PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 148 ENDING


__ADS_3

Tanpa terasa tiga Minggu sudah pak Rudi di rawat di rumah sakit. Selama itu juga proses penyelidikan penculikan anak Narita Bagas tetap bergulir. Pihak kepolisian juga tetap menempatkan satu anggota untuk menjaga ruang rawat pak Rudi. Keluarga bari juga di minta untuk tidak banyak keluar rumah dulu kalau tidak terlalu urgent.


Titik terang sudah di kantongi pihak kepolisian. Ternyata dalang di balik penculikan Bagas itu adalah Eva. Eva yang bahkan sudah putus asa dan tidak punya harapan hidup mengakui terus terang kepada pihak kepolisian bahwa dia melakukan itu karena dendam.


Tapi pihak kepolisian tetap menindak lanjuti kasus ini sampai tuntas. Dan menurut pengacara keluarga bari kemungkinan besar Eva akan di hukum seumur hidup.


Tidak sampai disana laki - laki yang biasanya teman kencan Eva, dan yang membantunya melakukan penculikan terhadap Bagas ternyata meninggal bunuh diri di dalam sel. Dia yang tidak terbiasa terkurung merasa stres di dalam sel. Karena tidak ada yang bisa dia lakukan, dia lalu meminjam gunting ke petugas sebentar untuk membenarkan kancing celananya.


Bahkan dia menusukkan dirinya hanya ketika petugas itu berbalik ingin kembali ke meja postnya.


Sementara pak Rudi hari ini sudah boleh pulang, dan harus akan kembali lagi untuk kontrol nantinya. Bari yang langsung menjemput papanya di rumah sakit dan membawanya ke rumah.


Narita dan ibu Marlina sekarang sudah bisa bekerja sama. Mereka sudah saling memaafkan satu sama lain kemarin di rumah sakit. Dan juga sudah mengutarakan isi hati masing - masing.


Bari sebenarnya sudah plong dengan hubungan yang sehat antara mamanya dan Narita, walaupun itu harus dia dapatkan dengan mengorbankan tangan kanan papanya, tapi syukurlah papanya masih bisa selamat.


Sebulan kemudian kehidupan keluarga bari sudah kembali normal, bari sudah ke kantor tiap hari, tapi mereka sudah menggunakan supir, supaya bisa antar bari dan juga Narita dan Bagas kalau Bagas sekolah dan Narita belanja.


Kasus penculikan anak bari sudah sudah di serahkan kepada pihak sekolah dan pengacara bari.


Tapi ada satu hal yang membuat bari masih khawatir yaitu suatu saat kalau Eva keluar dari jeruji besi.


Tapi hal baik sedang berpihak pada bari dan keluarganya.


Seminggu kemudian bari dan keluarga di datangi oleh se orang wanita tua, sudah seperti mamanya bari.


"saya Ibu Endang maminya Eva" tuturnya berlinang air mata.

__ADS_1


Mendengar nama Eva awalnya mereka sekeluarga sudah langsung illfeel.


"Maafkan Eva, sebelum meninggal dia menitipkan surat ini untuk saya" ucap ibu itu berderai air mata.


Mereka semua juga sangat kaget mendengar Eva meninggal.


Dalam surat itu memang Eva minta tolong ke maminya sebagai permintaan terakhir. Untuk datang ke rumah bari dan minta maaf sama Narita, karena Eva sudah sangat menyakiti hati Narita, Eva sudah mencuri kebahagiaanya selama beberapa tahun, tulis Eva dalam suratnya.


"Dia meninggal di rumah sakit, karena dia sudah sangat drop setelah mengetahui kalau dia terkena sakit yang menakutkan itu" tutur ibunya terlihat sangat sedih dan hancur.


Mereka semua diam, tidak ada yang menjawab karena mereka juga bingung mau coment apa.


Pak Rudi dan bari saling pandang, biar bagaimana pun mereka masih memiliki sisi kemanusiaan juga.


"baiklah Bu, tidak ada alasan bagi manusia lagi untuk marah sama orang yang sudah meninggal. Biarkanlah nak Eva tenang di sana" ucap pak Rudi akhirnya.


