PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 83 LEBIH HANCUR


__ADS_3

Sementara di tempat lain, entah kenapa bari kebangun ketika dia merasa bahwa Narita membangunkannya seperti setiap hari. Karena kaget bari hampir jatuh dari sofa itu.


'aduhhh ternyata cuma mimpi, pasti Narita juga sudah bangun, aku telepon deh' batin bari.


Bari langsung ke kamar mandi dan cuci muka, dia ingin terlihat segar saat teleponan dengan istrinya nanti.


"kamu sudah bangun bar" tanya pak Rudi yang sedang minum kopi


"ehhh papa sudah ngopi"? tanya bari yang belum tahu kalau ini sudah jam enam pagi.


"iyalah, sudah jam enam, kamu aja tidurnya kebo. Kamu mandi di rumah aja sana, mau kerja kan"? ucap pak Rudi


"iya pa" bari langsung ambil teleponnya dan mencari kontak Narita.


Dia telepon sampai dua kali tapi di luar jangkauan.


"telepon Narita" tanya papanya


"iya pa, tapi ngga aktif, pasti masih lupa ngaktifin dia. Dia suka begitu pa kalau ngecharge handphonenya malam" ujarnya sambil mengambil sepatunya untuk pulang ke rumah dulu.


Tapi entah kenapa hati bari sangat galau, hanya saja sudah dia artikan kenapa hatinya seperti kehilangan gairah. Padahal saat ini orang yang sangat dia cintai sedang terbang di awan meninggalkannya menyebrang lautan luas .


Bari masih tetap berpikir positif sampai dia tiba di rumah orang tuannya. Dia langsung memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah itu. Kembali hati bari seperti kehilangan semangat, dia seperti kehilangan sesuatu tapi dia belum tahu kehilangan apa.


Bari masuk ke dalam kamar mereka dulu bersama Narita. Kamar yang penuh kenangan. Tapi sekejap bari jadi ingin banget bicara sama Narita, mendadak dia sangat merindukannya.


Kembali bari telepon Narita, tapi sama, jawabnya tetap diluar jangkauan.


'ohhh telepon kak Risma deh' batin bari


Bari langsung telepon kak Risma. Langsung nyambung, tapi tidak di angkat.


Sebenarnya Risma dengar dan tahu bari telepon saat dia perjalanan pulang dari bandara. Tapi saat ini dia malas berdebat dengan bari, jadi dia memilih diam dan tidak mengangkatnya.


Bari jadi sedikit galau karena belum berhasil telepon Narita atau kak Risma. Paling tidak dia ingin mendengar suara istrinya itu.


Dengan sangat berat akhirnya bari bangkit untuk mandi dan berganti pakaian, karena dia masih banyak pekerjaan di kantor. dan dia sudah terlalu sering izin karena berbagai masalah.


Sebelum berangkat ke kantor kembali bari mencoba telepon Narita. ohhhh bersyukur sekali nyambung, tapi hanya sekejap karena menit berikutnya Narita sudah blokir nomornya dan juga nomor bapa mertuannya. Ternyata tadi dia sempat aktifin handphone sesaat setelah tiba di Jakarta untuk telepon kak Ida, temannya kak Risma.


Bari mulai merasa resah, ada apa sebenarnya.


Dia telepon kak Risma juga tidak di angkat, chat juga tidak di balas.

__ADS_1


Akhirnya bari mencoba telepon ibu may, orang yang kerja di rumahnya sebelumnya.


Dia minta tolong untuk ke rumahnya dan lihatin ibu Narita atau kak Risma.


Akhirnya ibu may pergi ke rumah kontrakan mereka, yang ternyata sepi, nggada orang.


Ibu may langsung video call bari tentang keadaan rumah mereka yang sepi dan sepertinya nggada orang.


Bari belum puas, dia minta tolong Bu may untuk ke rumah kak Risma.


Begitu Bu may tiba di rumah kak Risma, sudah agak siang bersamaan dengan Risma yang baru turun dari mobilnya.


"pagi Bu Risma, itu ibu Narita di sini ngga ya Bu, pak bari mencarinya"


"lho kok bisa, mencari gimana maksudnya" ucap Risma pura - pura.


