PENYESALAN SEORANG SUAMI

PENYESALAN SEORANG SUAMI
PART 81 KAMU BOHONG


__ADS_3

Kak Risma dengan bingung menemui Narita yang belum sadarkan diri. Kata dokter hanya tinggal menunggu Narita sadar, setelah itu bisa langsung pulang karena Narita baik - baik saja, dia pingsan pengaruh kehamilannya.


Risma masih berpikir keras gimana nantinya Narita. Apalagi sekarang dia sedang hamil lagi. Kalau bari bertingkah terus kak Risma marahin bari takutnya tidak sesuai dengan hati Narita.


Risma kembali melihat handphonenya, bahkan bari belum aktif handphonenya. apa yang dia lakukan dengan wanita itu. Dan kalau benar mamanya sakit, kenapa bari tidak cerita sama Narita. Sekalipun Narita tidak cocok dengan mertuanya Risma yakin nari tidak akan melarang bari bertemu mamanya.


Dalam keadaan begitu, kak Risma jadi kepikir untuk telepon papanya bari. Pasti papanya tahu kalau mamanya memang sakit.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"hallo om, maaf ya om, aku ngga bisa menghubungi bari, apa om bisa menghubunginya" tanya Risma.


Bari kan sedang di rumah sakit, apa dia matiin handphonenya ya? batin pak rudi


"emanknya ada apa nak" tanya pak Rudi, takutnya ada apa - apa dengan menantunya.


"ngga sih om, aku cuma mau ajak Narita, karena Narita ngga mau kalau ngga izin suaminya"


"ohhh gitu, nanti coba om bilang ya nak Risma. karena bari sedang jaga mamanya yang sedang di rawat di rumah sakit, jadi mungkin dia ngga fokus ke handphonenya." ucap pak Rudi berpikir berarti bari tidak cerita ke Narita mamanya masuk rumah sakit. Ini memang bisa di maklumi sih, karena hati Narita pasti masih sakit.


"ohhh gitu ya om, ya sudah om, ngga apa - apa, mungkin nanti dia aktifin, aku sudah kirim pesan sih" ujar Risma berusaha tenang dan biasa aja.


Setelah sambungan telepon itu putus, kak Risma mencoba menarik benang merahnya. Berarti bari di rumah sakit bersama dokter itu dan mamanya, dan akhirnya bari tidak bisa menolak kemauan mamanya, tapi tidak mungkin pak Rudi tidak tahu tentang mereka. bahkan kata wanita itu' menjaga mertua yang sedang dirawat'.


Saat pikiran Risma lagi mumet ternyata Narita sudah bangun.


"Kak" ucapnya


"kamu sudah bangun dek"


"kenapa saya di sini kak"


"tadi kamu pingsan dek, dan kamu tahu ngga kabar baiknya, kamu hamil lagi" ujar Risma sumringah, berusaha biasa aja.


"apa"


"iya dek, kamu hamil lagi, Tuhan cepat memberi pengganti anakmu" ucap Risma semangat begitu juga Narita. Tapi menit berikutnya dia kembali sedih.


"tapi kak, aku...tadi..." ucap Narita terpotong - potong. Risma yang tidak ingin membuat Narita sedih lagi seperti kata dokter berusaha menghibur Narita.

__ADS_1


"jangan pikirkan yang kurang menyenangkan, sebaiknya sekarang kamu pikirin aja hal - hal yang sangat menyenangkan, iya"! ujar kak Risma. Narita sedikit tersenyum melihat tingkah kak Risma yang ingin menghiburnya.


"Gimana kalau hari ini kita pergi ke suatu tempat , santai, makan, kakak deh yang traktir" ujar kak Risma lagi.


"kemana kak"


"terserah kamu"


"baiklah" sambut Narita juga yang pada awalnya berniat bicara serius dengan kak Risma begitu dia sadar tadi.


"selamat siang ibu Narita" sapa dokter yang baru masuk untuk memeriksa Narita


"selamat siang dok"


"ibu sudah boleh pulang, tolong di jaga kondisinya ya Bu, makanannya dan juga emosinya." ucap dokter itu sambil perawat membereskan alat - alat di ruangan itu.


