PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 100 REUNI


__ADS_3

Hai pembacaku semua


Terimakasih masih setia membaca karya ini


Akhirnya kita sampai episode 100


semua berkat dukungan kalian


Terimakasih 🙏 & I LOVE YOU ALL 🤗


Narita dan Bagas masih asyik mengitari kolam pemancingan itu. Banyak foto - foto dengan berbagai sudut. Kadang juga bari yang mengambil foto mereka ketika Bagas dan Narita ingin foto berdua. Tapi sejauh ini Narita belum mau foto bertiga dengan bari, dia hanya mau foto bertiga dengan mantan mertuannya.


Setelah cape mutar - mutar, Narita ingin istirahat di tempat yang di sediakan seperti gazebo di tengah - tengah areal.


Sekitar tengah hari saat Bagas dan bari sedang asyik mancing, sementara pak Rudi duduk agak jauh dari mereka sedang memancing juga, terlihat handphone pak Rudi berdering.


"hallo"


"masuk aja, bilang aja temannya pak Rudi"


"hmmm" Terlihat pak Rudi melangkah ke dekat posko di depan.


"kakek mau kemana"? teriak Bagas sambil bangkit berdiri mengikuti kakeknya.


"mau ke depan sebentar, mau ikut"? tanya pak Rudi


"mau kek, kita beli minum ya kek" ujar Bagas


"kamu haus" tanya pak Rudi , Bagas hanya mengangguk - anggukkan kepalanya.


"ya ampun Bagas, bukannya dari tadi bilang kakek" ucapnya merasa bersalah. Pak Rudi langsung membawa Bagas ke depan sekalian menyambut kak Risma.


Sementara Narita yang melihat Bagas pergi mengikuti pak Rudi, tidak tahu entah kemana, diapun langsung mengejar mereka. Maklum Narita juga belum percaya seratus persen dengan siapa pun sekarang kalau itu menyangkut Bagas anaknya.


Saat mereka hampir tiba di depan, pak Rudi yang baru beli minum untuk Bagas, langsung menuju mobil yang terlihat baru masuk.


"hai" ucapnya sambil melambaikan tangannya ke mobil Risma.


Risma terlihat turun sambil menuntun anak pertamanya dengan perut yang sudah buncit juga. Dan dari sebelah terlihat suaminya Juga sudah turun lalu buru - buru menggendong anaknya.


Narita yang tadinya berada di belakang pak Rudi dan Bagas kaget dan langsung reflek langsung berlari dan teriak mendekati Risma yang lagi kurang memperhatikan sekeliling.


"kak rismaaaaa" teriak Narita membuat Risma terdiam sejenak di tempatnya.


Narita tanpa sabar langsung menubruk Risma pelan, mengingat Risma sedang hamil. Mereka berdua berpelukan erat sambil bertangisan.


Terlihat kak Risma mengucek matanya ngga percaya.


"aku ngga mimpi kan"? ujarnya


"ngga kak, ini Narita" ucap Narita sambil memeluk Risma kembali beberapa saat.

__ADS_1


"ternyata hamil kakak sudah besar"


"iya nar, udah mulai begah" ujar Risma. Naritapun menyalami suami kak Risma dan juga putri kecilnya.


Sementara pak Rudi dan Bagas terdiam dulu di tempatnya melihat pertemuan dua orang yang sudah seperti kakak beradik itu.


"Bagas, sini nak" panggil Narita


Bagaspun mendekat dan menyalami Risma dan juga suaminya serta putrinya.


"hallo Dede" panggil Bagas karena mereka sudah pernah ketemu.


"jadi kalian..." tanya Risma bingung karena Narita bersama pak Rudi dan juga bari yang baru bergabung.


Narita juga jelas bingung, karena dia juga ngga tahu kalau pak Rudi mengundang Risma dan keluarganya ke sini. Narita hanya melirik mantan papa mertuannya dan juga mantan suaminya.


"om yang sengaja mengundang kalian ke sini nak Risma, Narita ngga tahu tadinya" ujar pak Rudi senyum kecil. Kak Risma dan suaminya langsung menyalami pak Rudi yang lebih tua.


Terlepas dari apa rencana pak Rudi mantan mertuanya, tapi Narita tetap bahagia bisa bertemu kak Risma dan keluarganya.


Narita langsung menggendong putri pertama kak Risma dan mengajaknya bercanda.


"ayo nak Risma, kita cerita di sana aja" ujar pak Rudi mengajak mereka ke lesehan yang ada di dekat pemancingan itu. Tempat itu sudah di booking pak Rudi sampai sore.