"iya Bu, pak bari dari tadi telepon terus"


Risma mengambil handphonenya dan melihat semua misscall bari.


"sory bar, baru liat, kenapa?" pura - pura chat kak Risma


"kakak tadi malam lembur, Narita bilang kamu jadi pulang kok, makanya kakak ngga ke rumah" chat kak Risma lagi


"tapi dari tadi ngga bisa aku hubungi kak"


"kata ibu may juga, tadi dia sudah ke rumah, tapi sepi" chatnya lagi.


"ya sudah ntar lagi kakak ke sana bar, aku cuci muka dulu" balas kak Risma


"kabarin segera ya kak"


"oke"


Mengetahui istrinya semalaman sendirian bari akhirnya tidak tenang. Dia akhirnya izin lagi setelah makan siang. percuma dia di kantor kalau ngga bisa kerja juga, karena kak Risma bilang rumahnya memang sepi dan kuncinya ngga ada sama Risma.


Bari langsung keluar dari kantornya begitu jam makan siang tiba. Beruntung jalanan keluar kota sangat Lancar sehingga ngga butuh waktu lama banget bari sudah tiba di kota B. Biasanya butuh waktu dua jam, kali ini bari tempuh dalam waktu satu setengah jam.


Begitu sampai depan rumahnya bari buru - buru masuk dan mencari istrinya. Lampu semua masih menyala.


"nari, bar, dek..." teriak bari kesana ke mari bersama kak Risma.


Tapi nihil

__ADS_1


Bari masuk lagi ke dalam kamar mereka, dan dia melihat dua surat di sana dengan tulisan


'untuk bang bari', dan satu lagi bertuliskan' untuk kak Risma yang terbaik'


Dengan gemetar bari membuka surat yang di tujukan untuknya dan membacanya dengan ekspresi yang ngga bisa di artikan.


to bang bari


Bang, maaf ya nari harus pergi. nari pergi bukan karena benci atau marah atau apalah sama Abang. nari pergi karena nari sangat sayang sama Abang, cinta sama Abang.


Ada seseorang yang menyadarkan saya kemarin, kalau pernikahan kita hanya terlalu kita paksakan, dan membuat orang sekitar Abang menderita. Ibu jadi marah - marah dan berbuat jahat, papa sama ibu jadi berbeda pendapat, Abang harus kerja jauh dari luar kota, aku tahu Abang cape, makanya aku menyadari satu hal bahwa mencintai bukan harus selalu bersatu bang.


Tapi aku masih bersyukur, ada satu hal yang membuatku yakin untuk mengambil langkah ini. Karena aku tahu ada wanita yang sangat mencintaimu.


Aku tahu pasti tidak gampang untuk Abang, dan juga untukku. Tapi cinta butuh pengorbanan. Anggaplah aku pergi untuk kebahagiaanku bang. Dan aku harap Abang juga mulailah hidup baru dengan orang yang mencintai Abang. Belajarlah mencintai apa yang ada di depan Abang, jangan terpaku ke masa lalu.


Aku tahu saat Abang baca surat ini, aku entah sudah dimana. Tapi percayalah bang, aku pergi untuk kebahagiaanku dan kebahagiaanmu. Mulailah hidup baru dengan yang lain.


Kenangan terakhir yang aku ciptakan kemarin ternyata benar jadi kenangan terakhir kita.


Jangan sampai tidak bahagia ya bang!


Yang mencintaimu


Narita


Bari luruh ke lantai kamar mereka. Kenapa bisa begini?


Kenapa istrinya mengatakan ini?


Apa yang terjadi tadi malam saat dia tidak pulang?


"gimana bar" tanya Risma di depan pintu kamar itu.


"nari pergi kak" ucap bari hancur sambil menggaruk kepalannya, lebih tepatnya mengacak rambutnya.


'Kenapa nar, setelah kehilangan anakku, aku harus kehilangan kamu juga' batin bari sudah meneteskan air mata. Dia tidak menyangka, karena menjaga mamanya tadi malam di rumah sakit membuat bari kehilangan Narita selamanya.


Hai pembaca setiaku


dukung terus ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2