handuk di tubuh istrinya yang sudah wangi segar sabun. Dia sendiri hanya mandi bebek dan asal sabunan doank.


Bari langsung mengikuti istrinya yang sedang cari pakaian di koper mereka.


"ngapain sayang"


"cari baju bang, Abang mau pake yang mana" tanya Narita sambil jongkok dekat koper mereka.


Bukannya menjawab bari malah mengajak istrinya bangun dan membuka lilitan handuk istrinya. Dia melap badanya sebentar lalu kembali mendekati istrinya.


"kita ngga butuh baju, aku sudah bilang malam ini malam kebebasan kita, dan kenangan di kamar ini harus penuh kenangan yang manis" ujar bari senyum, dia sudah menempelkan bibir mereka satu sama lain. Tangan baru sudah menguasai tubuh istrinya.


Tubuh Narita langsung dialiri panas lagi, padahal tadi sempat berasa dingin. Bari kembali menggiring istrinya itu ke kasur dengan bibir mereka yang saling beradu. Dan terjadilah lagi olah raga malam mereka.


Setelah selesai bari sudah lemas dan Narita juga terlihat sudah cape banget.


"Permainanmu makin luar biasa sayang" ujar bari ke istrinya


"kan Abang gurunya" ujar Narita tersenyum. Mereka akhirnya saling melempar senyuman tulus.


Mereka benar - benar menikmati waktu mereka tanpa gangguan. Bari membiarkan istrinya itu tidur dulu sementara dia ingin melihat baby angel di kamar papanya.


Ternyata mereka semua tidur, hanya papanya yang masih bangun.


"mereka masih tidur bar"


"ya sudah pa, aku tidur lagi" ujar bari keluar dari kamar papanya langsung masuk kamar mereka.


Bari langsung memeluk istrinya itu dan tidak berapa lama dia sudah terlelap.


Hallo semua jangan bosan ya


dukung terus karya ini


like ,coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2