Sepanjang jalan menuju tempat lesehan itu, Bagas dan pak Rudi tetap gandengan. Sementara kak Risma dengan Narita juga asyik becanda dengan si kecil, kadang - kadang mereka ketawa bareng.


"nar, kok bisa kamu sama bari dan mantan mertuamu"? tanya Risma setengah berbisik takut di dengar pak Rudi dan bari.


"kapan kalian dari Jakarta"?


"kemarin"


"terus tadi malam kalian tidur di mana"?


"di hotel SS di kota S"


"ohhh, terus kamu telepon mereka" tanya Risma sambil melirik om Rudi dan juga bari.


"ngga kak" ujarnya sambil menggeleng dengan menatap Risma.


"kami ketemu di kuburan kak, ketika aku ingin jiarah ke makam bapak ibu dan nenek" cerita Narita jujur.


"busyet, jodoh banget" ujar Risma


"makanya kak, aku juga bingung kenapa mereka pas banget mau jiarah juga ke makam anakku" ujar Narita


"padahal kemarin pagi mereka datang ke rumahku dan bertanya tentang Bagas, entah mereka tahu dari mana"? ujar Risma


"terus," tanya Narita penasaran


"yahhh aku ceritakan jujur nar, karena mereka sudah tahu sebenarnya, hanya saja mereka ingin memastikan" ucap Risma. Narita hanya diam, dia juga tidak menyalahkan kak Risma karena memang harus begitulah jalannya.

__ADS_1


"yah memang harus begitulah kali jalannya kak" ucap Narita pasrah.


"terus, kalian gimana ceritanya balik ke sini, maksudnya dalam rangka apa"? tanya balik Risma.


"ceritanya kak Ida kan lagi pulang semua, Bagas di teleponin anaknya Mulu biar nyusul, nangislah nih anak. Terus aku juga sudah lama ingin jiarah kak. jadilah kami pulang sebentar niatnya, ngga tahunya pas banget di pemakaman itu kami ketemu bari sama papa" tutur Narita.


"iya, katanya Ida lagi di sini ya, tapi kami belum ketemu lho" ujar kak Risma.


Mereka duduk di sana, karena Risma susah lesehan, akhirnya mereka duduk di meja seperti biasa. Sementara para lelaki sudah duduk lesehan di bawah.


Baru aja mereka mau pesan makanan , datanglah satu kelompok lagi yaitu keluarga Ida. jadilah mereka tambah ramai di pemancingan itu.


"Bagas" teriak kedua anak kak Ida


"iya kak" ucap Bagas sambil bangkit berdiri.


Ida dan suaminya datang untuk memancing lagi. Tapi tadi abangnya sudah memberitahu ada pak Rudi juga bersama bari, tapi mereka ngga tahu kalau Narita dan Bagas juga ada di sana bersama Risma.


"hai ris, lagi begah tuh" goda Ida.


"iya da"


"nar, kapan kalian datang, pantas ngga bisa di hubungi" ujar kak Ida


"hehehe iya kak, kemarin habis video call itu terus nangis minta kesini, terus aku juga udah lama ingin jiarah, makanya kami langsung pulang" ujar Narita yang sebenarnya


"terus pak Rudi dan bari"? tanya Ida bengong


" da, bari itu papanya Bagas dan pak Rudi itu kakeknya, mantan mertuanya Narita" Risma yang akhirnya menceritakan.


"whattt" ucapnya kaget dengan mimik yang entah seperti apa.


"jadi dulu surat cerai yang di urus bang Dion itu, surat cerai dengan kamu bar"? tanya kak Ida lagi.


"kamu kenal Dion juga nak" tanya pak Rudi


"yahhh itu kakakku pak, yang paling besar, yang ini nomor dua" cerita Ida yang sudah tahu pak Rudi dan bari dari abangnya.


"jadi selama ini sebenarnya aku bekerjasama dengan kakakmu, dan yang mengurus surat cerai bari juga kakakmu"? tanya pak bari.


"iya pak" jawab Ida mengangguk


"Ya ampun ini benar - benar reuni ya" ujar pak Rudi.


"Jadi ceritanya ya pak, selama ini Narita tinggal di Jakarta, dan dia kesana atas permintaan Risma dulu yang menceritakan semua pengalamannya. Dia bilang Narita butuh teman yang menopang. Jadi Bagas ini kami mengurusnya dari sebelum lahir" ujar Ida semangat.


Pak Rudi dan bari ikut terharu mendengar cerita Ida.


'syukurlah Narita dan Bagas bersama orang - orang baik' batin pak Rudi.


Tetap like, coment dan vote ya guys

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2