"Saya memang menyesal mengingat tindakan mba Eva yang melibatkan anak - anak Bu, tapi kalau sudah tidak ada kenapa saya harus marah lagi, toh anak - anak juga sudah kembali pada saya walaupun papa mertua saya harus mengorbankan satu tangannya untuk menyelamatkan anak - anak saya." ujar Narita tulus.


"terimakasih sayang" ucap ibu itu lembut


Setelah dirasa cukup untuk menyampaikan tujuannya ibu Endang langsung pulang.


"Sungguh ironi hidup Eva ya bar, itulah akibat keserakahannya. Padahal Tuhan dulu sudah kasih dia wajah cantik, ekonomi orang tua mapan, tapi dia ngga bersyukur malah memilih jalan yang salah. Dan endingnya lihatlah, rumah tangga hancur, pekerjaan hilang, bahkan di akhir hayatnya dia harus di panggil karena sakit yang belum ada obatnya itu. Pasti itu dia dapat dari pergaulan bebasnya" tutur pak Rudi.


"iya pa, aku juga tidak menyangka hidup Eva setragis itu" ujar bari


"tapi yang bikin aku menyesal pa, kenapa aku harus hadir di hidup Eva sebagai suami lagi, walaupun hanya suami gelar doank tapi kan tetap aja aku pernah jadi suaminya pa" ujar bari sedih.

__ADS_1


"Sudahlah bar, mungkin itu sudah takdir. Tidak perlu kamu sesali. Kamu pergi aja jiarah kemakamnya sebagai mantan suaminya, biar hatimu juga plong dan dia juga tenang di sana" ujar pak Rudi


"iya pa, nanti aku pergi sama papa" ucap bari sambil senyum


"iya"


Setelah rumah baru bari rampung akhirnya mereka semua pindah ke rumah barunya bari. Pak Rudi dan ibu Marlina sepakat menjual rumah lama yang banyak kenangan buruknya.


Duit penjualan rumah mereka deposito kan untuk masa depan cucu mereka.


Bari akhirnya mengadakan syukuran rumah barunya, dan berharap kehidupan baru yang lebih baik. Sekarang rumahnya sudah menggunakan jasa satpam serta mempekerjakan tiga orang supir khusus untuk orang tuanya yang sudah pensiun, anaknya sekolah dan istrinya belanja.


Pak Rudi dan ibu Marlina juga sekarang lebih bahagia bisa menjaga cucunya setiap hari ketika Narita ibu mereka sedang ada pekerjaan. Sekarang Narita menerima job dari boutiq tertentu yang menggunakan jasanya sebagai penjahit. Tapi itu hanya mengisi waktunya bukan untuk fokus mencari uang, karena bari bahkan sudah memberi lebih, begitu juga bapak mertuanya dan ibu mertuanya selalu memberikan hasil kolam pemancingan mereka untuk di kelola Narita.


Akhirnya kesabaran Narita membuahkan kebahagiaan buat mereka, walaupun bari masih sering merasa bersalah kepada istrinya dan anaknya Bagas yang tumbuh besar tanpa kasih sayangnya.


Begitulah perjalanan hidup, kita tidak tahu siapa aja yang mampir dalam episode hidup kita, apakah itu episode bahagia atau episode kesedihan. Tapi tak perlu di sesali hanya perlu kita jalankan sesuai porsi kita yang seharusnya dan selalulah untuk berusaha untuk di jalan yang lurus.


END


TERIMAKASIH SEMUANNYA YA YANG SELALU SETIA MENGIKUTI KISAH TULISAN INI. SEBENARNYA INI HANYA FIKSI TAPI ADA JUGA PELAJARAN YANG AUTHOR DAPATKAN DARI TEMAN SEHINGGA MUNCUL IDE UNTUK MENULISKANNYA MENJADI KARYA INI.


JIKA ADA BANYAK KOSA KATA ATAU TULISAN YANG KURANG PAS, MOHON MAAF YANG SEDALAM - DALAMNYA, DAN MOHON KOREKSINYA UNTUK KARYA BERIKUTNYA.


AKHIR KATA AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH UNTUK SEMUA


SALAM SEHAT DAN SELALU SUKSES🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2