"iya dok" ucap Narita


Begitu mereka keluar dari klinik hari sudah siang. Mereka ingin makan siang dulu sambil lewat nantinya sambil lihat mau makan dimana, soalnya belum kepikiran. Seperti wanita hamil pada umumnya, Narita ingin makan rujak. Akhirnya mereka pesan rujak di pinggir jalan yang mereka lewati.


Risma benar - benar memperhatikan narita.


"ya udah dek"


Sambil menunggu rujak, mereka duduk di tempat penjual soto, memang di pinggir jalan sih tapi tempatnya sangat teratur dan bersih.


Risma dan Narita langsung duduk di tempat soto, sementara rujaknya nanti diantar ke tempat soto itu.


Ketika mereka baru aja ingin bicara, setelah duduk, handphone Risma berdering tanda pesan masuk. Dan Risma langsung membukanya.


'ohhh sory kak, tadi handphoneku lowbed' ujar bari


'iya ajak aja kak'


'oh iya kak, sekalian tolong bilangin Narita , mungkin malam ini aku ngga pulang, tolong temanin dia ya kak, soalnya mama sakit' bunyi chat bari


'sekarang aku lagi ngejar kerjaanku dulu kak'


'sekali lagi, makasih kak'


'selalu merepotkan'

__ADS_1


"kamu bohong bar" ujar Risma pelan


Setelah selesai chat kak Risma sepertinya bari langsung telepon Narita, hanya saja Narita belum siap untuk mengangkatnya. Dia bingung mau jawab apa. Karena hatinya masih marah sebenarnya, mengingat foto dan video yang di kirim oleh Eva.


Mungkin karena tidak di angkat oleh Narita, sehingga bari langsung kirim chat juga.


"dek ntar malam Abang boleh ya nginap di rumah mama, mama lagi sakit" itulah isi chat bari.


"kamu sama kak Risma dulu ya"


Karena sedang mengejar kerjaannya juga, bari sudah tidak perduli lagi chatnya udah di baca apa belum. Dia langsung bekerja sampai sore tiba. Barulah dia sadar kalau Narita tidak membalas chatnya, tapi sudah di baca.


'mungkin lagi lowbed, nanti malam deh aku telepon kak risma' batin bari sambil melaju ke arah rumah sakit.


Ternyata setelah tadi siang Narita membaca pesan bari, dia langsung menonaktifkan handphonenya. Dia ingin sejauh mana bari penasaran karena dia tidak balas chatnya. Biasanya bari pasti langsung hubungi kak Risma, tapi ini , mana?


Risma yang melihat kesedihan Narita menjadi kasihan, setiap Narita hamil selalu aja ada beban beratnya.


"apa yang kamu pikirkan nar" tanya Risma akhirnya.


"ingat lho, kamu sedang hamil, jangan sampai beban pikiranmu mempengaruhi kehamilanmu" bujuk kak Risma


"iya kak"


"aku tahu kamu pasti kepikiran dengan yang kiriman tadi pagi, sejujurnya kakak sangat kecewa sama bari dek, seandainya pun dia tidak tahu video itu di kirim ke kamu, berarti di luar sana bari benar - benar mengizinkan wanita lain tidur di pangkuannya, dan itu tidak mungkin editan karena lokasinya memang rumah sakit dan terlihat juga mamanya sedang sakit" ujar Risma terus terang.


"iya kakak benar, mungkin juga pengirim video itu, yang Eva - Eva itu benar ya kak, pernikahanku dengan bang bari terlalu kami paksakan, sehingga banyak orang yang menderita termasuk kami sendiri" ucap nari sendu dan sudah meneteskan air mata.


Risma yang melihat Narita menangis jelas aja tidak tega. Tapi dia bingung juga mau ngomong apa sekarang. Mau bilang bertahan juga dia bingung, mau bilang pisah apa lagi. Risma serahkan semuannya ke Narita nya, karena dia yang mengalami dan menjalaninya.


"Sepertinya kali ini aku harus pergi sangat jauh kak, aku tidak ingin bang bari menemukan aku" ucap yakin, mungkin keputusannya ini adalah keputusan saat emosi, tapi dia tidak mau terus - terusan menjadi beban bari ataupun di benci oleh mamanya bari.


Hallo semua, masih disanakan?


Jangan bosan - bosan ya


Dukung terus


like , coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2